Kegilaan Hot Daddy

Kegilaan Hot Daddy
Aku Lelah Bermain


__ADS_3

...“Ciara … aku lelah bermain. Jadi ayo segera kita akhiri semua sandiwara ini.” – Abercio Sanchez...



Abercio menyeringai mendengarkan ucapan Ciara. Pada akhirnya, Rubah Kecil yang licik itu akan menunjukkan taring dan kukunya dengan sendirinya.


“Ck! Sepertinya permainan ini akan berakhir,” gumam Abercio lirih sambil tertawa pelan dengan mengerikan.


Ciara mengerutkan dahinya. Ia tak mengerti dengan apa yang Abercio ucapkan tadi. “Apa maksud, Daddy?”


Abercio meraih rambut Ciara dan memelintir rambut tersebut dengan perlahan. Ia menatap rambut hitam legam gadis itu dengan penuh arti. Lalu, ia kembali menatap kedua mata amber milik gadis yang perlahan mencuri hatinya itu.


“Kamu benar,” bisik Abercio pelan. “Kamu nggak sebodoh itu. Tapi … aku yang bodoh. Karena aku mau saja dibodohi olehmu.”


Ciara mendadak menelan salivanya. Ucapan pria itu benar-benar sulit ia cerna dengan baik saat ini. Tapi, jika ia tak salah, maksud dari ucapan Abercio tadi bukankah tentang ia yang selama ini membodohi Abercio?! Apa jangan-jangan Abercio mengetahui hal itu?! Bart yang melaporkan padanya?!

__ADS_1


"Bart ... tidak mengkhianatiku ... 'kan?" gumam Ciara dalam hati dengan tubuh yang bergetar karena ketakutan.


Ingin rasanya Abercio langsung membuka kedok rubah kecil itu. Tapi ia sengaja membiarkan gadis itu sendiri yang meledak dan menunjukkan sifat aslinya. Yang perlu ia lakukan hanyalah terus-terusan menggoda gadis itu hingga jatuh ke dalam jebakannya.


"Kau yang lebih dulu melakukan tarik ulur bukan? Sekarang, aku yang akan mengulurmu. Sampai mana kau bisa bertahan, Rubah Kecil?" batin Abercio.


"D-Daddy ... Cio ..." panggil Ciara ragu-ragu. Entah kemana perginya semua amarah gadis itu. Yang jelas, rasa takutnya lebih mendominasi saat ini.


"Hmm?" Abercio mendekatkan bibirnya ke telinga Ciara. Kemudian ia meniup lembut telinga gadis itu sehingga gadis itu sukses menggelinjang karena geli.


“Ssttt …” Abercio memotong ucapan Ciara.


Pria itu menyeringai tipis dengan tatapan yang mematikan. Ia langsung berdiri dengan tegak dan merogoh saku celananya. Kemudian ia meraih tangan Ciara dan memberikan dua kartu yang ada di tangannya.


"Yang hitam ini, kartu kredit unlimited. Kamu bisa menggunakannya sepuasmu. Aku akan mengirimkan pinnya lewat pesan," Abercio menunjukkan kartu hitam yang ada di tangan Ciara.

__ADS_1


"Lalu ... yang ini, kartu akses untuk kamu naik lift pribadi ke kantorku. Kamu boleh datang ke sana kapan saja tanpa harus membuat janji," ucap Abercio.


“Untuk apa Ciara ke kantor Daddy?” tanya Ciara penasaran.


"Untuk mendapatkan jawaban yang kamu mau. Sekalian … aku mau kita mengulangi sejarah panas itu lagi, Rubah Manis," lirih Abercio pelan.


Ciara terbelalak kaget. Matanya sempurna melotot saat Abercio mengatakan Rubah Manis. Apa maksud pria itu? Sungguh, sejak tadi ia dibuat penasaran dengan kalimat-kalimat Abercio yang tak dapat ia mengerti. Dan yang paling membuat ia bergidik adalah, Abercio yang ada di depannya sekarang benar-benar berbeda dengan Abercio yang ia kenal sebagai Daddy Cio selama ini.


“A-apa yang terjadi? Kenapa dia seperti orang lain? Kemana sosok pria hangat yang selama ini ia perlihatkan padaku? Apa … ini adalah sifat aslinya?” pikir Ciara saat itu.


Abercio memutar tubuhnya membelakangi Ciara. Kemudian ia berjalan menuruni tangga dengan gagah dan mengatakan sesuatu yang cukup membuat Ciara kepikiran tanpa bisa tidur selama beberapa hari.


“Ciara … aku lelah bermain. Jadi ayo segera kita akhiri semua sandiwara ini,” ucap Abercio tanpa menoleh ke belakang.


...❣️❣️❣️...

__ADS_1


...BERSAMBUNG…...


__ADS_2