Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Lima Menit


__ADS_3

...“Lima menit. Lagi pula kita udah nggak perlu pemanasan. Aku akan langsung memasukkannya dan segera keluar.” – Abercio Sanchez...



Peringatan! Bab ini berbahaya buat di bawah umur ya!!! 🫣


...❣️❣️❣️...


Hari demi hari telah berlalu. Tak terasa sudah hampir dua minggu Lucy berada di rumah tersebut. Besok, ia akan kembali ke US untuk melanjutkan pengobatannya.


Malam sebelum keberangkatan Lucy ke US, Abercio pulang telat. Tak seperti biasa. Pikirannya begitu kusut karena ada masalah pekerjaan di kantor. Ia melepaskan seluruh pakaiannya dan memasuki kamar mandi untuk segera mengguyur tubuhnya dengan air hangat untuk melepas penat.


Setelah membersihkan diri, Abercio keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sudah ia keringkan. Ia begitu malas mengambil baju tidur. Jadi, ia memutuskan untuk langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang hanya dengan mengenakan jubah mandi.


Ting!


^^^“Daddy, kok pulangnya telat?”^^^


Abercio menghela nafasnya saat membaca pesan singkat dari gadis itu. Kemudian ia menilik jam digital di ponselnya.


“Udah larut, tapi kenapa dia belum tidur?” gumam Abercio dengan dahi yang mengkerut.


Abercio merentangkan kedua tangannya dengan lebar tanpa sempat membalas pesan dari Ciara. Entah kenapa malam itu ia benar-benar lelah.


Seharian penuh bekerja tanpa istirahat selain makan siang dan makan malam. Selebihnya ia berkutat dengan file-file serta berkas-berkas yang harus ia cek karena perusahaan mengalami sedikit kerugian.


^^^“Daddy?”^^^


^^^“Mimpi indah. I love you.”^^^


^^^“Daddy?”^^^


^^^“Are you okay?”^^^


^^^“Daddy?”^^^


^^^“Kok tumben telat bales?”^^^

__ADS_1


^^^“Hello?”^^^


^^^“Daddy?”^^^


^^^“Daddy?”^^^


Abercio terlelap, meskipun bunyi notifikasi ponsel memekakkan telinga karena terus menerus berbunyi tanpa henti.


Di saat yang sama, Ciara merasa gelisah dan pikirannya mendadak menjadi negatif. Tak biasanya Abercio pulang telat. Lalu, pesannya juga tak di balas. Apa jangan-jangan Abercio kembali seperti dulu lagi? Tidur dengan wanita lain dan diam-diam membawa wanita lain ke kamarnya?! Pikir Ciara menerka-nerka.


Ciara benar-benar frustasi memikirkannya. Dadanya mendadak panas sendiri karena tebakan yang sebetulnya ia sendiri tak tahu apakah benar-benar terjadi atau tidak.


Ciara bergegas duduk dari tidurnya dengan perlahan karena tak ingin membangunkan Lucy. Kemudian ia menapaki lantai dengan berjinjit dan membuka pintu kamarnya. Lalu ia keluar dan bergegas masuk ke dalam kamar Abercio.


“Haaa … membuatku khawatir saja!” gumam Ciara sambil menghela nafas lega.


Ciara menatap Abercio yang saat itu terlelap dengan sangat nyenyak. Wajah pria itu terlihat begitu lelah. Ia pun mendekat ke arah ranjang dan merangkak ke atas ranjang pria tersebut. Tangannya tak tahan untuk tak membelai lembut pipi Abercio.


“Sorry, Daddy. Aku udah berfikiran negatif karena Daddy nggak bales pesan aku. Ternyata Daddy kecapean,” gumam Ciara pelan.


Cup!


“Mau ke mana? Hmm?” tanya Abercio yang entah sejak kapan terbangun itu.


Ciara terkejut setengah mati karena sesaat tadi pria itu masih tertidur pulas, tapi bagaimana bisa sekarang pria itu berada di atasnya dengan mata yang mendadak segar?! Ck! Apa naluri lelakinya mendadak bangun hanya karena sebuah kecupan?


“Daddy … aku harus segera ke kamar, nanti Momm— … hmph!”


