Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Karma Untuk Darren


__ADS_3

..."Aku suka melihat orang yang bercinta dengan tubuh yang berdarah-darah! HAHAHAHA!!!" – John Ezekyiel...



Peringatan! Bab ini mengandung kekerasan dan tak layak untuk anak di bawah umur.


...❣️❣️❣️...


Bak di sambar petir di siang bolong, Ciara terhenyak mendengarkan ucapan Darren. Anak angkat? Apa maksud dari ucapan pria itu?!


"K-Kak ..." Ciara menoleh ke arah Darren.


"Aku bukan Kakak-mu, Ciara," tutur Darren sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Ciara. Kemudian ia mengecup lembut telinga gadis itu.


Plak!


Ciara menampar wajah Darren dengan penuh amarah. Tak ada waktu untuk bersedih, pikir Ciara. Yang terpenting sekarang adalah ia harus menyelamatkan diri dari orang-orang brengsek tersebut!


"Sialan!" umpat Darren. Ia meraih tangan Ciara dan menghempas paksa tubuh gadis itu ke atas sofa.


"Ck! Aku udah nggak tahan lagi!" ucap Darren bengis.


"Andrew! Cepat pegang dia!" seru Darren yang saat itu sedang dikuasai obat perangsang. Ia bergegas membuka ikat pinggangnya untuk mengikat kedua tangan Ciara.


Andrew mengajak lima orang temannya dan ia bergegas menahan tangan Ciara.


"Lepasin aku kalau kalian masih mau hidup!" pekik Ciara dengan penuh amarah. Rasa takut benar-benar menyelimuti dirinya saat ini. Tapi entah kenapa ia begitu yakin Abercio akan bergegas datang menyelamatinya.


"Ck! Sok-sok ngancem," kekeh Andrew.


Brak!!!


Abercio datang di saat itu. Ia masuk dengan Bart dan beberapa pengawal lainnya.


Melihat Ciara yang saat itu sedang di kerumuni oleh enam pria bajingan, seketika amarah dan emosi Abercio serta Bart memuncak. Keduanya mengepalkan kedua tangannya dengan ekspresi yang sangat menyeramkan.


"Bajingan!" umpat Abercio meluapkan emosinya sambil melayangkan sebuah pukulan kepada Andrew.

__ADS_1


Sedangkan Bart, ia menghantam beberapa teman Andrew yang ingin memperkosa Ciara. Ia menghantam lima orang pria tersebut dengan membabi buta tanpa belas kasih.


Terjadi baku hantam serta adu jotos di dalam ruangan tersebut. Abercio dan Bart bergegas memukul enam orang pria brengsek tadi sehingga semuanya tumbang tak berdaya. Sedangkan Darren, keduanya sengaja tak menyentuh pria itu.


"Ck! Kalian nggak berani menyentuhku, 'kan?" tanya Darren sombong. Ia berdiri sempoyongan dengan tubuh yang panas karena reaksi obat perangsang yang sudah begitu menguasai tubuhnya.


Abercio bergegas mendekat ke arah Ciara. Sedangkan Bart, ia mengarahkan pengawalnya mengantarkan Darren ke room yang sudah mereka mereka targetkan sejak awal.


"Bawa dia ke room VVIP 9," perintah Bart.


Pengawal yang mendapatkan perintah tersebut langsung menarik Darren ke ruangan tersebut. Setibanya di depan room VVIP 9, pengawal tersebut mendorong Darren ke dalamnya. Lalu mereka menunggu suara-suara yang mereka harapkan.


Kurang lebih beberapa menit mereka menunggu ....


"Ahh ... ahhh ... ahh ... nghh ... oh fak, mmhh ...." Suara Darren dan seorang wanita terdengan memenuhi room VVIP 9 tersebut.


"Arghhh!!!" erang Darren saat ia tiba di puncak pergumulannya.


Para pengawal termasuk Bart yang saat itu berdiri di depan room VVIP 9, ia bergegas mengintip di balik celah pintu tersebut.


"Pantau dia dari jauh," titah Bart sambil menyeringai puas.


Bart melengos tak peduli. Ia bergegas meninggalkan room VVIP 9 tersebut dan kembali ke room VIP 57. Tapi tak ia temukan Abercio dan Ciara.


"Pak Abercio dan Ciara sudah pulang," ucap Axel yang tiba-tiba muncul.


Bart mendengarkannya dengan perasaan kecewa. Tapi ia berusaha untuk berlapang dada.


Di saat yang sama, saat di mana kerusuhan terjadi, tak ada satu pun waiters ataupun tim keamanan Black Moon yang ikut campur. Berkat negosiasi antara Abercio dan Noah, pemilik Black Moon, maka rencana mereka malam itu akhirnya berhasil!


"Jadi ... dia yang membeli Ciara seharga satu miliar? Ck!" gumam Markus yang ternyata memantau kerusuhan tersebut dari kejauhan.


Tak ada seorangpun yang menyadari kehadiran pria tersebut karena ia mengenakan pakaian serba hitam serta topi hitam yang menutupi wajah.


...❣️❣️❣️...


Sementara itu, di room VVIP 9, saat di mana Darren terengah-engah karena merasa nikmat telah menggagahi seorang wanita yang ia sendiri tak tahu siapa wanita tersebut, saat itu juga lah pintu room VVIP 9 itu terbuka.

__ADS_1


Ceklek!


"What the h*ll!" umpat pria bertubuh kekar dengan kumis dan brewok tebal yang mengerikan.


Rahang pria yang bernama John itu menegang dan menonjolkan pembuluh darah saat kedua tangannya ia kepalkan.


"Jangan biarkan seorang pun masuk ke ruangan ini!" perintah John yang merupakan salah satu bos mafia terkenal di Asia Tenggara.


John Ezekyiel. Tak hanya terkenal karena kesadisannya dalam bertransaksi gelap. Entah itu narkoba, prostisusi, pembunuhan, tapi ia juga terkenal dengan fantasi se.ks-nya yang aneh.


"Baik, Pak." Pengawal John mengangguk.


Pintu tertutup dengan rapat. Kini tersisa John, Darren dan Daniah, wanita yang seharusnya melayani John.


John membuka ikat pinggangnya, kemudian ia menatap ke arah Darren dengan mata yang melotot.


Plak! Plak! Plak!


"ARGHHHH!!!" pekik Darren histeris. "TOLONGGG!!!"


John mencambuk tubuh Darren dengan penuh emosi. "Cepat bercinta lagi di depanku!"


"Aku suka melihat orang yang bercinta dengan tubuh yang berdarah-darah! HAHAHAHA!!!" John tertawa terbahak-bahak sembari bertolak pinggang menunggu Darren dan Daniah bercocok tanam.


Darren menangis terisak-isak. Bukannya nafsu, burungnya malah loyo dan tak bisa tegang karena tubuhnya yang kesakitan di cambuk oleh John tanpa belas kasih. Sedangkan Daniah, wanita itu diperintahkan oleh John untuk melahap benda sakti milik John yang kini sedang tegang karena fantasi se.ks-nya.


"Cepat!!! Siapa suruh kau masuk ke ruangan ini?!!!" bentak John bengis.


Darren berusaha melarikan diri dengan mendobrak-dobrak pintu, tapi sayangnya pintu tersebut dijaga dengan ketat oleh pengawal milik John.


Plak!


Sebuah cambukan kembali melayang di saat Darren membelakang John karena ia berusaha membuka pintu.


"Kau tak akan bisa keluar selagi belum bisa membuatku puas!" kecam John mengerikan.


...❣️❣️❣️...

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2