Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Kesepakatan Antara Markus dan Sabrina


__ADS_3

...“Om! Ini nggak ada dalam kesepakatan kita!” – Sabrina Gracia Alexandria...



Brakkk!!!


Abercio mendorong pintu utama rumahnya dengan sangat kuat. Ia bergegas berjalan menapaki tangga menuju ke lantai dua. Kemudian ia bergegas menuju ke ruang kerjanya.


Benicio yang tadinya sedang siap-siap ingin pergi ke tempat Sabrina, ia mendadak terkejut saat melihat keanehan kakak kandungnya itu. Sesaat Abercio mendorong pintu dengan kuat tadi, ia sempat tersentak kaget.


“AXEL!!!” teriak Abercio keras. Meskipun saat itu ia berada di lantai dua, suara Abercio benar-benar kuat dan menggelegar di rumah mewah tersebut.


Semua pengawal saling berpandangan karena tak tahu apa yang sebenarnya terjadi? Bahkan mereka sekalipun tak pernah melihat Abercio semurka itu.


Axel yang mendengar namanya dipanggil, ia bergegas berlari menuju ke lantai dua.


Tak lama kemudian, sedan yang dikendarai Bart memasuki pekarangan rumah mewah tersebut. Ia turun dari mobil dengan pakaian yang basah kuyup.


Benicio dan beberapa pengawal yang ada di sana langsung menatap terkejut ke arah Bart. Bagaimana tidak? Bart terlihat berantakan dengan raut wajah yang begitu mengerikan.


Tak ada satu pun yang berani bertanya pada Bart. Semuanya membiarkan Bart melewati pintu masuk dalam keadaan basah kuyup. Saat itu Bart berjalan menuju tangga untuk ke lantai dua. Ia berpapasan dengan Lucy.


“Bart … kamu kenapa?” tanya Lucy yang merupakan orang yang berani bertanya pada Bart.


Langkah kaki Bart terhenti saat berada di puncak tangga. Ia menatap Lucy dengan perasaan bersalah. Sesaat kemudian menghela nafasnya dengan berat. Pasalnya, anak dari wanita paruh baya di depannya itu hilang akibat kelalaiannya.


“Aku akan segera mengatasinya,” ucap Bart singkat. Kemudian ia bergegas meninggalkan Lucy yang mengerutkan dahinya karena tak mengerti dengan apa yang Bart katakan.


...❣️❣️❣️...


Buk!


Sebuah tonjokan penuh amarah melayang tepat ke pipi kanan Bart.

__ADS_1


Brak!


Abercio menendang perut Bart dengan kuat. Tendangan tersebut cukup membuat tubuh Bart terdorong dengan kuat mengenai pintu ruang kerja Abercio.


“Aku menugaskan kau menjaga Ciara, Bart! Bukan pekerjaan yang sulit menjaga gadis yang kau cintai!” hardik Abercio penuh amarah. “Kau pikir aku tenang saat Ciara bersamamu? Hah?!”


Abercio menaiki tubuh Bart yang saat itu tersandar ke pintu, lalu ia menarik kuat kerah Bart. Darah segar keluar dari sudut bibir Bart. Sepertinya itu adalah akibat dari tonjokan kuat dari Abercio tadi.


“Kau pikir—”


“P-Pak.” Axel menahan tangan Abercio. Ia tak sampai hati melihat Bart yang saat itu seperti mayat hidup terlihat pasrah menerima pukulan tanpa perlawanan. “S-se-sebaiknya, kita segera mencari tau keberadaan Ciara.”


Mata Bart yang semula layu tak bergairah, kini mendadak cerah dan menatap ke arah Abercio. “Axel benar. Setelah menemukan Ciara, Bapak bebas menghukumku.”


Abercio melepas kasar cengkeramannya dari kerah Bart. Kemudian ia bangkit dan berdiri sambil menghela nafas dengan sangat kasar.


...❣️❣️❣️...


Di sebuah gudang kumuh yang sudah usang dan bau pesing, Ciara terlihat sedang duduk di atas lantai dengan kedua tangan yang terikat di belakang dan kedua kaki yang selonjoran ke depan namun ikut terikat.


