Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Peti Harta Karun


__ADS_3

...“Istirahatlah dulu. Membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menceritakan kehadiran Ciara di antara aku, Markus dan Darren.” ...


..."Seperti membuka peti harta karun yang sudah lama dibiarkan terkubur di tanah. Seperti itu lah, kisah lampau yang selama ini ku simpan rapat-rapat."...


...– Mama Lucy –...



Malam itu, suasana begitu mencekam. Di ruang tamu rumah megah tersebut, sayup-sayup terdengar suara angin yang sangat kencang dari luar.


Ciara, Abercio dan Lucy. Ketiganya sedang duduk di ruang tamu saling berhadapan. Abercio duduk bersebelahan dengan Ciara, sedangkan Lucy duduk sendiri.


Lucy menghela nafasnya dengan berat. Matanya terlihat kosong dan putus asa seperti sedang ada beban berat yang sedang ia pikul di pundaknya.


“Apa yang harus ku katakan pada Julia,” lirih Lucy pelan dengan bahu yang turun.


Ciara yang saat itu ketakutan, mukanya begitu pucat. Tangannya terasa dingin dan membeku. Ia tak henti-hentinya meremas jemarinya berusaha menenangkan diri. Tapi tetap saja jantungnya berdetak dengan kencang.


“Aku akan menikahi Ciara,” ucap Abercio memecah keheningan.


Abercio meraih tangan Ciara dan menggenggamnya dengan erat.


“Jadi … tenanglah. Aku akan mengurus semua perceraian ki—”


“Bukan itu masalahnya sekarang,” potong Lucy. Sorot mata wanita paruh baya tersebut menatap tajam ke arah Abercio.


Lucy yang semula sungkan dan takut-takut pada Abercio, kini ia mendadak berani dan tegas. Ia menatap ke arah Ciara yang saat itu tertunduk tanpa berani mengangkat wajahnya.


“Kamu memang memiliki segalanya, Abercio,” tuding Lucy tanpa rasa takut, “tapi maaf, aku belum bisa mempercayakan Ciara padamu.”

__ADS_1


“Ini bukan tentang perceraian kita karena pernikahan kontr—”


Lucy terdiam. Ia tak melanjutkan ucapannya. Ia lupa bahwa pernikahan kontrak antara ia dan Abercio merupakan rahasia dan Ciara tak mengetahuinya. Ia menggigit bibirnya mengutuki diri. Tapi di situasi seperti ini, ia tak tahu harus berbuat apa?


“Mommy … Ciara udah tau semuanya,” ucap Ciara sembari memberanikan diri mengangkat wajahnya.


“Ciara juga udah tau kalo Mommy itu bukan kerja, tapi sedang berobat di US. Dan …”


Ciara menghela nafasnya pelan. Tubuhnya mendadak panas dan bergetar. Entah kenapa ia begitu berat mengucapkan kalimat yang satu ini. Yang jelas, hanya dengan kalimat itu saja, cukup membuat jarak antara ia dan Lucy.


“Ciara udah tau kalau Ciara bukan anak kandung Mommy,” sambung Ciara sambil meneteskan airmatanya.


Entah kenapa, saat mengatakan hal tersebut, ia seperti dipaksa menerima sebuah kenyataan bahwa dirinya adalah anak angkat. Rasanya seperti mimpi. Belasan tahun hidup dengan wanita tersebut mengarungi suka duka dan selalu bersama, tapi ternyata dia tak lahir dari rahim wanita tersebut.


Di saat yang sama, saat di mana Ciara mengatakan bahwa ia sudah mengetahui semuanya mulai dari pernikahan kontrak sehingga anak angkat, Lucy mendadak terbelalak kaget. Kerongkongannya mendadak tercekat. Ia dapat merasakan keringat dingin yang sedang menyerang tubuhnya.


“Si-siapa yang mengatakan itu padamu?” tanya Lucy terbata-bata.


