kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
batal mekar


__ADS_3

setelah dua hari beristirahat dan meminum obat, rima sudah nampak sehat ditambah kehadiran kedua orang tuanya membuat rima cepat merasa baikan.


begitu pulang dari dokter mbok sinta langsung mengabari puji kalau rima sedang tidak enak badan. tanpa berfikir panjang heru puji menuju kampung halaman dengan sopir pribadi mereka.


karena rima merupakan anak semata wayang tentu membuat kedua orang tuanya sangat protektif pada dirinya di tambah kondisi rima yang memang sedang tidak baik baik saja.


"udah seger aku ma, udah bisa di tinggal kok. kasian kerjaan papa kalau kelamaan disini" rima duduk di samping sang ibu saat sedang santai di sore hari.


"ga ah, mai disini dulu nemenin kamu" kata puji.


"aku udah gede ga usah ditemenin segala kali ma"


"kamu tetep putri kecil papa dan mama nak, walaupun nanti kamu sudah menjadi orang tua" heru menyela obrolan anak dan istrinya.


"hmm" rima hanya berdehem.


masih sangat malas rasanya jika harus membahas kodratnya sebagai wanita, menikah melahirkan dan sebagainya. ia merasa masih terlampau jauh untuk memikirkan hal itu di waktu sekarang.


"bukan maksud papa menyinggung, tapi kamu harus kembali menata hidup. keterpurukan ini jangan terus kamu pelihara, yang ada nanti kamu jadi anti sama laki laki" jelas heru pada putrinya.


obrolan serius pikir rima, mungkin ini saatnya ia menyampaikan isi hatinya.


"pa, untuk saat ini rima mau begini dulu. ya mungkin setahun atau dua tahun mendatang baru memikirkan pasangan, rima masih mau sendiri. belum bisa membuka hati, masih terlalu sakit"

__ADS_1


"kami ga masalah kapan waktu yamg kamu mau untuk menikah, yang penting kamu harus bisa bangkit dari semua ini. hanya kamu milik mama dan papa" suara puji lemah menahan tangis.


"jangan nangis nangis lagi ya?" pinta rima.


di dapur ----------->


"rima ga ada perubahan sama sekali ya mbok?"


mbok sinta hanya menggeleng sambil memetik sayuran yang akan ia simpan di dalam kulkas. mereka serempak menarik nafas berat.


"ga mau keluar halaman nya, cuma di sekitaran rumah saja. kemarin mau ke dokter karena seharian saya bujuk"


"kata dokter apa mbok?"


"tau aja dokternya kalau rima emang perlu piknik" puji cekikikan.


"dokternya masih muda nya, kayaknya naksir non rima. wong pas liat non rima masuk ga kedip pak dokternya"


"yang bener mbok? ganteng dokternya?" puji tampak semangat.


"ganteng, orang dari kota bukan asli sini nya. udah mau setahun disini, tapi non rima kayak belum tertarik mau suka sama cowok lagi" mbok sinta tampak sedih.


"lama kayaknya mbok, saya sedih tapi ga mau bikin rima jadi makin tertekan kalau di paksa harus cari pacar cepat cepat"

__ADS_1


"iya nya, batal nikah itu memang luka hatinya lama sembuh. banyak yang ngalamin kayak non rima, malah ada yang sampai gila. amit amit jabang bayi, jangan sampai non rima begitu"


puji dan mbok darmi kompak bergidik ngeri, jangan sampai kondisi rima sampai menyeramkan seperti itu karena batal menikah dengan dimas.


lain hal dengan rima yang belum tertarik lagi untuk memiliki pasangan, dokter aji semakin di buat frustasi dengan cintanya yang tiba tiba bergejolak. selera makan menurun kantung mata menghitam dan langkah kakinya selalu lemas semenjak pertemuannya dengan rima tempo hari.


"itu pak dokter makin lesu aja ya"


"putus cinta apa ya?"


"emang dia punya pacar?"


"gantengnya merosot drastis"


"duh kalau beneran udah punya pacar itu si ...... gagal merekah cintanya"


bisik bisik antar perawat bidan dokter dan staf di klinik itu semakin sering terdengar. aji memang maskot klinik sehat selalu semenjak setahun belakangan ini. wajahnya yang tampan hidung mancung mata tajam kulit kuning langsat dan jangan lupakan postur tubuhnya yang tegap semakin membuatnya terlihat sempurna. banyak kaum hawa yang tergila gila pada aji tapi sampai detik ini baru rima yang mampu menggoyahkan pertahanan aji.


"buta banget cinta pandangan pertama gue ini, duh kayak zombie gini gue jadinya" rutuk aji saat melihat dirinya di cermin toilet klinik.


rima memutuskan untuk kembali bersama kedua orang tuanya untuk ikut bergabung ke perusahaan indra dan heru. walaupun belum berkeinginan mencari cinta tapi setidaknya ia ingin bekerja agar memiliki kesibukan untuk mengalihkan pikirannya.


keputusan rima kembali akan membuka lembaran baru dalam kisah percintaannya dengan orang yang tak di sangka sangka.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2