Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Impian Anak Gadis


__ADS_3

...“Hampir semua impian anak gadis ingin menikahi ayahnya. Ciara mau jadi salah satu dari mereka. Ciara … mau menikah dengan Daddy Cio. Boleh, ya?” – Ciara A. Garnacho ...



Hari itu, Abercio dan Ciara saling mengetahui perasaan terlarang yang mereka miliki. Hanya saja, Ciara sudah yakin seratus persen akan perasaannya. Sedangkan Abercio masih belum terlalu yakin akan kehadiran 'cinta' yang ia miliki pada Ciara. Pikir Abercio, ia terobsesi dengan gadis itu hanya karena nafsu semata.


"I love you, Daddy Cio. Tetap jadi Daddy yang terbaik buat Ciara, ya? Jangan kecewain Ciara ... anak Daddy Cio."


Ciara sadar bahwa ucapan 'aku mencintaimu, Abercio Sanchez' yang ia utarakan tadi itu sangatlah fatal. Tanpa mengulur waktu, ia bergegas mengulang kembali kalimat cinta tersebut dengan penekanan cinta seorang anak kepada ayahnya.


Abercio tersentak dari lamunannya. Awalnya ia berfikir bahwa Ciara memiliki perasaan khusus padanya, ditambah lagi saat gadis itu berbicara sendiri saat ia pura-pura tidur sebelumnya.


"Oh ... ini cinta yang dia maksud? Cinta seorang anak kepada ayahnya? Hahaha... kau terlau berharap banyak Abercio," pikir Abercio sambil memaksakan senyumnya.


Keduanya terlihat canggung dan memaksakan senyum agar terlihat baik-baik saja. Mereka saling tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Tak ada yang berani mengutarakan cinta terlarang yang perlahan bersemi di antara mereka.

__ADS_1


"Ya udah. Hari ini kamu mau ke mana?" tanya Abercio menghapus kecanggungan di antara mereka.


"Ciara mau ke kampus," jawab Ciara santai dengan tatapan polos seperti biasa.


"Kampus?" Abercio mengerutkan keningnya. "Kan kuliah belum mulai?"


Ciara cengengesan sambil menatap Abercio. "Ciara ... Ciara ada janji sama Kak Leo."


Abercio tak mampu menahan rasa terkejutnya. Apalagi melihat Ciara yang sepertinya senang dan bersemangat ingin bertemu dengan bocah itu. Ingin sekali ia melarang gadis itu bertemu dengan bocah yang kini terang-terangan mengincar rubah kecilnya.


"Yah ... emangnya ada yang mau nikah sama Ciara?" celetuk Ciara dengan sengaja sambil mencebik. Ia benar-benar sengaja mengatakan hal tersebut dan ingin mendengarkan apa jawaban dari Abercio.


Saat itu Abercio terdiam sesaat. Tatapan matanya kosong tak bertumpu.


Ciara menatap lekat ke arah Abercio sambil menggigit bibirnya. "Ayo! Katakan aku akan menikahimu! Meskipun itu mustahil di antara kita!"

__ADS_1


Abercio tersenyum sambil mengacak-acak rambut Ciara yang masih basah.


"Ya pasti ada dong. Anak Daddy Cio ini 'kan cantik. Siapa sih yang nggak mau nikah sama gadis cantik begini?" Abercio berusaha mengatakannya dengan santai meski hatinya kesal sekali saat membayangkan gadis itu akan menikah dengan pria lain.


"Cih! Ucapan dan kelakuannya tak sejalan! Lihat saja! Aku akan menyiksamu sebagai hukuman atas perbuatanmu semalam!" kecam Ciara dalam hati.


Ciara sadar bahwa saat ini ia hanya mengenakan handuk. Tubuhnya yang masih wangi dengan sengaja ia gunakan sebagai senjata ampuh untuk menyiksa Abercio yang kini ia cap sebagai Pria Mesum!


"Daddy Cio ..." Ciara dengan sengaja mendempetkan tubuhnya ke arah Abercio. Tangan nakalnya melingkar ke pinggul Abercio. Kemudian ia memeluk tubuh pria itu dan mendaratkan kepalanya ke dada bidang Abercio.


“Hampir semua impian anak gadis ingin menikahi ayahnya. Ciara mau jadi salah satu dari mereka. Ciara … mau menikah dengan Daddy Cio. Boleh, ya?”


...❣️❣️❣️...


...BERSAMBUNG…...

__ADS_1


__ADS_2