
mencintai tapi kecewa, besar sekali harapan ku bersama dimas. aku mencintainya, tapi kenapa? kenapa? ini tak adil untuk ku. kami saling mencintai tapi harus terpisah karena kejahatan saudara sepupu ku sendiri.
apa tak ada laki laki lain yang bisa dia cintai? kenapa harus dimas kekasih ku? dia tau bagaimana aku mencintai dimas. cinta ini membuat seluruh raga dan hati ku sakit. aku masih sangat mencintai mu mas!!
dalam hatiku masih ada banyak cinta untuk mu, tapi tak mungkin lagi kita bisa bersama apalagi sekarang akan ada anak antara kau dan bela. kalian sudah menikah, entah pernikahan seperti apa yang kalian jalani. bahagia kah kalian? disini aku masih menahan perih.
menangis jadi teman setia ku, sering aku berdusta pada mama dan papa bahwa aku baik baik saja. bahwa aku kuat dan sudah mengikhlaskan semuanya, kebohongan kebohongan yang aku ucapkan makin menyiksa diriku.
aku merasa hari ini badan ku sedang tidak baik baik saja, semenjak pertemuan ku dengan dimas di warung makan tempo hari dan melihat kondisinya yang sekarang membuat nafsu makan ku menurun. badannya kurus penampilannya tak terawat seperti dulu wajahnya kusam dan menunjukkan kalau dia memang sedang sakit. ingin rasanya aku memeluknya saat itu, menangis sekencang mungkin dan mengatakan kalau aku masih sangat mencintai dirinya.
setelah memaksakan diri bersiap bekerja aku turun kelantai bawah untuk sarapan bersama mama dan papa. tapi begitu aku berdiri dekat kursi tempat biasa aku duduk, tubuh ku limbung dan aku tak mengingat apa apa lagi. ternyata aku pingsan dan tersadar saat sudah berada diruang rawat inap. aku pingsan hampir dua jam lamanya, terlihat mama papa dan om indra sangat mengkhawatirkan kondisi ku.
"ma" aku memanggil mama suara ku lemah badan ku pun terasa sangat lemas.
"sudah sadar nak, pa panggilkan dokter rima sudah sadar" mama mendekat kearah ku
"mau minum?" aku hanya menganggukkan kepala
"ayo mama bantu duduk ya"
dokter datang memeriksa kondisi ku, dokter bilang aku harus dirawat setidaknya selama tiga hari agar kondisi ku membaik. dokter juga meminta pada mama dan papa agar aku tak terlalu memikirkan hal hal berat yang malah akan memperburuk kondisi ku nantinya.
"rima, ada yang sakit? atau kamu ingin apa?" om indra duduk di kursi sebelah ranjang ku.
"rima ga apa kok om" aku tersenyum, om indra memang sangat menyayangi ku.
"ya sudah, mita sudah sedikit stabil papa dan om indra pergi sebentar ada meeting penting paling 2-3jam baru kembali. kamu disini sama mama dulu ga apa kan? nanti mbok akan antar keperluan selama kamu dirawat"
"iya pa ga apa" ucap ku pelan
"papa tinggal dulu ya ma" pamit papa pada mama
"kabari kalau terjadi sesuatu" giliran om indra bicara
"iya" jawab mama singkat
__ADS_1
sebentar lagi mama pasti aku mengintrogasi ku, hmm kan benar saja mama mendekat.
"kamu mikirin apa nak? sampai tumbang begini?"
aku diam tak mungkin rasanya jujur pada mama, aku malu.
"nak" mama menggenggam tangan ku
"cerita sama mama kalau memang kamu sudah ga sanggup"
"mama tau semuanya" mama mulai menangis, melihat air mata mama aku jadi ikut menangis. aku terisak terus terisak sampai tak bisa mengeluarkan kata kata
"ma"
"iya, menangis lah dulu" mama terus mengusap tangan ku, seperti ada kekuatan yang mama salurkan
"rima ga bisa, ga bisa lupain mas dimas. sakit ma, masih mencintai mas dimas tapi rima kecewa sama mas dimas" aku menangis benar benar menangis menumpahkan semua perasaan ku pada mama
"sekarang kamu ga mungkin sama dimas nak, dia sudah menikah. mama ga akan setuju kamu mengganggu mereka walaupun kita ga tau apakah dimas bahagia atau tidak dengan pernikahannya"
"rima tau, ga mungkin rima minta kembali pada mas dimas. tapi disini masih sakit ma, apalagi rima ketemu mas dimas dia sekarang kasian ma badannya kurus mukanya pucat" aku memegang dada ku dan kembali menangis sesenggukkan.
"kuat nak, pasrahkan hati mu pada tuhan"
"mama tau ini berat buatmu, mama juga merasakan sakit yang kamu rasakan walau tak akan sama rasanya bila menjadi kamu. kalian tak berjodoh, entah bagaimana mama bisa mengobati luka hatimu"
"rima harus bagaimana lagi ma?"
"rima kecewa sama mas dimas, tapi rima masih sangat mencintai mas dimas. rima bingung ma"
lama kami terisak bersama sampai aku tak sada tertidur karena lelah menangis. saat terbangun aku mendengar suara gemericik air di kamar mandi.
mungkin mama lagi mandi, itu perlengkapan dari rumah. kayaknya udah ada yang anter pas aku tidur tadi. saat aku berusaha untuk duduk ternyata ada notifikasi pesan di HP ku.
tring
__ADS_1
"kemana? mas ga lihat kamu kerja hari ini?"
mas dimas mengirimi ku pesan. setelah beberapa hari kemarin aku tak melihatnya sekarang dia yang menanyakan posisi ku. aku gamang, ingin membalas pesannya tapi aku takut. sampai tanpa aku sadari malah jari jari ku mengetik pesan balasan padanya.
"aku cuti" singkat hanya itu ya ku ketik
"kamu baik baik aja kan? ga lagi sakit kan?" masih sama selalu mengkhawatirkan kondisi ku.
"aku baik, tenang saja"
"syukurlah. selamat malam selamat istirahat"
aku hanya membaca pesan terakhirnya tanpa ingin membalas lagi. sampai mama sudah selesai mandi dan menghampiri ku.
"kenapa? ada yang telpon?"
"ga ma, cuma lihat HP saja"
"masih terasa pusing? mau makan sekarang?"
"udah enakan kok ma"
"ga usah mandi dulu ya, besok pagi aja mandinya" ucap mama lagi
"iya ma, tapi aku mau ke kamar mandi ya pengen ganti dan cuci muka"
"iya ayo mama bantu, itu mbok tadi dateng pas kamu tidur. dia bawa perlengkapan kita, mbok juga buatin bubur"
"iya nanti habis bersih bersih aku makan, pasti ada sup tulangnya juga" aku pamerkan deretan gigi ku
"iya iya, tau aja mbok bawa apa"
"kecium ma, seger banget kayaknya. tapi aku risih pengen ganti dulu"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1