Abercio mendaratkan bibirnya ke bibir Ciara. Pria itu melahap rakus bibir Ciara sembari kedua tangannya mulai bergerilya di dada dan liang gadis itu.


“Daddy … besok ya? Besok aku ke kantor Daddy. Aku takut Mommy bangun,” bisik Ciara sesaat setelah ia melepaskan bibirnya dari bibir Abercio.


Nafas Abercio saat itu sudah mulai berat. Mata yang biasanya hangat, kini berubah menjadi liar seperti saat mereka bercinta sebelum-sebelumnya.


“Besok? Kamu aja udah sebasah ini,” bisik Abercio ke telinga Ciara.


Abercio merasakan bahwa bagian bawah gadis itu sudah sangat basah. Padahal, ia belum lama melakukan pemanasan pada gadis itu. Apa karena sudah hampir dua minggu mereka tidak melakukannya? Sehingga seluruh organ tubuh mereka mendadak sensitif.

__ADS_1


Wajah Ciara memerah mendengarkan ucapan Abercio. Benar. Ia juga sangat ingin bercinta dengan pria itu. Tapi entah kenapa rasanya tak tenang bercinta saat Lucy berada di atap yang sama dengannya saat itu.


“Tomorrow. Okay? Aku akan ke kantor Daddy dan kit—”


“Express,” potong Abercio.


“Hah?” Ciara menatap heran ke arah Abercio. Ia tak mengerti dengan apa yang pria di atasnya itu katakan.


“Lima menit. Lagi pula kita udah nggak perlu pemanasan,” bisik Abercio pelan ke telinga Ciara. “Aku akan langsung memasukkannya dan segera keluar.”


Ciara tak mampu menolak permintaan pria tersebut. Pasalnya, ia pun menginginkan penyatuan tubuh yang sudah lama ia rindukan itu.


Tak membutuhkan waktu yang lama, Ciara pun ikut terbuai dan terhanyut oleh arus panas yang Abercio berikan. Keduanya saling melepaskan kerinduannya yang tertahankan.


"Hngh!" Ciara menggigit bibirnya saat merasakan rudal besar milik Abercio manyelinap masuk ke dalam tubuhnya di bawah sana.


"I miss you so bad," bisik Abercio.


Ciara melingkarkan kedua tangannya ke leher Abercio. Kemudian ia membalas ciuman pria itu dengan sangat lihai. Matanya terpejam menikmati hentakan demi hentakan yang pria itu berikan di bawah sana. Rasanya seperti tak rela jika bercinta hanya selama lima menit.


“Ah … D-Daddy … nghh … aku mau … mhhh … keluar …” ceracau Ciara sembari men.de.sah dan me.rin.tih.


Abercio mempercepat tempo gerakan tubuhnya. Meskipun hanya lima menit, sekujur tubuh mereka cukup berkeringat. Nafas yang memburu seiring dengan pacuan yang Abercio berikan, seketika membuat sekujur tubuh keduanya menegang dan bergetar dengan hebat.


“Arghhh!!!” erang mereka secara bersamaan.


Keduanya saling berpelukan dengan erat sembari mengatur nafas yang tersengal-sengal akibat pertempuran singkat yang nikmat tersebut.


Abercio mengecup lembut bibir Ciara dengan penuh kasih sayang. Ciara ikut membalasnya sambil tersenyum.


“Apa yang kalian lakukan?!” suara Lucy terdengar cukup lantang sehingga membuat Ciara dan Abercio tersentak.


Ciara yang saat itu berada di bawah kungkungan Abercio, ia terkejut bukan kepalang. Begitu juga Abercio yang saat itu sedang berada di atas Ciara. Keduanya menoleh secara bersamaan ke arah Lucy yang terlihat begitu emosi di depan pintu.


Nafas wanita paruh baya itu terdengar memburu seiring dengan naik turun dadanya karena menahan amarah dan rasa sesak di dada. Ia begitu terkejut melihat anak dan suami kontraknya itu sedang bercinta. Rasanya seperti mimpi!


...❣️❣️❣️...

__ADS_1


...BERSAMBUNG…...


__ADS_2