Bibir Ciara membiru dan bergetar menahan dingin. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat berusaha melepaskan ikatan yang cukup menyakiti kedua pergelangan tangannya.


Plak!!!


Sebuah tamparan melayang tepat di pipi Ciara. Tamparan yang cukup membuat Ciara meringis kesakitan.


“Om …” tiba-tiba ada suara seorang wanita terdengar di telinga Ciara. “Kasian. Jangan di tampar—”


“Ck!” Markus berdecak sebal. Ia menoleh ke arah Sabrina yang menatap takut ke arah dirinya.


“Heh,” hardik Markus dengan suara yang mengerikan. Matanya melotot menatap tajam ke arah Sabrina.


Tubuh Sabrina dibuat tersentak sekaligus sedikit terangkat ke atas karena hardikan Markus. Ia meremas jemarinya mencoba menahan takut. Wajahnya tertunduk menahan tangis.

__ADS_1


“Jangan lupa kesepakatan kita!” bentak Markus garang. “Nggak usah banyak bacot! Cukup berikan aku uang dan aku akan segera menyingkirkan sampah ini!”


“Setelah itu kau bebas mendekati Abercio itu!” sambung Markus lagi.


Ciara mengerutkan keningnya. Meskipun ia tak dapat melihat apa yang sedang terjadi di depannya saat ini, tapi ia dapat mendengarkan adu debat antara Markus dan seorang wanita yang tak lain merupakan Sabrina. Wanita tersebut merupakan wanita yang membuat Benicio bertepuk sebelah tangan.


Ciara memberanikan diri untuk bertanya dengan mata tertutup.


“A-apa maksud ucapan kalian barusan? Kalian nggak mungkin membunuhku, ‘kan?” tuding Ciara sambil memiringkan kepalanya. Ia menajamkan kedua telinganya untuk mendengarkan ucapan dua orang tersebut.


Sudut bibir kiri Markus terangkat dan membentuk sebuah seringai yang mengerikan. Wajah tuanya yang bengis terlihat sedikitpun tak merasa bersalah dengan pertanyaan Ciara. Baginya Ciara bukanlah anak kandungnya, sehingga ia memilih kemewahan di dunia ketimbang gadis itu.


Plak!


Markus memukul kepala Ciara dengan sangat keras sampai-sampai penutup mata yang melingkar di kepala Ciara terlepas. Membayangkan bagaimana nasib anak laki-lakinya yang menjadi pasien rumah sakit jiwa saja sukses membuat darahnya mendidih. Kebenciannya pada Ciara semakin menjadi-jadi!


“Membunuhmu? Ck! Rugi sekali,” celetuk Markus.


Markus menyilangkan kedua tangannya ke dada. Kemudian ia berjalan sambil membelakangi Ciara dan Sabrina.


“Tunggu saja, besok akan ada orang yang datang mengambil langsung organ-organ tubuhmu. Jadi, kamu akan mati secara perlahan,” ucap Markus girang. Ia membayangkan uang miliaran yang sebentar lagi akan masuk ke rekeningnya dan tak perlu lagi ia hidup susah menjadi buronan.


“Om! Ini nggak ada dalam kesepakatan kita!” sanggah Sabrina yang tak setuju dengan keputusan sepihak Markus.


“Kesepakatan kita, Om tinggal bawa dia pergi dari Indonesia untuk menyingkirkan dia dari sisi Kak Aber. Lalu aku akan memberikan—"


“Sabrina,” potong Markus dingin tanpa membalikkan badannya menoleh ke belakang, “terserah aku ingin menyingkirkan sampah ini dengan caraku.”


“Kau hanya menerima hasil bahwa gadis ini tak akan menjadi parasit lagi di kehidupanmu.”


“Kalau kau melakukan hal-hal yang bodoh, aku akan membuat kau menyesal seumur hidup!”


...❣️❣️❣️...

__ADS_1


...BERSAMBUNG…...


__ADS_2