
manusia itu tempatnya hati yang dengan mudah untuk di bolak balikan, sekarang senang bisa saja beberapa saat kemudian akan bersedih. sama seperti kelima hati yang sekarang sedang jumpalitan semuanya merana meresapi cinta dan ambisi mereka yang tak bisa terus bertahan.
di dalam sebuah kamar sederhana, pria tampan gagah incaran banyak wanita sedang menatap langit langit kamarnya. cinta yang belum sempat terbalas harus ia kubur begitu saja. bagas yang dulu menutup rapat pintu hatinya saat bertemu rima langsung bergetar bahkan ia berani dengan tegas mengatakan ketertarikannya pada ayah sang gadis.
apes pikir bagas, bisa banget rima bikin hati hancur sampe ke dasar jurang yang paing dalam. bergetar banget pas bisa peluk dia kemarin, mana harum lagi orangnya. beneran gila gara gara si rima, arrrrgghhhh kenapa sih pak heru ga kasih izin di tambah anaknya juga nolak gue secara halus. apa iya harus gue batalin aja acara jatuh cinta ini.
bagas berguling ke kanan dan kiri di atas kasur sambil memeluk guling, ia sangat frustasi memikirkan penolakan yang didapatnya.
-------->
ambar yang juga sedang berbaring murung di dalam kamarnya terus mengumpat dalam hati karena masih tak terima atas pembalasan yang di dapatnya dari indra. ia di ceraikan tanpa mendapat harta sepeser pun, gaya hidup mewah ambar harus berhenti. bahkan untuk membeli makanan mahal pun sekarang ambar sudah tak mampu. ambar di beri rumah mobil dan sebuah mini market oleh indra sebagai alat untuk mencukupi kehidupannya. dan mini market itu di urus oleh bela karena ambar hanya terus mengamuk dan mengurung diri di dalam rumah. sejak di usir dari rumah heru ambar sudah menyusun rencana dan ia sudah meyakini hal untuk memberi pelajaran pada okta karena sudah merebut indra ATM berjalannya selama ini.
__ADS_1
"aku kira indra benar sangat tergila gila pada ku, sampai saat dia bisa ku genggam malah aku sendiri yang mengendurkan genggaman itu. indra adalah jenis pria yang akan gampang luluh hanya dengan perhatian sederhana, salah ku karena mengabaikannya untuk segala kesenangan ku. seandainya aku masih mengurusnya dan tetap memberi perhatian tidak mungkin indra menguliti aku sampai seperti ini. pasti karena dukungan heru dan puji makanya indra jadi punya keinginan untuk menyelidiki semua perbuatan curang ku sejak awal" gumam ambar saat ia merasa lelah dengan segala persoalan hidupnya.
------->
setibanya di rumah dan membiarkan ibunya untuk mengurus ella, dimas memutuskan duduk di ruang keluarga. ia terdiam matanya menerawang jauh, membayangkan kejadian dua tahun kebelakang saat semua kehancuran hidupnya di mulai.
"rim, masih terlihat luka dan cinta menjadi satu dari sorot mata mu. mas bisa merasakan betapa kamu berjuang membenahi semuanya seorang diri, mas pun sama dengan mu rim. sampai saat ini mas masih menyimpan rasa itu tapi keberadaan ella selalu bisa mengurungkan niat mas untuk mencoba mendekati mu lagi. pasti kamu akan semakin terluka bila mas mendekat padahal ella adalah bukti semua kesalahan yang mas lakukan, tapi ella bukan kesalahan rim dia sumber kekuatan mas sekarang"
------->
pikiran hati serta fisik rima sudah sangat lelah harus terus bergelut dengan rasa kecewa yang mengakar dalam dirinya. entah apa yang membuat rima begitu sulit melupakan dimas bahkan dirinya pun enggan untuk membuka pintu maaf bagi dimas walaupun masih ada cinta yang begitu dalam.
__ADS_1
"aku lelah begini terus, dunia ini sempit kemana pun aku pergi kemungkinan untuk bertemu dia itu selalu ada. berdamai dengan keadaan begini sulitnya, padahal aku sudah meyakinkan diri kalau aku bisa. tapi tetap saja saat melihatnya aku selalu menangis dan hati ku nyeri seperti di remas remas" rima menjatuhkan tubuhnya di ranjang kepalanya mendadak sakit karena bertemu dimas di taman tadi.
kemana bela kenapa dia tak ada disana menemani dimas dan anak mereka. tadi hanya ada orang tua dimas saja disana. mita kembali memikirkan pertemuannya dengan dimas, entah kenapa ada rasa penasaran untuk bela.
--------->
mama sudah seperti mayat hidup, kerjanya setiap hari hanya mengamuk dan menjerit. untung ada mini market pemberian papa aku jadi ada kegiatan kalau tidak mau apa aku setiap hari. tinggal di rumah mas dimas sudah tak punya muka, sidang tinggal menunggu putusan saja. tadi pagi semua barang ku sudah ku bawa ke rumah mama, tak ada sesal untuk ella karena harus meninggalkannya tapi aku malah berat pada ayahnya. sudah dua tahun memburu mas dimas dalam pernikahan tak juga aku bisa meluluhkan hatinya, aku menyerah ku biarkan dia menceraikan ku asal aku mendapat pembagian harta darinya tak perduli ella dia yang akan mengasuh.
aku sudah lelah menangis berteriak mengamuk dan bahkan merendahkan diri di depan mas dimas demis memohon cintanya. tapi hanya rima, hanya rima yang memenuhi hidupnya. tak ada lagi celah untuk ku agar bisa masuk dan memiliki dirinya. selama menikah aku di perlakukan layak hanya karena aku mengandung ella tak pernah ada cinta di setiap perhatian yang mas dimas berikan. akhirnya aku mau di ceraikan asal aku di beri sejumlah uang olehnya dan aku tak mau hak asuh ella ada pada ku.
egois, aku adalah ibu super jahat karena menolak untuk merawat anak sendiri. tapi semua ku lakukan sebagai bentuk protes ku pada mas dimas karena ia tak mau memberi aku cintanya padahal aku amat sangat mencintai dia.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=