Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Keseriusan Abercio Sanchez


__ADS_3

..."Aku serius. Aku akan bertanggung jawab penuh atas Ciara. Aku akan menikahinya dan membahagiakannya sampai tutup usia. Bahkan, aku akan membuat Ciara menjadi Ratu seumur hidupnya." – Abercio Sanchez...



Kembali ke masa sekarang.


Keesokan harinya, di ruang tamu di mana sebelumnya Abercio dan Ciara di sidang oleh Lucy, di sanalah kini mereka bertiga berada.


Lucy duduk bersebelahan dengan Ciara. Sedangkan Abercio duduk berseberangan dengan mereka berdua.


"Saat aku kembali ke ruangan, Julia sudah tiada. Sementara Ciara," Lucy menatap ke arah Ciara dan membelai lembut punggung kepala gadis itu.


"Bayi itu menangis histeris, seolah-olah dia tau kalau ibunya pergi meninggalkannya selamanya," lirih Lucy dengan suara yang serak.


Ciara yang mendengarkan hal tersebut, ia hanya bisa meneteskan airmata satu per satu. Sudah beberapa jam ia mendengarkan cerita Lucy di ruang tamu tersebut, hatinya semakin berkecamuk tak menentu.


Ciara merasa bersalah atas apa yang telah dilakukan oleh ibu kandungnya. Ia merasa bersalah karena perbuatan Julia, Lucy sampai terpaksa membesarkan seorang bayi yang merupakan hasil perselingkuhan ayah dan ibunya.


"Mommy," isak Ciara, "maafin Ciara, hikss ... hikss ...."


"Gara-gara Ciara, Mommy harus menahan hati selama hampir sembilan belas tahun. Andai Ciara nggak ada—”


Lucy langsung memeluk Ciara. Ia menepuk pelan punggung gadis itu. Lalu ia mendaratkan dagunya ke bahu Ciara.


"Nak ... terima kasih karna udah terlahir ke dunia ini," bisik Lucy bersungguh-sungguh.


Mendengarkan ucapan singkat Lucy, tangis Ciara semakin membuncah. Entah kenapa hatinya terasa begitu penuh dan sesak. Ada rasa hangat dan haru yang bercampur menjadi satu.


"Andai aku di bawa kembali ke masa lalu, walaupun Julia mengkhianatiku, aku tetap akan mengangkatmu sebagai anak," ucap Lucy.


"Apapun yang terjadi, bagiku kamu tetap anak kandungku. Walaupun bukan dari rahimku sendiri," imbuh Lucy.


"Ciara sayang Mommy, hiks ... hiks ...."


Keduanya saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Bagi Lucy, masa lalu biarlah berlalu. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana memaksimalkan masa sekarang agar masa depan nanti tak ada penyesalan.


Di saat yang sama, saat di mana Lucy dan Ciara berpelukan, Abercio menatap mereka dengan perasaan iri. Namun iri yang ia miliki saat ini bukanlah iri yang berdampak negatif. Ia hanya iri bagaimana bisa kedua orang itu saling sayang, padahal mereka sama sekali tak ada hubungan darah.


"Miris ... saat keluarga terasa seperti orang lain dan orang lain terasa seperti keluarga," batin Abercio pilu.

__ADS_1


Kejadian tersebut kembali mengingatkannya akan kisah lampau yang terjadi pada ia dan keluarganya. Ayah yang merupakan darah dagingnya menjadi orang lain. Sedangkan Ciara yang bukan darah daging Lucy menjadi keluarga yang sangat disayang.


"Abercio ..." panggil Lucy beberapa menit kemudian.


Lucy terlihat sudah lebih tenang saat ini. Begitu juga dengan Ciara. Gadis itu memeluk Lucy dari samping dengan mata yang sembab.


"Apa rencanamu sekarang?" tanya Lucy. Ia menatap ke arah Abercio dengan serius. Seolah-olah sedang menyinggung tentang tindakan apa yang akan ia ambil untuk Ciara.


Abercio menatap balik ke arah Lucy dengan tatapan yang serius. Ia duduk dengan tegap dengan kedua tangan yang terkepalkan.


"Aku akan menceraikanmu," ucap Abercio gamblang.


"Setelah itu aku akan menikahi Ciara."


Lucy menghela nafasnya. Entah nafas lega atau nafas berat. Pasalnya, ada kegundahan dan kegelisahan yang masih menyelimuti dadanya.


"Terus, tugas dari kontrak kita? Apa Ciara yang akan melakukannya?" tanya Lucy dengan raut wajah yang khawatir.


Ciara langsung melepaskan pelukannya dari Lucy. Ia menegakkan posisi tubuhnya duduk menghadap Lucy.


"Sebenarnya, apa sih isi kontrak Mommy dan Daddy?" Ciara menatap ke arah Lucy dan Abercio silih berganti.


"Isi kontrak tersebut sebenarnya sepele. Tapi aku tak mengerti kenapa sekarang jadi serumit ini," lirih Abercio pelan sambil menatap ke arah Ciara yang kini menatap ke arahnya.


