kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
kesel


__ADS_3

kita ceritain bagas dan rima dulu yaa


lupakan sebentar kisah lainnya🤭🤭


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


cenat cenut.


begitu kira kira isi dada bagas ini, dia merasakan dilema dengan perasaannya. ingin melupakan rasa yang belum benar benar mekar tapi setiap melihat wajah pujaan hati seketika niatnya runtuh. wajah polos nan ayu milik rima selalu mampu membuat orang bagas menjadi pria bodoh dalam sekejap.


"gue cinta lo rima😭😭😭" berulang kali kalimat itu terucap di dalam hati bagas, bisa gila dia kalau begini terus pikirnya.


"pengen gue kurung rasanya tu cewek😣😣" udah di tolak tapi masih aja ga bisa lupa.


kring kring kring


"ya pak"


".........."


"baik pak"


tut tut tut


sebelum bagas di telpon oleh indra.


"kak"


"apa? pagi pagi udah kesini?" ketus banget jadi kakak pikir heru.


"ish, mentang mentang udah ada teman tidur"


"berisik"


"kak ish, seriusan"


"apa sih kamu" sentak indra pada heru adiknya.

__ADS_1


"itu rima, kemarin nangis lagi kata puji ketemu dimas di taman lagi sama anaknya"


indra langsung mengangkat kepalanya ke arah heru seketika HP ia letakan diatas meja dan melupakan untuk membalas pesan sang istri.


"aku udah bilang, kita jodohkan aja sama bagas. her, aku baru nikah, untuk punya anak akan lama apalagi nunggu anak ku besar sementara kita sudah pasti akan tua dan hanya ada rima sendirian kita butuh dia. kemarin dimas sudah kita siapkan tapi gagal"


"sama siapa?"


"bagas, dia orang yang pas. aku bisa jamin, lagian bagas juga tertarik kan sama rima. kamu liat aja bagas bisa berubah bodoh kalau sudah ngeliat rima"


memang sikap bagas yang terlihat konyol selalu berhasil membuat kakak beradik ini geli sendiri, mereka berdua sangat menikmati kelakuan bagas karena semua orang tau bagas adalah sosok serius dan sangat dingin serta begitu sulit untuk didekati.


bukan tanpa alasan indra memilih bagas, selain memang karena dia adalah kandidat paling kompeten untuk mengurus perusahaan tentu juga karena indra memiliki keyakinan kalau bagas bisa menjadikan rima sebagai ratu jika bagas dan rima berhasil untuk di nikahkan.


ceklek.


rima menolah ke arah suara pintu yang di tutup ternyata itu bagas. keduanya sempat saling pandang dan dengan cepat rima memutus pandangan mereka. terlihat dari wajah cemberut yang rima tunjukkan itu menandakan kalau rima sedang kesal dengan bagas.


"bodo amat lu mau kesel gue usir tadi" pikir bagas sambil berlalu begitu saja.


"eh dia pergi dong, ga ada basa basi sama sekali bahkan minta maaf juga ga padahal tadi udah usir aku dari ruangannya. lagian juga disini sepi ga ada orang sama sekai, harus dia itu peka sedikit" omel rima saat mendengar pintu kaca di tutup oleh bagas.


"aku kesel kesel kesel, kesel banget sama cowok yang namanya bagas" rutuk rima dalam hati karena ia tak lagi bisa berkonsentrasi. akhirnya rima hanya duduk diam di depan komputer tanpa melakukan apapun, ia memutuskan untuk membawa sisa pekerjaannya untuk pulang kerumah.


aaaaah,, kompak karyawan di divisi keuangan merenggangkan otot mereka saat sudah jam pulang kantor. lelah berkutat dengan segala macam laporan keuangan membuat tubuh mereka letih, dan salah satu diantara mereka mengajak makan malam bersama sekalian nongkrong. namun rima yang sudah melenggang lebih dulu tak mendengar ajakan teman temannya.


"itu si rima sama pak bos hari ini kompakan banget ya"


"iya, kompakan sablengnya"


hahahaha gelak tawa memenuhi ruangan itu untung saja bagas sedang tak berada di tempat jadi mereka bisa dengan bebas untuk berbicara dan tertawa dengan puas.


" sudah mau pulang?" tiba tiba rima dikagetkan oleh suara seseorang saat baru keluar dari toilet.


"iya pak" jawab rima datar.


"kita akan pergi bertemu kolega kamu ikut saya, kita makan malam bersama pak indra dan pak heru disana"

__ADS_1


rima seketika menoleh ke wajah bagas. ya orang yang sejak tadi bicara dengan rima adalah bagas.


"saya ga harus ikut pak, ini sudah jam bebas saya sebagai karyawan" ketus rima langsung pergi begitu saja.


"pak heru meminta saya membawa kamu ke sana" terdengar suara bagas seperti tak ingin di bantah.


"bapak membentak say? memerintah saya?" rima menggeleng samar.


"bapak memang atasan saya, tapi ini jam bebas kantor jadi bapak ga ada hak untuk bentak saya seperti tadi" lantang rima, kekesalan yang ia tumpuk sejak pagi meledak begitu saja.


banyak yang menyaksikan perdebatan keduanya sejak tadi tapi rima seolah buta, dia begitu kesal karena sikap bagas padanya.


"jangan membuat saya lepas kendali dan berbuat kasar" geram bagas saat menyadari mereka menjadi tontonan.


bruk, rima mendorong dada bagas dengan keras.


"peduli amat" rima kabur dan masuk kedalam lift meninggalkan bagas yang masih diam di tempat.


"****" umpat bagas.


bagas sempat menoleh sekitar begitu banyak karyawan yang menyaksikan perdebatannya dengan rima tapi bagas seolah tak perduli. ia membiarkan mereka berspekulasi atas kejadian yang mereka lihat.


ting, pintu lift tertutup.


"eh, itu drama apa barusan?"


"percintaan atau apa?"


"duh skandal ajudan dan tuan putri"


"tapi cocok aja, pak bagas ganteng si rima imut"


"hebat rima bisa sama pak bagas yang sedingin kulkas dua pintu"


"emang mereka ada apa?"


"pacaran ya?"

__ADS_1


semua yang menonton baru saling berbisik saat kedua pelaku drama sudah menghilang dari sana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2