kecewa tak bertepi

kecewa tak bertepi
interogasi


__ADS_3

"makan masakan padang ya" rima membuyarkan lamunan indra heru dan bagas di dalam lift.


"iya" jawab ketiganya kompak.


oke, aku siap di sidang papa sama om indra sekarang gumam mita dalam hati sambil melirik kerah ayah dan pamannya. seperti tersangka pasangan yang sedang dimabuk cinta ini di sidang oleh indra dan heru. heru yang sejak tadi sudah sangat gemas dengan pasangan ini berbeda dengan indra, dia terlihat sangat tenang namun dalam kepalanya sudah merancang rencana besar untuk bagas dan rima. indra ingin segera menikahkan keduanya agar bisa menyerahkan sebagian tanggung jawab pada bagas dan rima sementara ia ingin rehat sejenak untuk menikmati hidup.


"sejak kapan kalian bersama?" tanya heru memecah keheningan setelah santap siang berakhir namun mereka berempat sibuk sendiri dengan pikiran masing-masing.


"baru seminggu" rima terus menjawab pertanyaan yang ayahnya lontarkan, ia tak sedikitpun membiarkan bagas untuk menjawab.


"kenapa pacaran ga bilang papa?"


"harus ya pa bilang bilang papa?"


"kamu serius saka rima gas?


"serius lah pa, kalau ga serius aku cincang mas bagas sampai halus"

__ADS_1


heru berdecak kesal "kenapa kamu terus yang jawab sih" gerutu heru melihat tingkah menyebalkan putrinya saat ini. alamat bucin nih anak gue batin heru melihat rima terus menoleh ke arah bagas yang sekarang duduk di sebelahnya.


"interogasi mu sudah selesai her?" akhirnya indra membuka suara.


"hmm" gumam heru malas.


"gas" panggil indra.


"ya pak" bagas menegakkan posisi duduknya, ia tau indra sedang dalam mode serius saat ini.


"kapan kamu siap menikahi keponakan saya?"


"gas" indra acuh ia kembali fokus menunggu jawaban dari asistennya ini.


"kapanpun saya siap pak, asal pak heru sudah memberi restu dan ijin pada saya untuk meminang rima" dibawah meja bagas menggenggam erat tangan rima sebagai tanda keseriusannya.


"saya siap membiayai semuanya tapi saya minta satu hal kamu mau tinggal dengan kami, kamu tau kan rima adalah satu-satunya anak kami" tatapan heru dan indra bertemu, mereka berdua sama beratnya berada di situasi begini.

__ADS_1


rima menggeleng tentu itu membuat ketiga pria yang ada disana melongo terutama bagas ia merasa ditolak lagi dan hatinya terasa panas. kenapa rima menggelengkan kepalanya? apa dia tak mau menikah dengan ku? apa dia mempermainkan hubungan kami ini? banyak pertanyaan yang muncul akibat gelengan rima itu.


"sayang" gumam bagas tapi masi mampu rima dengar.


"jangan buru-buru bahas pernikahan om, please. kami baru bersama, ijinkan rima pacaran lebih lama lagi dengan mas bagas mungkin beberapa bulan atau setahun baru rima mau membahas pernikahan" rima menundukkan kepalanya, masih ada sisa rasa takut dalam dirinya mengingat ia pernah gagal.


heru yang tau putrinya sedang tak baik-baik saja turut merasakan kegelisahan itu.


"gas, saya sebagai ayah ingin yang terbaik untuk anak kesayangan saya ini. dia segalanya bagi saya, saya merestui kalian tapi dengan syarat hanya ada kalian berdua saja dalam hubungan ini. kalau kamu mendua kembalikan rima kepada saya secara gentle walaupun kalian baru berpacaran tapi saya anggap kamu sudah memiliki komitmen untuk berhubungan dengan putri saya.


"ga usah tegang, her" indra menepuk pundak adiknya.


"kenapa gas muka mu gitu amat, udah kebelet kawin?" tanya indra dan bagas mengangguk samar.


hahahaha tawa menggelegar terdengar dari mulut indra ia sungguh tak habis pikir saat akan didekatkan mereka menjauh tapi saat di pasrahkan justru mereka bersatu. inikah jodoh dan takdir tuhan.


"pacaran saja dulu, benar kata rima kalian harus penjajakan dulu lah baru bahas menikah. tapi rim, om mau jangan terlalu lama. setengah tahun ya, kamu ga tau kan usia bagas sekarang sudah berapa takutnya dia nanti keburu encok nunggu kamu siap buat dinikahi" seloroh indra

__ADS_1


"her posisi ku dan kamu aman, setelah ini aku mau cuti barang 2 atau 3bulan ke kampung mau menikmati suasana pedesaan."


"ga usah ngawur" sentak heru, ia tak akan mampu mengurus semuanya seorang diri walau indra sudah menyiapkan bagas yang sangat kompeten.


__ADS_2