
merasa harga dirinya sebagai wanita telah di permainkan mita mencari tau perusahan tempat bagas dan rima bekerja. tentu ia merengek pada ayahnya yang juga adalah seorang pengusaha walaupun jauh dengan perusahaan yang dimiliki indra dan heru. namun seperti gayung bersambut saat mengeluhkan hal hal yang sebenarnya gak terjadi perusahaan yang di sebutkan oleh mita tadi adalah milik teman di masa muda sang ayah. tentu hal itu semakin menguatkan tekad mita untuk membuat ulah kembali pada rima demi merebut bagas untuk ia miliki. tuntutan segera menikah karena usia yang sudah sangat matang ditambah mita mengatakan kalau salah satu pegawai milik teman ayahnya itu sudah merebut calon suaminya membuat sang ayah ingin ikut membuat perhitungan.
.
.
di lobby kantor megah bertingkat ini lah ayah dan anak itu sekarang, mereka sedang menunggu untuk di inginkan untuk menemui pemilik gedung besar ini. wicaksono nama ayah mita yang adalah salah satu teman di masa putih abu-abu indra, walau mereka tak dekat tapi dulu sering berinteraksi dan sesekali pergi nongkrong bersama. saat resepsionis menelpon sekretarisnya dan memberi tau kalau ada teman semasa mudanya yang ingin bertemu indra langsung mengizinkan wicaksono untuk bertamu.
"wih, selamat siang pak bos" sapa wicaksono pada indra saat dirinya sudah berada di ruangan mewah nan luas ini.
"jadi bos besar tak pernah ada kabarnya lagi sekarang"
mita hanya diam ia berubah menjadi wanita elegan bila sudah ikut dengan ayahnya karena ingin orang orang menilai dirinya adalah wanita berkelas yang sempurna.
"echm, biasa saja. mari silahkan duduk" indra berusaha bersikap formal pada tamunya ini.
"terimakasih"
"intan tolong buatkan minum, dan nanti kalau heru dan bagas datang biarkan saja mereka masuk"
"baik pak"
mita yang mendengar nama bagas disebut langsung tak sabar ingin segera bertemu dengan pria tampan bertubuh atletis itu.
"oh oke, angin apa yang membuat kawan lama ku sampai datang kesini?" tanya indra kembali berbasa-basi.
"hanya ingin silaturahmi saja ndra, lama tak berkabar mumpung calon menantu ku kerja disini ya sudah kami sekalian main kesini kan bos besarnya teman ku"
__ADS_1
"owh, ini anak mu?"
"iya, perkenalkan ini mita anak ku satu satunya"
"saya mita om" sapa mita begitu lembut dan ramah
"owh iya iya, kapan rencana mantu? jangan lupa ngundang aku juga pengen ketemu teman teman yang lain. biar bisa sedikit bernostalgia"
"gampang, nanti ku undang kamu. tapi ada sedikit masalah, anak buah mu merayu calon mantu ku dan beberapa kali putri di buat malu di depan umum"
dahi indra mengernyit ia mulai bisa membaca apa maksud wicaksono dan putrinya datang kemari.
"itu urusan pribadi, sebaiknya diselesaikan antara kalian saja. kalau kamu datang kemari ingin aku ikut campur maaf dengan tegas aku menolak. urusan cinta dan sejenisnya bukan ranah ku walaupun mereka karyawan disini"
"hahahaha kamu tak berubah selalu cepat menangkap maksud lawan bicara mu. tapi kali ini aku benar benar minta tolong, usia anak ku ini sudah cukup untuk menikah kalau yang ini gagal entahlah"
"di divisi apa pacar mu bekerja?"
"keu..........." belum sempat mita menyelesaikan ucapannya pintu ruangan indra ada yang mengetuk.
"masuk" akhirnya indra mempersilahkan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk.
ceklek
ternyata heru yang datang, ia sempat mengernyitkan dahinya saat melihat ada tamu.
"masuk saja, ini teman ku" indra menjawab kebingungan di wajah adiknya itu.
__ADS_1
heru hanya ber'oh ria dan masuk kemudian duduk di disebelah kakaknya.
"bagas mana?" tanya indra.
"masih periksa dokumen dari rima sedikit lagi katanya"
"jadi ikut?"
"jadi biar dia sekalian belajar juga dari sekarang"
yang mereka maksud adalah rima, heru ingin mulai sekarang rima banyak terlibat dalam urusan bertemu dengan klien agar lebih cepat bisa belajar untuk nanti diberikan tanggung jawab yang lebih besar.
"siapa kak?" tanya heru akhirnya karena ia sangat penasaran.
"teman ku dan ini anaknya" oh kembali heru hanya membulatkan mulutnya saja.
namun mita membuat kakak beradik disana seketika menoleh kearahnya karena mendengar kata kata mita.
"bagas bagas yang sejak tadi om sebut itu apa dari divisi keuangan?? kalau iya dia itu calon suami yang saya maksud dari tadi om"
"ayolah ndra aku minta tolong beri arahan atau sanksi pada karyawan mu yang menjadi pelakor itu. dia sudah merusak hubungan putri ku. kita teman lama, tolong bantu aku. lagian buat apa memelihara pelakor dalam perusahan mu ini itu akan merusak citra saja" wicaksono kembali mengompori indra.
pelakor gumam heru, bagas? apa putri ku yang mereka sebut pelakor karena bagas adalah direktur keuangan disini ditambah rima lah yang sedang menjalin hubungan dengan bagas. heru menoleh kearah kakaknya namun dari sorot matanya indra meminta sang adik untuk diam dulu.
mita yang melihat kedua pria baya didepannya ini seperti tersulut emosi tersenyum bahagia merasa usahanya akan berhasil untuk memiliki bagas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1