"Mungkin kontraknya jadi bermasalah karena aku jatuh cinta pada anak dari istri kontrakku sendiri," imbuhnya sambil tertawa pelan. Ia menertawakan dirinya sendiri yang entah kenapa bisa melenceng sejauh itu.


Lucy tertawa pelan mendengarkan ucapan Abercio. Sedangkan Ciara, ia menatap tak mengerti ke arah kedua orang itu silih berganti.


"Haaa ...." Abercio menghela nafasnya.


"Sebenarnya, aku meminta Lucy menikahiku agar Sabrina berhenti mengejarku. Dia itu seperti lintah yang menempel di tubuh. Sangat menjijikkan. Kalau bukan karena Ben menyukai Sabrina, mungkin gadis itu sudah lenyap kubuat," geram Abercio kesal.


"Kenapa harus Mommy? Kenapa nggak wanita-wanita lain yang jauh lebih muda dari Mommy?" selidik Ciara dengan mimik wajah yang kecut. "Kan bisa aja Daddy nikah kontrak sama wanita muda lain dan ujung-ujungnya jatuh cinta."


"Eh ... nikah beneran deh jadinya. Bukan kontrak lagi," imbuhnya.


Abercio dan Lucy tertawa terbahak-bahak dengan pertanyaan Ciara. Abercio paham kenapa Ciara bertanya seperti itu kepadanya. Gadis itu terlihat cemberut dengan wajah yang merengut. Sudah pasti itu ekspresi yang menunjukkan bahwa gadis itu sedang cemburu dengan pertanyaannya sendiri.


"Itulah kenapa aku tak mau membuat kontrak dengan wanita muda," jawab Abercio lugas.

__ADS_1


Jawaban tersebut membuat Ciara semakin tak mengerti dengan apa yang Abercio katakan.


"Kamu tau julukanku?" tanya Abercio kepada Ciara.


Lucy menatap tajam ke arah Abercio. Ia tersentak sesaat. Kenapa sejak kemarin dia benar-benar melupakan hal yang satu ini?! Bagaimana bisa ia mempercayakan anak gadis yang ia cintai pada seorang pria berhidung belang?!


"Pria hidung belang?!!!" sahut Lucy dengan penuh penekanan. "Nggak nggak nggak. Aku nggak bisa menyerahkan Ciara padamu."


"Hmm. Itu dulu," ucap Abercio sambil tersenyum, "tapi sejak berhubungan dengan Ciara, aku sudah tak pernah bergonta ganti wanita."


"Maksudmu?!" Lucy langsung berdiri dari duduknya. Matanya melotot ke arah Abercio. Ia sedikit membungkuk ingin mengambil secangkir teh yang sudah dingin.


"Kamu udah nggak pernah gonta ganti wanita karena sekarang bisa melampiaskannya ke Ciara?!!!"


"M-Mommy." Ciara berdiri dan bergegas menahan tangan Lucy. Ia mendadak panik melihat keagresifan induk singa yang sedang menjaga anak singanya.


Di saat yang sama, Abercio berdiri dari duduknya. Ia menatap Lucy dengan sangat serius.


"Oleh karna itu, izinkan aku menikahinya."


"Benar. Aku menikah kontrak denganmu karena tak ingin terlibat hubungan yang serius dengan wanita manapun yang berujung dengan pernikahan."


"Tapi Ciara berbeda. Aku ingin menikahinya karena aku sendiri yang ingin serius."


"Lagipula ... aku 'kan sudah membuka segel perawan Ciara—”


"Abercio!!!" bentak Lucy semakin mendidih mendengarkan celetukan Abercio yang begitu gamblang mengatakan bahwa ia telah membuka segel perawan Ciara.


Meskipun Lucy bukan ibu kandung Ciara, tetap saja ia telah menganggap Ciara anak kandungnya. Ibu mana yang rela perawan anaknya direnggut sebelum menikah?! Meskipun ia telah mempergoki Ciara dan Abercio bercinta. Tapi setidaknya Abercio jangan mengatakan hal tersebut dengan gamblang.


Sekujur tubuh Lucy bergetar dengan hebat. Emosinya mendadak mendidih. Pasalnya, semalam ia tak bisa meluapkan amarahnya saat menangkap basah Ciara dan Abercio yang sedang bercinta. Tapi sekarang ia bisa meluapkan emosinya tersebut dengan lepas.


Lucy mengangkat cangkir teh yang semula tak jadi ia ambil karena tangannya di tahan Ciara. Kemudian ia bawa ke udara dan bersiap-siap ingin menyiramnya ke arah Abercio.


"Aku serius. Aku akan bertanggung jawab penuh atas Ciara. Aku akan menikahinya dan membahagiakannya sampai tutup usia. Bahkan, aku akan membuat Ciara menjadi Ratu seumur hidupnya," jelas Abercio dengan lugas dan terus terang.


Sedikitpun Abercio tak merasa takut atau gentar saat Lucy mengangkat cangkir teh ke udara. Niat dan tekadnya sudah bulat ingin mempersunting Ciara sebagai istrinya. Jadi, ia harus menerima apapun konsekuensi yang akan Lucy berikan padanya.


...❣️❣️❣️...

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2