
...“Ciara nggak suka sama Megan dan Elina. Ciara benci dengan mereka yang pernah bercinta dengan Daddy. Ciara mau jadi satu-satunya wanita yang ada di sisi, Daddy. Apa permintaan Ciara ini berlebihan?” – Ciara A. Garnacho...
...❣️❣️❣️...
...“As you wish, I will make it come true, My Queen. Dengan senang hati, kamu boleh memonopoli diriku seutuhnya.” – Abercio Sanchez...
“Ciara ….”
Abercio memanggil Ciara yang saat itu sedang merapikan tempat tidur. Pria itu mendekat ke arah Ciara dan memeluk gadis itu dari belakang. Entah kenapa, sejak pagi tadi, Abercio tak mampu menahan diri untuk meluapkan rasa sayang dan cinta yang ia miliki untuk gadis itu.
“Daddy …” Ciara menoleh ke belakang dan mendelik ke arah Abercio. Ia memegang kedua tangan Abercio yang saat itu melingkar di tubuhnya.
Cup!
Abercio tak segan-segan mengecup bibir gadis itu yang sangat menggoda. “Ngapain beres-beres? Ntar juga bakalan ada yang datang buat beresin.”
“Nggak mau.” Ciara langsung memasang wajah merajuk.
Setiap kali ada pembantu yang berurusan dengan rumah tangga dan pekerjaan, entah kenapa Abercio selalu mempekerjakan seorang wanita. Terlebih lagi wanita itu hampir semuanya memiliki paras yang cantik dan tubuh yang indah. Yah … meskipun ia tahu semua wanita itu pelacur.
“Loh, kenapa, Sayang?” tanya Abercio sambil memutar tubuh Ciara menghadap ke arahnya.
“Daddy sadar nggak sih … pembantu, tukang masak, sekretaris, semua itu wanita! Terus mereka itu semua pela—”
Ciara tak melanjutkan ucapannya. Ia tau bahwa terlalu berlebihan jika ia mengatakan hal tersebut saat ini, saat di mana hubungannya dan Abercio mulai tenang dan adem. Ia tak ingin lagi ada perselisihan meskipun ia belum sepenuhnya ikhlas dengan masa lalu pria itu.
“Pelacur?” Abercio melanjutkan ucapan Ciara sambil menatap ke arah Ciara.
Ciara menatap ke arah Abercio dengan takut-takut. Ingin sekali ia merengek dan meluapkan kekesalannya bahwa ia membenci semua wanita yang pernah singgah di kehidupan Abercio. Terlebih lagi wanita yang pernah bercinta dengan Abercio. Ia benci semua wanita itu!
“Ciara,” panggil Abercio lembut sambil memegang kedua pipi Ciara. Ia membawa wajah gadis itu untuk menengok ke arahnya.
“Kalau ada yang nggak kamu suka atau ada sesuatu yang mengganjal di hati, tell me. Katakan semuanya padaku. Aku akan mencoba menghindari semua yang nggak kamu suka,” jelas Abercio dengan lemah lembut.
__ADS_1
“Aku ini bukan cenayang, Sayangku,” Abercio mencubit gemas hidung Ciara.
“Ih! Daddy! Sakit tauk!” Ciara merengek manja dengan wajah yang ia buat merengut karena kesal hidungnya dicubit oleh Abercio.
“Lagian, siapa juga yang bilang Daddy itu cenayang,” celetuk Ciara sambil mengambil bantal di atas ranjang tersebut untuk diletakkan ke tempat seharusnya.
“Ya ‘kan Daddy nggak tau isi hati Ciara apa? Maunya Ciara apa? Kalau aku tau, aku pasti akan mewujudkan semua keinginanmu itu,” ucap Abercio sembari mencondongkan tubuhnya agar sejajar dengan Ciara.
Ciara tersentak. Kemudian ia menoleh ke arah Abercio dan kini ia yang memegang kedua pipi Abercio.
“Daddy beneran? Bakalan mewujudkan semua keinginanku?” tanya Ciara dengan mata yang berbinar-binar.
Abercio mengangguk sambil tersenyum. “Yes. Aku akan mewujudkan semua keinginanmu. Apapun itu, My Queen. Bahkan matipun aku rela. Asalkan kamu juga ikut mati bersamaku, karna aku nggak rela kamu bahagia dengan pria lain saat aku mati.”
“Ih, Daddy!” Ciara kembali merajuk mendengarkan ucapan pria itu. Entah kenapa Abercio yang sekarang benar-benar berbeda dengan Abercio yang pertama kali ia jumpa dan juga berbeda dengan Abercio yang ia temui saat di kantor waktu itu.
