
...“Aku jadi rindu wajah sangar Daddy saat berada di atas tubuhku. Daddy yang saat itu sedang memacu kecepatan dengan keringat yang membasahi tubuh. Aroma maskulin yang begitu membangkitkan gairah.” – Ciara A. Garnacho...
“Morning, Daddy!” seru Ciara saat melihat Abercio berjalan menuju ke arah meja makan.
Saat itu, Lucy sedang menyendokkan nasi goreng ke piring Ciara. Ia menoleh ke arah Abercio yang kini sedang duduk berseberangan dengannya. Sedangkan Ciara di ujung meja, menjadi penengah antara dirinya dan Abercio.
“Morning,” sahut Abercio sambil tersenyum.
Abercio meletakkan tas kantornya di kursi kosong yang ada di sebelahnya. Kemudian ia menenggak segelas susu yang sudah disediakan oleh Bibi Ajeng.
Ting!
Abercio melirik ke arah ponselnya sambil tetap menenggak susu dari gelas yang ia pegang.
“Uhuk! Uhuk!” Abercio mendadak tersedak saat membaca pesan di ponselnya.
^^^“Bayangin, susu yang Daddy minum itu susu-ku.”^^^
Ciara tertawa cekikikan sambil menatap ponselnya. Ia sengaja menggoda Abercio yang sejak tadi malam merengek minta nafsunya dilayani. Tapi Ciara enggan menurutinya karena takut kalau sampai ketahuan oleh Lucy.
__ADS_1
“Kamu nggak apa-apa” tanya Lucy menatap khawatir ke arah Abercio.
Abercio melambaikan tangannya memberikan isyarat bahwa ia baik-baik saja. Ia mengambil tisu dan menyeka susu yang belepotan di bibirnya karena ulah Rubah Licik yang berada di sampingnya itu.
“Awas kamu ya,” ancam Abercio dalam hati sambil melirik ke arah Ciara dengan tatapan yang tajam.
Ciara menggigit bibirnya ke dalam menahan tawa. Perutnya benar-benar geli pagi itu. Kapan lagi ia bisa menjahili Abercio Sanchez? Pria yang terkenal dingin dan menyeramkan buat orang lain. Tapi tidak baginya.
Beberapa detik kemudian, suasana mendadak tenang. Ketiganya menyantap sarapan mereka dengan hikmat dan berselera.
Ciara melirik ke arah Abercio. Selama ini ia menyadari bahwa pria itu tampan. Tapi, entah kenapa pagi ini ketampanan pria itu seperti bertambah? Padahal, tak ada yang berubah di wajah pria itu. Apa karena ia begitu bahagia akibat lamaran dadakan dari Abercio malam tadi?
Ting! Ting! Ting! Ting!
^^^“Aku jadi rindu wajah sangar Daddy saat berada di atas tubuhku.”^^^
^^^“Daddy yang saat itu sedang memacu kecepatan dengan keringat yang membasahi tubuh.”^^^
^^^“Aroma maskulin yang begitu membangkitkan gairah.”^^^
^^^“Dan … suara seksi yang begitu membuatku bergidik.”^^^
__ADS_1
^^^“Haaa … sayangnya kita nggak bisa bercinta dalam waktu dekat ini.”^^^
Abercio kembali tersedak saat membaca pesan dari Ciara. Gadis itu benar-benar sedang memancing kegilaannya! Padahal ini masih pagi. Tapi Rubah Kecil-nya itu sudah nakal! Kepala atas dan bawahnya sampai-sampai dibuat pusing karena berdenyut secara bersamaan.
Ting!
^^^“Aku mau bercinta, Daddy.”^^^
Ciara meraba kaki Abercio menggunakan kakinya di bawah meja. Ia sengaja memberikan sentuhan yang pelan namun cukup membuat Abercio semakin menggila dan rasanya seperti ingin meledak! Apalagi daging tak bertulangnya saat itu sempurna mengeras!
“Sial!” umpat Abercio dalam hati.
Lagi-lagi Ciara tertawa cekikikan menatap ponselnya.
“Ciara. Makan dulu. Nggak sopan makan sambil main hp,” nasehat Lucy sambil fokus dengan makanannya.
Di saat yang sama, Bibi Ajeng melihat kelakuan Ciara yang menyentuh kaki Abercio menggunakan kakinya. Wanita paruh baya itu menghela nafas panjang. Ia dapat merasakan ada hal yang tak seharusnya ada antara Abercio dan Ciara. Pasalnya, kedua orang itu berstatus ayah dan anak!
“Gimana perasaan Bu Lucy kalau sampai tau anak dan suaminya selingkuh di belakangnya,” gumam Bibi Ajeng pelan dari dapur.
...❣️❣️❣️...
__ADS_1
...BERSAMBUNG…...