Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Sorry. But I Need You, Baby~


__ADS_3

...“Maaf, aku harus melakukan ini agar kamu tak bisa hidup tanpaku. Memang ini egois, but I need you by my side. Tetaplah di sisiku selamanya dan aku akan selalu melindungimu.” – Abercio Sanchez...



“Hey! Nggak usah romantis-romantisan!”


Pria berpakaian serba hitam yang harusnya meneror Ciara tadi mendadak mengeluarkan sebilah pisau dari jaket kulitnya. Ia berjalan mendekat ke arah Ciara dengan niat ingin menusuk Ciara.


Dengan sigap Abercio memutar tubuhnya sehingga pisau tersebut sukses melukai punggung Abercio. Meski lukanya tak dalam karena hanya terkena sedikit goresan, tetap saja darah terlihat mengucur di kemeja putih yang pria itu kenakan.


“Sial! Aku tak membayarnya untuk melukai Rubah Kecil ini!” rutuk Abercio dalam hati.


Tak ingin membuang-buang waktu, Abercio langsung melepaskan Ciara dari dekapannya dan dengan gesit ia menahan tangan pria bayarannya itu. Kemudian ia menumbangkan pria tersebut hanya dengan beberapa pukulan telak. Setelah itu pria tersebut langsung lari ketakutan.


“Aneh. Siapa pria itu? Aku tak membayar mereka untuk melakukan hal berbahaya tadi. Meskipun menyiksa mental Ciara, aku tak akan sanggup melukai tubuh gadis itu,” batin Abercio sembari memiringkan kepalanya.


Sesaat kemudian fokus Abercio teralihkan saat mendapati tubuh Ciara perlahan mulai sempoyongan dan jatuh pingsan.


Abercio langsung menangkap tubuh Ciara dan ia bergegas membopong Ciara ke dalam mobil yang terparkir tak jauh dari tempat ia berdiri.


...❣️❣️❣️...

__ADS_1


Setibanya di pekarangan rumah mewah milik Abercio, pria itu bergegas turun dari mobil dan bergegas membopong tubuh Ciara dari mobil untuk masuk ke dalam rumah.


“Pak, punggung anda terluka,” ucap Bart yang sadar akan noda darah yang ada di punggung Abercio. “Apa yang terjadi?”


“Nanti saja,” ucap Abercio dingin sambil bergegas membawa tubuh Ciara masuk ke rumah. Ia tak peduli dengan luka kecil yang ada di punggungnya. Yang jelas ia harus membawa gadis itu beristirahat terlebih dahulu.


Bart hanya mengangguk mengiyakan ucapan Abercio. Namun ia terheran-heran. Dari mana Abercio mendapatkan luka itu? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ada hubungannya dengan peneror bayaran? Tapi tak mungkin sampai melukai majikannya, ‘kan? Pikir Bart saat itu.


Bart bergegas menghubungi pria bayaran yang diutuskan untuk meneror Ciara untuk menyelidiki. Di saat yang sama, Abercio terlihat begitu bahagia membawa Ciara masuk ke dalam rumahnya yang hampa itu.


“Welcome home, Baby,” lirih Abercio pelan sambil menatap wajah Ciara yang sedang pingsan karena syok.


Abercio menapaki tangga satu per satu hingga akhirnya tiba di lantai dua dan bergegas masuk ke kamarnya. Kemudian ia merebahkan tubuh Ciara ke ranjang. Kemudian, Abercio bergegas mengambil baju tidurnya di lemari dan melepaskan dress serta seluruh pakaian da-lam Ciara. Kini, tubuh gadis itu benar-benar polos tanpa sehelai benangpun yang tersisa.


Tanpa sadar, Abercio duduk di sisi ranjang sembari menyentuh dan mengusap lembut inci demi inci kulit halus Ciara. Pria itu menyentuh tubuh Ciara mulai dari kaki, merambah ke paha, lipatan daging tebal gadis itu, kemudian perut dan berhenti di dada.


“Indah. Sangat indah. Sampai-sampai aku bisa gila hanya dengan menyentuhnya,” lirih Abercio perlahan.


Sebagai seorang pria normal, Abercio benar-benar tak mampu menahan gejolak di dadanya. Ia mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ciara.


“I miss your lips,” gumam Abercio sembari menatap indahnya bibir Ciara.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama, Abercio mendaratkan bibirnya ke bibir Ciara dan melahap bibir itu dengan penuh penghayatan. Awalnya lahapan ringan, perlahan tersebut menjadi rakus. Tangan yang tadinya menyentuh dada Ciara, tak bisa tahan hanya dengan menyentuh saja. Tangan itu pun mulai mere.mas kedua dada Ciara dengan penuh gairah.


Tak lama kemudian, tangan Abercio menjalar ke bawah. Mencari-cari lipatan tebal gadis itu. Namun gerakan tangannya terhenti. Ia bergegas melepaskan bibirnya dari bibir Ciara.


“Sh-it!” umpat Abercio sembari menggigit bibirnya. Meskipun ia jahat karena menyiksa batin serta mental Ciara, setidaknya ia tak boleh menikmati tubuh gadis itu saat gadis itu sedang pingsan.


Abercio bergegas mengenakan baju tidurnya ke tubuh Ciara. Meskipun tanpa celana, baju tidur milik Abercio saja sudah cukup kebesaran menutupi tubuh gadis itu sebatas paha. Setelah itu, Abercio memaksakan tubuhnya berbaring di samping Ciara meskipun punggungnya yang terluka belum terobati.


“I miss you so bad, Baby,” gumam Abercio sambil menatap wajah Ciara dengan seksama. “Maaf, aku harus melakukan ini agar kamu tak bisa hidup tanpaku.”


“Memang ini egois, but I need you by my side. Tetaplah di sisiku selamanya dan aku akan selalu melindungimu.”


Abercio membelai lembut pipi Ciara dengan penuh kasih sayang.


“Aku akan bertahan malam ini. Aku akan menahan nafsu binatangku karena aku mencintaimu.”


“Jadi, besok bangunlah dengan tenang dan segeralah sembuh.”


Abercio membawa Ciara ke dalam pelukannya. Kemudian iya memejamkan matanya sambil memeluk tubuh Ciara dengan sangat erat. Ia mengecup lembut dahi gadis itu.


“Good night, Baby. Daddy sayang Ciara.”

__ADS_1


...❣️❣️❣️...


...BERSAMBUNG…...


__ADS_2