Abercio tertawa terbahak-bahak melihat tingkah menggemaskan Ciara. Ia meraih tubuh gadis itu dan memeluknya dengan erat. Kemudian ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang membawa gadis itu ikut jatuh ke atas ranjang bersamanya.
“Katakan. Apa keinginanmu?” tanya Abercio pelan sambil menatap kedua mata amber Ciara yang sekarang sedang berbaring di sampingnya.
“Ciara nggak suka sama Megan dan Elina. Ciara benci dengan mereka yang pernah bercinta dengan Daddy.”
“Ciara … Ciara mau jadi satu-satunya wanita yang ada di sisi, Daddy. Apa permintaan Ciara ini berlebihan, Daddy?”
“Kalau iya, nggak apa-apa kok. Ciara bakalan melupakan keinginan Ciara yang satu ini.”
Abercio menghela nafasnya dengan pelan. Meskipun keinginan gadis itu terdengar egois dan ingin memonopoli dirinya, entah kenapa rasanya ia begitu senang dan bahagia. Dadanya terasa hangat. Pikirannya seolah-olah di bawa terbang mengawang saking bahagianya mendengarkan permintaan gadis itu.
Abercio memegang dagu Ciara dan membawa wajah mungil nan cantik gadis itu menoleh dan menghadap ke arahnya.
“As you wish, I will make it come true, My Queen. Dengan senang hati, kamu boleh memonopoli diriku seutuhnya,” ucap Abercio sungguh-sungguh.
Abercio sukses membuat Ciara tak bisa berkata-kata. Keinginan yang semula Ciara pikir sulit untuk Abercio wujudkan, ternyata dengan mudahnya pria itu wujudkan. Kenapa … ayah tirinya ini begitu manis dan menggemaskan? Apa ini semua mimpi? Andai ini mimpi, ia tak akan pernah ingin bangun dari mimpi ini selamanya.
“Tapi … aku juga punya permintaan.” Ucap Abercio tiba-tiba.
__ADS_1
Ciara terdiam. Apa yang akan pria itu minta padanya? Apakah sesuatu yang tak masuk akal? Atau … sesuatu yang mesum dan vulgar?
“Jangan bertingkah manja dan menggemaskan pada siapapun selain padaku? Hmm?” pinta Abercio dengan lugas.
“Huh? Cuma itu?” tanya Ciara penasaran. Pasalnya, itu bukanlah permintaan yang sulit buatnya.
“Yes. Kamu boleh menjadi dirimu sendiri di depanku dan kamu juga boleh bertingkah manja dan menggemaskan di depanku. But … di depan orang lain kamu nggak boleh. Mau itu cewe atau cowo, aku nggak mengizinkannya.” Ucap Abercio dengan gamblang.
Ciara tertawa kecil mendengarkan permintaan Abercio. Posisinya yang semula menyamping menghadap Abercio, kini ia ubah menjadi telungkup. Lalu ia merangkak mensejajarkan wajahnya dengan wajah Abercio.
“Daddy …” panggil Ciara pelan. Kedua mata ambernya menatap lekat kedua mata hazel milik Abercio.
“Yes, My Queen?”
“I love you, Daddy.” Ucap Ciara sambil mengecup lembut bibir Abercio.
“I love you more, Sweetheart.”
Abercio ingin membalas kecupan Ciara, namun gadis itu menjauhkan kepalanya dengan bibir yang melengkung ke bawah.
“Daddy … kenapa sih Daddy suka ngasih aku panggilan yang berbeda-beda?” tanya Ciara sambil cemberut.
“Sweetheart, Baby, Sayang, Rubah Kecil, My Queen. Ntar apa lagi deh?” gadis itu mengatakannya sambil menghitung nama panggilan yang ia dapatkan dari Abercio menggunakan jarinya.
“Apa jangan-jangan semua panggilan itu Daddy gunakan buat mantan-mantan Daddy? Terus—”
“Aku nggak punya mantan,” potong Abercio sembari terkekeh.
“Terus? Kenapa dong semuanya Daddy gunakan untuk memanggilku?”
“Karena kamu special. Kamu berhak memiliki semua panggilan yang indah itu,” ucap Abercio sambil mengacak-acak rambut depan Ciara.
“Terus … Rubah Kecil? Kenapa Daddy memanggilku Rubah Kecil?”
...❣️❣️❣️...
__ADS_1
...BERSAMBUNG…...