
...“I don’t need money, but I need your body right now.” – Abercio Sanchez...
Peringatan! Bab ini berbahaya buat di bawah umur ya!!! 🫣
...❣️❣️❣️...
“Good morning, Baby,” sapa Abercio sembari mengecup lembut bibir Ciara. Padahal, gadis itu baru saja mengucek matanya.
“Daddy, aku ‘kan belum gosok gigi,” rengek Ciara manja.
Abercio tertawa terbahak-bahak. Pria yang sedang tidur menyamping dengan satu tangan yang menopang kepalanya untuk menatap ke arah Ciara itu, ia mencubit gemas hidung Ciara.
“Aw!” pekik Ciara sambil menggerutu. Ia mengusap hidungnya yang kesakitan karena tangan kekar Abercio itu.
“Mau kamu udah gosok gigi atau belum, aku nggak peduli,” goda Abercio sambil tersenyum.
Ciara memutarkan kedua bola matanya. Kemudian ia memposisikan tubuhnya menyamping menghadap ke arah Abercio.
“Daddy, makasih ya buat semalam. Aku senang karena udah bisa mendengarkan suara Mommy.”
“Itu nggak gratis, Baby. You should pay it,” bisik Abercio pelan.
Ciara melotot. “Daddy ‘kan udah kaya. Kenapa—”
“I don’t need money,” ucap Abercio. Kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Ciara.
“But I need your body right now,” bisiknya pelan.
__ADS_1
Ciara mendadak merinding mendengarkan ucapan Abercio. Terakhir kali mereka bercinta dua hari yang lalu.
“Aku udah bersabar beberapa hari ini karena memaklumimu yang lagi ngambek.” Lagi-lagi Abercio mencubit gemas hidung Ciara.
“Ih! Kapan aku ngambek?” Ciara menutup setengah wajahnya agar Abercio tak mencubitnya lagi.
Abercio menyeringai. Ia bergegas memanjat tubuh Ciara. Kemudian ia menindih tubuh gadis itu di dalam selimut. “Kapan ya?”
“Hmm … I don’t have time to think about that,” bisik Abercio.
Sesaat setelah mengatakan hal tersebut, Abercio langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Ciara. Ciara secara refleks memalingkan wajahnya dari Abercio.
“Daddy … ini masih pagi,” rengek Ciara manja.
“Karena masih pagi, kita harus melakukan olahraga. Olahraga agar tubuh kita sehat,” goda Abercio nakal.
“Daddy yang sehat. Tapi pinggang aku sakit. Daddy itu kayak binatang buas kalo—”
“Kalau aku nggak buas, kamu nggak akan keenakan, Sayang,” bisik Abercio nakal.
Ciara mendadak malu mendengarkan ucapan vulgar Abercio tersebut. Wajahnya mendadak memerah bak udang rebus yang baru matang. Tak dapat ia pungkiri bahwa ia sangat menikmati hentakan demi hentakan serta permainan Abercio yang seperti binatang buas itu. Tapi, dua kali setelah ia bercocok tanam dengan pria itu, pasti pinggangnya sakit!
“Aku janji, kali ini aku akan pelan-pelan,” ucap Abercio berbohong.
Mana mungkin seorang Abercio Sanchez bercinta dengan lembut. Pria itu tak akan pernah bisa menahan dirinya saat ia sedang dikuasai oleh nafsu. Apalagi saat tubuhnya menyatu dengan tubuh Ciara. Ia seperti bom yang di tarik pelatuknya. Meledak seketika tanpa bisa dihentikan!
Ciara Si Rubah Kecil itu percaya dengan kebohongan dari mulut Abercio. Ia mengalungkan kedua tangannya memeluk tengkuk Abercio. Kemudian ia menempelkan bibirnya ke bibir Abercio.
