Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
I Trust You, Daddy


__ADS_3

...“I trust you because … apapun yang Daddy lakukan, semua demi kebaikanku.” – Ciara A. Garnacho...


...❣️...


...“Kamu adalah kelemahan terbesar dalam hidupku.” – Abercio Sanchez...



“Daddy … a-aku …”


Ciara tertunduk. Matanya menatap nanar ke arah bawah sembari ia meremas jemarinya. Ada perasaan takut, namun di balik rasa takut itu, ia benar-benar membutuhkan Abercio berada di sisinya. Akankah semuanya baik-baik saja jika ia mempercayai Abercio?


Abercio merangkul tubuh Ciara ke dalam pelukannya. Kemudian ia memeluk tubuh gadis itu sambil mengusap pelan punggung gadis itu. Ia juga mencium pucuk kepala Ciara dengan penuh kasih sayang.


“I know, Baby. I know how you feel. Tapi tolong percaya padaku. Hmm?” pinta Abercio sungguh-sungguh. “Semua yang ku lakukan ini untukmu.”


“Gimana aku bisa percaya? Sedangkan hampir semua orang yang ada di sekelilingku menggunakan topeng menutupi wajah asli mereka,” ucap Ciara putus asa dengan suara yang serak.


“Dulu, kau juga menggunakan topeng Rubah Kecil-ku,” lirih Abercio dalam hati. Ingin rasanya Abercio tertawa pelan mendengarkan ucapan gadis itu. Entah kenapa ucapan Ciara saat itu benar-benar menggelitik perutnya. Tapi ia tahan karena tak ingin merusak suasana gadis itu.


“Apa … aku katakan saja? Yah … setidaknya dengan menggodanya, dia tak akan terlalu sedih,” ucap Abercio dalam hati.

__ADS_1


“Baby,” panggil Abercio tiba-tiba.


Ciara mendongakkan kepalanya ke atas untuk menatap ke arah Abercio. “Yes, Daddy.”


Abercio mendekatkan wajahnya ke wajah Ciara sehingga jarak wajah mereka kurang dari setengah jengkal. Lalu ia menyatukan dahinya dengan dahi Ciara. Kini kedua mata mereka saling beradu.


“Apa kamu lupa? Dulu, kamu juga menggunakan topeng? Bersandiwara seolah-olah kamu itu anak kecil yang polos dan tak tahu apa-apa?” goda Abercio sambil tersenyum dan membuat kedua hidung mereka beradu.


Ciara tersentak. Pria itu benar. “Tapi aku ‘kan punya alasan kenapa aku melakukan itu?”


“Mereka juga punya alasan mereka sendiri, Sayang,” ucap Abercio lembut.


“Itu lah bedanya Rubah Kecil-ku,” ucap Abercio. “Salah satu alasan kenapa aku mencintaimu. Karena kamu begitu tulus dan baik hati.”


Wajah Ciara memerah. Kenapa sih pria itu selalu tahu bagaimana cara meluluh lantakkan hatinya? Ia sampai dibuat tak bisa berkata-kata hanya dengan beberapa kalimat yang mengandung unsur gombalan tersebut. Padahal, saat itu mereka sedang berbicara serius.


“Daddy … I will trust you.”


Ciara memutuskan untuk mempercayai Abercio. Meskipun pria itu penuh dengan tipu muslihat dan manipulatif, satu hal yang membuat ia begitu yakin memutuskan untuk mempercayai pria itu.


“I trust you because … apapun yang Daddy lakukan, semua demi kebaikanku,” tutur Ciara pelan namun penuh keyakinan. Kedua bola matanya yang bulat terlihat begitu cantik. Entah karena binar matanya yang mengkilat-kilat atau karena pupil matanya yang membesar karena menatap Abercio.

__ADS_1


Wajah Abercio seketika menjadi begitu cerah. Kebahagian sepenuhnya menyelimuti dirinya kali ini. Entah kenapa, mendapatkan kepercayaan dari gadis itu membuat ia begitu bahagia seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ini.


“You still love me, right?” tanya Abercio sambil menaikkan alis kirinya. Ia ingin memastikan bahwa gadis itu masih mencintainya.


“Kalau enggak?” goda Ciara menahan senyumnya.


“You must love me. Itu sebuah kewajiban! Karena kamu itu—”


“Karena kamu itu Ratu-ku,” potong Ciara melanjutkan perkataan Abercio sambil menirukan cara Abercio berbicara.


Abercio menghela nafas lega. Ia tersenyum dengan sangat girang. Jantungnya benar-benar berdetak dengan sangat kencang. Hatinya seperti ingin meledak saking bahagianya.


Cup!


Abercio mengecup lembut bibir Ciara. Kemudian ia memeluk tubuh gadis itu dengan sangat erat.


“Mulai detik ini, kamu adalah kelemahan terbesar dalam hidupku,” lirih Abercio pelan.


...❣️❣️❣️...


...BERSAMBUNG…...

__ADS_1


__ADS_2