
melupakan dengan sengaja itu akan semakin terasa sakit tapi bila hati mau berdamai dengan keadaan seiring berjalannya waktu kisah kelam bisa terlupakan begitu saja namun bila dipertemukan lagi apakah rasa itu masih ada dalam hati?
siang di hari minggu rima pergi seorang diri karena tak adanya teman dan pasangan yang bisa ia ajak untuk sekedar menemani akhir pekannya. karena stok cemilan menipis akhirnya rima memutuskan untuk pergi ke swalayan seorang diri. saat sedang mendorong troli dan memasukkan semua barang yang ia butuhkan, rima melihat sosok yang dulu pernah mengisi hatinya. dimas berada tepat di depan matanya, dengan gadis kecil yang duduk didalam troli. dengan sangat jelas dimas begitu bahagia bercengkrama dengan ella putrinya, ada senyum mengembang di bibir rima saat melihat keakraban ayah dan anak itu.
tak ada lagi sesal dan kecewa bagi rima atas pertemuan tak disengaja dengan dimas saat ini malah hatinya terasa damai menyaksikan kedekatan ayah dan anak itu. sedangkan disudut lain bagas memperhatikan gerak gerik rima saat dipertemukan dengan masa lalunya tapi rima terlihat begitu tenang malah wajahnya biasa saja tak menyiratkan kekecewaan seperti cerita bosnya seperti waktu lalu. apa rima sudah mengikhlaskan kisahnya dengan dimas berakhir batin bagas.
"eghm" bagas berdiri di samping rima dengan melipat kedua tangan di dada.
"asyiknya ketemu mantan, pasti getar getar cinta masih terasa" ledek bagas memancing amarah rima.
rima mendesis jengkel atas kehadiran bosnya ini dan pergi menghindar.
"eh, mau kemana?" bagas meraih pundak rima untuk berhenti.
"his apa sih" rima menghentak tangan bagas yang bertengger di pundaknya.
"mau nyamperin mantan ya" bagas masih terus memprovokasi rima.
"sinting"
tadi mukanya biasa aja kan ya pas ngeliatin mantan tapi tadi ku pancing pancing kok ketus. apa masih ada rasa?
saat mencari keberadaan rima tak sengaja bagas melihat rima tampak sedang mengobrol dengan bagas walau mereka terlihat begitu canggung. **** umpat bagas dan bergegas mendekat.
__ADS_1
"sayang" panggil bagas tepat disebelah rima.
rima mendengar suara bagas seketika menoleh dan mengernyitkan keningnya saat bagas memanggilnya sayang. rima mendelik seakan akan ingin menelan bagas bulat bulat.
"oh hai, temannya rima? kenalkan saya bagas calon suaminya" ucap bagas dengan percaya diri.
"dimas dan ini ella putri ku" jawab dimas memperkenalkan diri dengan raut wajah terkejut tapi dia berusaha untuk bisa tenang.
sementara rima yang berada di dalam skenario buatan bagas tampak begitu geram dengan lelaki yang kini mengaku menjadi calon suaminya. karena tak tahan rima pamit lebih dulu pada dimas, dan mereka sekarang akan mulai perdebatan sengit di dalam mobil rima setelah tadi bagas tetap memaksa membayar semua belanjaan dan bahkan ikut membantu membawa barang ke mobil rima.
brak
bagas berjingkat kaget karena mendengar suara pintu mobil di banting. sungguh gadis ini suka sekali membanting semua jenis pintu bila sedang kesal sindir bagas dalam hati.
"keluar" tatapan mata rima menghunus tajam penuh amarah.
"kenapa? marah karena saya ganggu kamu bertemu mantan mengenang masa lalu" bagas berucap sinis.
"apa urusannya sama bapak? saya mau bertemu mantan atau balikan lagi sama mantan itu ga ada urusannya sama bapak" akhirnya rima membuka suara.
"rima" suara bagas terdengar dingin dia mengetatkan rahangnya.
rima sedikit merasa takut saat melihat bagas begitu menyeramkan saat ini.
__ADS_1
"jangan pernah kamu punya pikiran untuk kembali menjalin kasih dengan pria tadi"
"kenapa? apa urusannya sama bapak, bapak bukan siapa siapa saya"
"saya sudah menawarkan diri untuk menjadi siapa untuk mu tapi kamu menolaknya" geram bagas.
"cukup pak, jangan terus mempermainkan saya. bapak memeluk mencium bapak sesuka hati bapak lalu bapak bermesraan dengan wanita lain. itu yang bapak maksud dengan menyukai saya begitu?" teriak rima akhirnya ia sudah tak mampu membendung amarahnya.
"berhenti panggil saya bapak, saya bukan bapak mu. dan saya ga pernah bermesraan dengan mita"
"bohong, keluar keluar sekarang. tolong berhenti ganggu perasaan saya. biarkan saya menata hati saya kembali, saya ingin kembali di saat tak mengenal bapak di saat saya tak memiliki perasaan untuk bapak. tolong, jangan lagi ada interaksi selain untuk urusan pekerjaan" rima menangis ia mengungkap perasaan secara tak langung pada bagas.
apa? itu yang rima bilang apakah dia juga sama dengan ku? kami saling tertarik tapi terjadi salah paham disini.
"rima, tolong dengar saya." bagas melunak
"ga" rima merajuk.
"sayang" panggil bagas lembut.
"aku cinta kamu" ucap bagas kembali sambil meraih tubuh rima masuk kedalam pelukannya.
rima menangis dalam pelukan bagas melupakan amarahnya dan mendekap pinggang bagas begitu erat.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=