Gadis itu tertunduk dengan suara yang parau. Isak tangisnya mulai terdengar. Hatinya begitu pilu bagai teriris sembilu jika mengingat lagi peristiwa mengerikan saat itu.


Dengan sigap, Abercio merangkul tubuh Ciara ke sisinya. Ia mengusap pelan lengan gadis itu mencoba memberikan ketenangan.


“Kalau nggak ada Daddy Cio, aku nggak tau apa yang akan terjadi padaku saat ini,” sambung Ciara pelan.


Lucy menatap ke arah Abercio dengan mata yang kini membelalak dengan sempurna. Ia memegang dadanya menahan rasa terkejut akan kejadian-kejadian yang tak ia duga selama ia berada di US.


Mulai dari Ciara dan Abercio yang ketahuan bercinta, Ciara mengetahui status dirinya sebagai anak angkat hingga Darren yang ingin memperkosa Ciara. Setelah ini, ada hal apa lagi yang akan mengejutkannya?


“Markus kembali,” ucap Abercio memecah ketegangan di malam itu, “kali ini dia datang dan bersekongkol dengan Darren untuk menjebak Ciara.”

__ADS_1


“Markus ingin menjual Ciara untuk mendapatkan uang.”


“Sedangkan Darren dan teman-temannya bersekongkol untuk memperkosa Ciara secara beramai-ramai.”


Abercio mengatakan hal tersebut sambil mengepalkan tangannya. Ia mendadak emosi jika mengingat lagi peristiwa tersebut. Untungnya Ciara lebih dulu ia dapatkan sebelum pria-pria brengsek tersebut.


Malam itu, Abercio menceritakan semuanya pada Lucy tentang apa yang telah terjadi selama ini antara Markus, Darren dan Ciara. Ia menjelaskan sedetail-detailnya pada Lucy.


Lucy tak henti-hentinya terkejut mendengarkan penjelasan Abercio. Sekujur tubuhnya bergetar dengan hebat karena menyesal telah meninggalkan Ciara sendiri. Bahkan, anak kandungnya sendiri begitu tega merencanakan pemerkosaan pada Ciara.


“Sejak malam itu, kondisi mental Darren memburuk. Sekarang dia sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa,” ucap Abercio mengakhiri penjelasannya.


Lucy menghela nafas. Ternyata, selama dia di US, ada banyak sekali hal buruk yang menimpa Ciara. Ia merasa bersalah karena telah berburuk sangka kepada Abercio. Tapi, tetap saja ia merasa kesal karena anak perawannya digagahi oleh pria matang yang sudah berusia tiga puluh tahun.


“Pak …” panggil Lucy sambil menatap ke arah Abercio.


“Panggil saja namaku. Aku lebih muda darimu dan sebentar lagi aku akan menjadi menantumu,” ucap Abercio lugas.


“Aku juga ingin segera menikahi Ciara.”


“Jadi, tolong restui hubungan ini.”


Ciara mendadak malu dengan wajah yang memerah mendengarkan tutur kata Abercio yang begitu gamblang menuturkan niat untuk menikahinya. Padahal, sebelumnya pria itu tak ingin menikah bukan? Katanya dia takut perceraian? Lalu, kenapa sekarang malah dia yang jadi menggebu-gebu ingin segera menikah?


“Aku akan menjawabnya setelah menceritakan sebuah kisah lampau kepada kalian,” ucap Lucy. Matanya melihat ke arah jam di dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


“Istirahatlah dulu. Membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menceritakan kehadiran Ciara di antara aku, Markus dan Darren.”


"Seperti membuka peti harta karun yang sudah lama dibiarkan terkubur di tanah. Seperti itu lah, kisah lampau yang selama ini ku simpan rapat-rapat," ucap Lucy dengan mata yang sembab karena tangisnya mulai terhenti.

__ADS_1


...❣️❣️❣️...


...BERSAMBUNG…...


__ADS_2