
hari yang rima lalui terasa masih sangat berat sekarang rima lebih banyak diam dan suka menyendiri, dilingkungan kerja pun ia tak terlalu banyak dekat dengan sesama karyawan. rima akan berangkat dan pulang sesuai jam kantor, tak ada keinginan untuk ikut bergabung dengan teman teman kantor saat ia sekedar diajak nongkrong di kafe atau menonton film di bioskop.
mita tak menyadari kau pas diseberang ruko tempat kantornya berada adalah toko elektronik milik orang tua dimas dan dimas berada disana setiap hari. kalau mereka jodoh karena akan sering dipertemukan tapi sungguh itu pasti menyiksa rima dan dimas, mereka tak akan bisa lagi untuk saling memiliki. selain dimas sudah menikah karena ada hati yang masih sangat kecewa akan penghianatan yang tak sengaja dimas lakukan .
hari ini entah kenapa rima ingin sekali makan siang di warung padang samping kantornya padahal ia biasanya akan membeli makan siang online dan diantar oleh kurir.
setelah memesan dan duduk rima memainkan HP ditangannya ia tak menyadari kalau laki laki yang masih ia cintai juga akan makan disana. begitu pandangan mereka bertemu secara tak sengaja ada senyum kecut dibibir mereka, senyum yang sama sama mengisyaratkan kekecewaan mendalam padahal masih ada banyak cinta yang mereka miliki.
sampai kapan mereka dua manusia yang dulunya saling mencinta dan ingin saling memiliki ini akan berteman dengan rasa sakit. sebenarnya mereka sama sama tak ingin terpisah, cinta yang begitu besar terbukti tetap tak bisa menyatukan mereka karena rasa kecewa.
"aku masih ngerasa kangen kamu mas, kamu terlihat semakin kurus dan tak terurus" prolog rima dalam hati walau dia bersikap cek saat dimas duduk diseberang mejanya sekarang.
"mas kangen sayang, pengen peluk kamu rasanya. mas cinta kamu rim" dimas juga bicara dalam hati sambil pura pura melihat keluar warung makan.
mereka seperti dua orang yang tak saling mengenal, tap menyapa atau sekedar memberi senyum. makan dalam diam dan berlalu pergi setelah selesai makan.
setelah makan siang tadi, rima dan dimas jadi tidak fokus. pikiran mereka masih sering berandai andai kejadian ini tak pernah terjadi pasti mereka sudah mereguk manisnya penyatuan cinta yang selama ini mereka impikan.
"pak ada yang mau bayar itu" tegur karyawan dimas di toko
__ADS_1
"owh iya, sudah kami nota mar?" tanya dimas pada damar
"sudah pak, ini" dimas menerima nota pembelian yang diberikan oleh damar dan langsung menghitung total yang harus dibayarkan oleh pembeli.
"sudah jam 5 ayo tutup tokonya mar, jangan sampai lewat jam kerja kalian"
"siap pak, tadi pembeli terakhir"
dimas mengangguk dan menyimpan semua barang yang harus ia bawa pulang. diparkiran lagi lagi dimas tak sengaja bertatapan dengan rima yang sudah berada diatas motornya saat hendak pulang. keduanya membuang pandangan tetap berpura pura tak saling mengenal. untungnya tak ada satupun orang disana yang tau kalau mereka pernah memiliki hubungan.
"kenapa aku ga sadar sih kalau mas dimas ada toko elektronik disini juga, kalau kayak gini kami bakal ketemu tiap hari yang ada aku makin keki dan ga bisa cepet move on dari dia" sepanjang jalan menuju rumah rima terus saja bergumam diatas motor.
"bu ini hasil hari ini, ibu lihat lagi ya" dimas menyerahkan pendapatan toko hari ini pada ibunya
"suruh bela yang ngitung dan nyocokin sana"
"ga usah, kasih aja aku uang tiap minggu kayak biasanya untuk bensin dan uang makan sama minta tambahan dikit buat ku kasih ke bela"
"kamu udah nikah dim, ajak bela berunding masalah keuangan mu biar dia tau"
__ADS_1
"dia ga usah tau apa apa bu, yang penting kandungannya sehat saja sudah. dia juga tak kasi uang jajan kok nanti"
dimas sekarang selalu tak mau dibantah saat sudah mengambil keputusan tentang bela, seperti sedang menghukum bela. dimas tak pernah mau melibatkan bela dalam hal apapun menyangkut kehidupannya. bela hanya akan berdiam diri dirumah, dan diberi uang saku oleh dimas sebesar 500ribu setiap seminggu sekali.
"ini uang jajan mu minggu ini" dimas menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan kepada bela.
"mas tambahin lah sedikit masa iya aku terus dikasih 500ribu selama seminggu, baru 2hari ini udah habis mas"
"kamu disini ga perlu beli apa apa bel makan tinggal makan buah cemilan juga ada di kulkas udah disiapin sama ibu"
"aku perlu jajan untuk diriku mas, skincare nail art perawatan spa belum lagi semenjak menikah aku udah ga pernah shopping sama sekali"
"ck aku ga perduli 2juta sebulan untuk dirimu aku rasa cukup"
"aku kurang mas, 2juta sebulan sampai mana? kamu kerja lagi aja ngapa sih mas. cuma jaga toko kayak gini ga bikin kenyang tau ga" bentak bela pada dimas
"pendapatan ku ga perlu kamu rau berapa, tapu memang jatah mu hanya 2juta sebulan. aku ga akan pernah nambahin, alasan ngidam mu sudah ibu yang turuti semua jadi ga usah bawel lagi. aku capek mau tidur, kalau kamu bersuara lagi aku kunci lagi kamu di kamar mandi"
bela langsung kincep tak berani menyahut karena ia tak mau dikurung lagi oleh dimas.
__ADS_1