Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Aku Ingin Lebih


__ADS_3

...“Seperti yang kamu katakan, aku akan mengambil semua hal pertama milikmu. Tapi aku ingin lebih. Aku tak hanya ingin jadi yang pertama, tapi juga yang terakhir.” – Abercio Sanchez...



Peringatan! Bab ini berbahaya buat di bawah umur ya!!! 🫣


...❣️❣️❣️...


Room 2056, Hotel One Day. Di kamar bersejarah itu, Abercio memulai aksi gilanya yang sudah tertahan sebulan lamanya setelah bertemu dengan gadis itu. Ia tak menyangka, gadis yang terpaut usia dua belas tahun lebih muda darinya itu ternyata memiliki daya tarik tersendiri sehingga ia terpesona dan ingin mendekati gadis itu.


“Baby … jangan lupakan malam bersejarah ini, ya?” lirih Abercio sembari tersenyum saat ia berhasil melepaskan seluruh pakaian yang tersisa di tubuh Ciara.


“Seperti yang kamu katakan, aku akan mengambil semua hal pertama milikmu. Tapi aku ingin lebih. Aku tak hanya ingin jadi yang pertama, tapi juga yang terakhir,” sambungnya dengan suara yang begitu tulus dan bersungguh-sungguh.


Obsesi Abercio yang begitu gila dan menggebu-gebu untuk memiliki Ciara seutuhnya itu benar-benar telah mendarah daging! Ia bahkan tak takut untuk menjadi pria manipulatif dan ia juga berani mengambil tindakan-tindakan yang menyimpang!


“ARGH!!! DADDY!!!” pekik Ciara dengan kepala dan tubuh yang setengah terangkat karena merasakan sakit yang luar biasa di bagian tubuh bawahnya. Sesuatu yang selama ini ia jaga selama delapan belas tahun, robek sudah di terobos masuk oleh benda tumpul dan keras milik Abercio.


“Daddy … hikss… hikss… s-sakit,” ringis Ciara dengan airmata yang perlahan mulai berjatuhan dari sudut mata. "Ini sakit, Daddy."


Di saat Ciara sedang meringis menahan sakit, di saat yang sama juga Abercio memejamkan matanya sejenak menikmati darah perawan gadis itu. Ia merasa begitu puas karena berhasil menjadi yang pertama untuk gadis itu. Sesaat kemudian ia membuka matanya dan menatap sayang ke arah Ciara.

__ADS_1


Abercio merapatkan tubuhnya menindih tubuh Ciara. Tangan kirinya ia gunakan untuk membelai lembut kepala Ciara, sedangkan tangan kanan ia gunakan untuk memgusap pelan pipi gadis itu. Ia sengaja tak menghapus airmata Ciara. Entah kenapa ia senang melihat butiran bening itu.


“Sakitnya sebentar aja sayang,” bisik Abercio lembut.


Pria itu mengecup lembut kedua mata Ciara untuk memberikan ketenangan. Lalu ia juga mengecup kedua pipi gadis itu.


“Haaa … airmata berharga yang tak pernah ku lihat dari wanita-wanita yang pernah ku tiduri,” gumam Abercio dalam hati sambil menatap wajah Ciara yang masih terisak-isak menahan sakit. Airmata yang timbul karena mahkota berharganya direnggut.


Abercio kembali memulai aksinya. Tangan kanan yang semula mengusap pelan pipi Ciara, kini merambah turun ke dada gadis itu. Ia memberikan sentuhan refleksi di sana. Memijat, memelintir dengan perlahan. Padahal, ia sudah tak tahan ingin bertindak brutal dan kasar.


“Thank you, Baby. Aku bahagia menjadi yang pertama untuk semua hal yang ada di hidupmu.”


Abercio mengecup lembut bibir Ciara dan perlahan ia mulai menggigit gemas bibir bawah gadis itu sembari perlahan lidahnya mulai menyusup masuk ke dalam mulut Ciara.


“Mhh…” Ciara mulai hanyut dan terbawa suasana. Gadis yang semula meringis dan menangis karena kesakitan itu, perlahan ia mulai tenang.


Abercio benar-benar lihai dan berpengalaman dalam urusan ranjang!


Menyadari Rubah Kecil-nya sudah terlena, ia pun mulai menggerakkan pinggulnya sembari tangan dan bibirnya tetap bekerja tanpa henti. Beberapa menit di awal, Abercio masih bisa menahan dirinya menggagahi gadis itu dengan gerakan yang lembut. Tapi tidak setelah itu.


“Daddy … nghhh … pelan-pelan. Ah… ahh….”

__ADS_1


Abercio menghentakkan tubuhnya dengan sangat brutal. Bahkan kedua tangannya ikut bergerilya dengan kasar memijat kedua dada padat milik Ciara. Tubuh gadis itu dibuat menegang sampai kejang-kejang akibat pelepasan yang sudah tak terhitung berapa kali ia capai.


Hingga tiba saat di mana posisi tubuh gadis itu merangkak membelakangi Abercio. Saat itu, sambil memacu kecepatannya, Abercio memegang kedua pinggul ramping Ciara dengan sangat kuat. Ia menggertakkan giginya dan mengeram dengan sangat kuat. Ada sesuatu yang sedang bergejolak tak tertahankan ingin segera keluar. Tubuhnya menegang dengan sangat hebat!


“AARGHHH!!!” Abercio tak lagi mampu menahan diri. Ia berhasil melepaskan seluruh sel-sel yang ia miliki ke dalam tubuh gadis itu!


Dengan mata yang terpejam dan nafas yang terengah-engah serta kepala yang mendongak ke atas karena nikmat yang luar biasa ia rasakan, Abercio tersenyum sumringah. Perasaan puas dan lepas yang membuat ia mengawang terbang tinggi itu benar-benar menampakkan wajah psikopatnya. Selama ini wajah gila itu sukses ditutupi oleh ketampanannya.


“Aku berhasil,” gumamnya lirih.


Di saat yang sama, saat di mana Abercio mencapai pelepasannya, tubuh Ciara jatuh terjerembab tak berdaya ke atas ranjang. Ia kelelahan mengikuti permainan Abercio yang begitu brutal dan liar. Yang ia inginkan saat ini hanyalah satu. Istirahat. Ia sangat membutuhkan istirahat.


Abercio menjatuhkan tubuhnya ke atas tubuh Ciara yang sedang terlelap dengan posisi telungkup dan kepala yang menyamping ke kanan. Pria itu mengecup inci demi inci punggung Ciara yang penuh dengan bekas luka. Kemudian ia mensejajarkan kepalanya dengan kepala Ciara dan memeluk tubuh gadis itu dari belakang.


“You mean so much to me, Baby,” bisik Abercio ke telinga Ciara yang saat itu sudah terlelap.


Abercio mengecup lembut pipi Ciara. Kemudian ia menarik selimut menutupi tubuh dan bergegas memejamkan mata sambil memeluk tubuh Ciara dengan sangat erat.


Pria itu sangat mencintai Ciara. Hanya saja, kegilaannya yang tak masuk akal itu membuat semesta berfikir berulang kali. Apakah ia memang jodoh yang sepadan atau tidak untuk gadis itu? Apakah Ciara akan berlapang dada jika ia tahu bahwa peristiwa malam ini sudah direncanakan oleh pria yang mencintainya itu? Atau … Ciara lebih memilih pergi meninggalkan Abercio Si Pria Manipulatif itu?


...❣️❣️❣️...

__ADS_1


...BERSAMBUNG…...


__ADS_2