Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Apa Benar Daddy Mencintaiku?


__ADS_3

...“Setiap hubungan percintaan itu akan selalu berakhir di pelaminan. Apa hubungan kita bisa disebut cinta kalau Daddy aja nggak kepikiran ingin menikahiku? Apa benar Daddy mencintaiku? Atau … Daddy hanya mencintai tubuhku?” – Ciara A. Garnacho...



Seminggu setelah kejadian memberi pelajaran pada Darren, Markus menghilang tanpa kabar. Tak ada satupun yang tahu keberadaan pria itu di mana? Bahkan Abercio sudah memerintahkan anak buahnya melacak keberadaan Markus, namun tak membuahkan hasil.


Hari ini, Abercio dan Ciara memutuskan untuk berbelanja di sebuah mal yang ada di pusat kota. Abercio menemani gadisnya itu untuk menghabiskan kekayaannya yang tak kunjung berkurang.


Setelah lelah berpindah dari satu toko ke toko lainnya, keduanya memutuskan untuk istirahat sejenak dan mengisi perut yang sedang keroncongan.


“Daddy ….”


Ciara memainkan sedotan yang ada di gelas minuman miliknya. Matanya menatap ke bawah ke arah warna ungu dari jus terong belanda kesukaannya.


“Kenapa, Sayang?” tanya Abercio sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


“Apa … Kak Darren beneran harus diobati di rumah sakit jiwa?” tanya Ciara yang terlihat sedikit khawatir.


Sejak peristiwa pembantaian Darren di ruang VVIP 9 tersebut, Darren menjadi aneh. Pria itu menjadi suka berteriak sendiri saat melihat ikat pinggang yang digunakan oleh orang lain. Bahkan, sesaat setelah ia berteriak, ia selalu agresif dan ingin memperkosa wanita yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Darren benar-benar telah mendapatkan karmanya! Mentalnya menjadi rusak akibat pembantaian yang John lakukan padanya. Pria yang berusia dua puluh dua tahun itu terpaksa mendekam di rumah sakit jiwa karena tak terima dengan peristiwa malam itu.


“Hmm. Dia pantas mendapatkannya,” sahut Abercio sambil mengunyah makanannya. “Kenapa?”


Ciara menghela nafasnya. “Kasian. Gimanapun, dia—”


“Kasian?” Abercio tak tahan mendengarkan ucapan Ciara. Tangan kekarnya bergegas memegang dagu Ciara. Kemudian dengan perlahan ia membawa wajah tertunduk Ciara itu terangkat.


“Dengarkan aku,” ucap Abercio lembut.


“Kasian itu ke pengemis yang nahan lapar karena nggak makan. Bukan ke orang yang kena karma atas perbuatan jahatnya padamu,” tutur Abercio lugas.


Kedua sudut bibir Ciara membentuk garis lurus horizontal yang sejajar dengan telinganya. Mata ambernya menatap ke arah Abercio dengan tatapan yang sedih.


Abercio menepikan piringnya yang mana makanan masih banyak dan belum ia habiskan. Kemudian kedua tangannya menggenggam kedua tangan Ciara dengan sangat erat.


“Dia bukan ibu kandungmu. Tapi dia begitu mencintaimu seperti anak kandungnya sendiri,” lirih Abercio lembut.


“Tenanglah. Aku akan menceritakan semuanya pada Lucy. Jadi kamu jangan khawatir,” imbuh Abercio meyakinkan Ciara.

__ADS_1


“Semuanya?” Ciara menatap penasaran ke arah Abercio.


“Hmm. Semuanya,” sahut Abercio sambil menganggukkan kepalanya.


“Termasuk hubungan kita?”


Abercio mendadak terhenyak dan terdiam dengan pertanyaan Ciara. Jika ia mengatakan semuanya, apakah Lucy masih mau melanjutkan tugas kontrak yang belum Lucy lakukan itu?


Ciara melepaskan kedua tangannya dari genggaman Abercio. Ia mengerti dengan ekspresi Abercio saat itu. Ekspresi yang mengatakan bahwa pria itu takut jika Lucy mengetahui hubungan antara dia dan anak tirinya. Jika Lucy tahu, pasti Abercio akan dituntut untuk menikahi anak tirinya sendiri.


“It’s okay, Daddy. Aku tau Daddy nggak mau nikah sama aku,” lirih Ciara putus asa.


“No. Bukan itu alasannya,” sanggah Abercio yang tak terima.


“Ya terus apa, Daddy? Setiap hubungan percintaan itu akan selalu berakhir di pelaminan. Apa hubungan kita bisa disebut cinta kalau Daddy aja nggak kepikiran ingin menikahiku? Apa benar Daddy mencintaiku? Atau … Daddy hanya mencintai tubuhku?” sembur Ciara tak tahan.


Abercio menghela nafas panjang. Ada kegelisahan dan luka yang terpancarkan dari sorot matanya yang nelangsa tersebut. Seperti sedang mengorek-ngorek luka lama yang belum sembuh. Rasanya begitu perih dan menyesakkan dada.


“Aku akan menceritakan semuanya padamu,” tutur Abercio dengan lugas.

__ADS_1


...❣️❣️❣️...


...BERSAMBUNG…...


__ADS_2