“You are trapped again, My Sweet Little Fox,” gumam Abercio dalam hati. Ia merasa senang karena sukses menjebak gadis itu lagi ke dalam jebakannya. Memangnya, sejak kapan ia bercinta dengan kelembutan?!
__ADS_1
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas, Abercio bergegas melu.mat bibir Ciara dengan rakus sembari tangannya bergerilya bermain dengan dua gunung kenyal milik Ciara. Daging tak bertulangnya perlahan mulai mengeras di bawah sana.
“D-Daddy … i-itu—”
“Hmm. Dia udah nggak sabar masuk ke dalam tubuhmu,” ucap Abercio nakal.
“Ugh! Daddy!” geram Ciara sembari menutup mulut Abercio menggunakan tangannya. Meskipun ia mulai hanyut akan kenikmatan yang Abercio berikan pada tubuhnya, tetap saja ia malu mendengarkan ucapan vulgar pria dewasa itu.
Abercio terkekeh pelan. Namun sesaat kemudian ia menjilati tangan gadis itu. Kedua tangannya menyusup masuk ke dalam dress satin yang gadis itu kenakan.
“Baby … kedepannya kalau tidur jangan pakai apa-apa, ya. Ini perintah dariku,” bisik Abercio pelan.
Sesaat kemudian Abercio mendaratkan wajahnya ke leher jenjang Ciara. Ia menghirup aroma manis yang khas dari tubuh gadis itu. Aroma yang berbeda dari aroma wanita-wanita yang pernah ia tiduri sebelumnya. Ingin sekali ia meninggalkan aroma tubuhnya pada gadis itu sebagai tanda kepemilikan.
“Nghhh…” des.ah Ciara saat lehernya menjadi santapan bibir Abercio. Di saat yang sama juga kedua tangan Abercio mulai bergerilya di dadanya sambil satu tangannya lagi pria itu gunakan untuk melepaskan panty miliknya.
Sesekali mata Ciara terpejam meresapi kenikmatan yang tiada tara itu. Kenikmatan yang terus ia dapatkan dari pria yang ia cintai itu. Rasanya, ia seperti di bawa terbang mengawang tanpa pijakan.
“Daddy … I love you,” lirih Ciara pelan saat Abercio sedang memberikannya pemanasan.
“I love you more, Baby,” balas Abercio sembari melebarkan kedua paha Ciara dari dalam selimut hangat yang menyelimuti tubuh mereka berdua.
“Aghhh!!!” pekik Ciara saat tiba-tiba junior Abercio masuk menerobos liang sempit miliknya. Entah kenapa kali ini rasanya junior pria itu lebih besar dan lebih keras dari biasanya. Rasanya begitu sempit dan sesak di bawah sana.
Abercio menyeringai menatapi wajah Ciara yang saat itu begitu pasrah tanpa sedikitpun perlawananan. Beberapa detik ia membiarkan liang Ciara terbiasa dengan juniornya di dalam sana, namun tak lama kemudian perlahan ia mulai menggerakkan pinggulnya untuk memberikan kenikmatan pada gadis itu.
“Mhh … ahhh … ahh … ngghhh ….” Ciara tak henti-hentinya terisak kenikmatan. Bagaimana tidak? Abercio terus memberikannya kenikmatan tanpa henti bahkan sedetikpun.
Pagi itu, kamar utama milik Abercio dipenuhi dengan suara isak nikmat dari dirinya dan Ciara. Lengu.han dan rin.tihan nikmat terus memenuhi kamar yang luas tersebut tanpa henti. Pergumulan mereka di pagi itu benar-benar menghasilkan keringat yang deras membasahi tubuh. Apalagi Abercio? Si pria mesum yang merupakan predator se.ks itu? Ia melanggar janjinya bahwa ia akan melakukan cocok tanam pagi itu dengan lembut. Pada kenyataannya? Ia menggagahi gadis itu dengan buas berkali-kali tanpa henti.
__ADS_1
...❣️❣️❣️...
...BERSAMBUNG…...