Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Aku Belum Siap


__ADS_3

...“Rasanya aku mau gila! Please jangan melakukan penyatuan denganku dulu. Aku benar-benar belum siap!” – Ciara A. Garnacho ...



"Maafkan saya, Pak!"


Bart menundukkan kepalanya meskipun tubuhnya sedang berdiri dengan tegap. Kedua tangannya ia luruskan ke samping sembari terkepal dengan sangat kuat. Ia benar-benar merasa sangat bersalah atas perasaan yang tak seharusnya ia miliki pada Ciara.


Merelakan cinta yang pertama kali tumbuh di hati, bukanlah hal yang mudah bagi Bart. Terlebih lagi, hampir setiap hari, bahkan hampir setiap saat ia melihat gadis itu bersama sosok pria yang bukan dirinya. Rasanya sangat menyakitkan.


"Kali ini aku akan memaklumimu," ucap Abercio tenang dan santai. "Karena aku tau ...."


"Rubah Kecil-ku itu mencuri cinta pertamamu, 'kan?" sambung Abercio sambil menghembuskan asap rokoknya. Matanya berkeliling menatapi pemandangan taman. Rerumputan yang menghijau dan kursi panjang yang berada tepat di depan air mancur.


Bart terdiam. Meskipun ia tak mengatakan apa-apa, tapi ia sadar bahwa pria yang ada di depannya saat ini adalah pria yang tenang dalam semua hal. Namun sangat peka dan gila bila berurusan dengan sesuatu yang menjadi incarannya.


...❣️❣️❣️...


Sesaat setelah Abercio menutup pintu dan meninggalkan Ciara di kamar.


#POV Ciara


Akhirnya aku kembali lagi ke rumah ini. Aku senang karena cintaku tak bertepuk sebelah tangan. Tapi, entah kenapa rasanya ada yang mengganjal. Aku sendiri tak tau apa yang membuat hatiku berat menapaki kaki di rumah ini.

__ADS_1


“Padahal … tanpa Daddy Cio, mungkin sekarang aku masih di ganggu oleh nomor aneh itu.”


“Benar, aku takut dan sangat frustasi karena gangguan itu. Tapi, kenapa dengan bodohnya aku malah bilang mau melakukan apapun yang dia mau?!”


“Argh! Aku bingung. Ini cinta atau sekedar memanfaatkan situasi?!”


Aku menghela nafas mencoba menghempaskan semua rasa sesak di dada. Di sela-sela kebingungan itu, aku tak dapat mengalihkan pikiranku dari tindakan hangat Daddy Cio. Ku akui, dia pria yang sulit di tebak. Terkadang, dia hangat dan penuh kasih sayang. Terkadang, dia pemarah dan penuh dengan emosi yang tak terkontrol. Tapi … terkadang dia juga seperti sedang memanfaatkanku.


“Haaa … Mommy. Sebenarnya Mommy itu di mana sekarang? Apa aku bisa mempercayai Daddy Cio kalau Mommy baik-baik aja di luar sana?” gumamku lirih.


“Pak!” sayup-sayup terdengar suara Bart dari luar.


Aku bergegas membetulkan posisi tidurku dan aku bergegas memejamkan mataku. Entahlah, aku pun tak tahu kenapa aku kembali melakukan sandiwara ini. Yang jelas, aku hanya belum siap berhadapan dengan Daddy Cio meskipun sekarang kami seutuhnya menjadi sepasang kekasih.


Suara pintu terbuka. Aku menajamkan pendengaranku. Terdengar derap langkah seseorang yang masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.


“Loh, pintunya di kunci?” tanyaku dalam hati saat mendengar suara yang mirip dengan tindakan mengunci pintu.


Deg! Deg! Deg!


“Akh! Rasanya aku mau gila! Please jangan melakukan penyatuan denganku dulu. Aku benar-benar belum siap!” teriakku dalam hati.


Jantungku berdetak dengan sangat kencang. Rasanya aku ingin segera membuka mata dan memohon padanya untuk tak menyentuhku dulu sebelum aku benar-benar siap.

__ADS_1


Saat itu, tiba-tiba ranjang tempat aku berbaring bergerak. Sepertinya Daddy Cio sedang duduk di sisi ranjang sambil menatap wajahku.


“My Sweet Little Fox,” gumam Daddy Cio dengan suara yang pelan.


Tiba-tiba saja aku merasakan tangan kekar pria itu menyentuh lembut pipiku. Aku juga dapat merasakan ia menyibak rambut panjangku yang menutupi leher.


“Ciara … bangunlah,” pinta pria itu tiba-tiba.


Aku tak bisa berkata-kata lagi. Bagaimana dia bisa tahu bahwa saat itu aku tak tidur? A-aku harus bagaimana?


“Baby,” bisik Daddy Cio tepat di telingaku. Aku merasakan sensasi geli yang cukup membuatku bergidik dan merinding.


“Kamu mengajakku bercinta dengan cara terlelap dan pasrah?” bisik Daddy Cio lagi. “I will do it. Karena ini lebih nikmat dan memberikan kesenangan tersendiri untukku.”


Aku langsung membuka mataku dengan paksa dan menatap ke arah Daddy Cio yang saat itu menatap lapar diriku. Aku harus memelas dan memohon padanya untuk tak melakukan penyatuan dulu saat ini.


“Daddy … a-apa boleh bercintanya di tunda dulu? A-aku belum siap.”


#POV Ciara Selesai


...❣️❣️❣️...


...BERSAMBUNG…...

__ADS_1


__ADS_2