Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Di dengar langit


__ADS_3

Karena waktu sudah menunjukkan dini hari, pesta tersebut di bubarkan dan yang memenangkan pertandingan itu adalah Lenora. Jadi, besok siang Lenora harus pergi ke istana untuk mengambil hadiah nya, mendengar itu Lenora sangat antusias untuk bisa masuk ke sana. Dia sangat penasaran, benar-benar sangat penasaran dengan isi yang ada di dalam istana.


"Lenora!" Tegas Archon dan Diego saat Lenora hendak membuka pintu kamarnya.


"Baiklah baiklah, aku akan menceritakan nya pada kalian....." Pasrah Lenora, dia tahu bagaimana kepo nya mereka sekarang.


Hingga akhirnya, mau tidak mau Lenora pun menceritakan yang sebenarnya.


"Lenora!!!kau benar-benar!!!!" Diego dan Archon tidak tahu lagi apa yang harus mereka katakan!


Lenora memang sangat tergila-gila pada laki-laki tampan, bahkan saat berlatih dulu dia meminta Archon untuk membuat lawan nya memperlihatkan jati dirinya terlebih dahulu agar tidak melukai wajah tampan nya.


••••


"Bing!! bagaimana bisa kau.... Kau memberikan pedang Almor mu pada nya? bukankah pedang itu sangat berharga?" Kaget Oliver.


"Hanya pedang saja kenapa kau meributkan nya? aku sendiri tidak mempermasalahkan hal itu." Heran Bing.


"Tapi Bing, kenapa kau tidak memberikan nya padaku?" Cemberut nya.


"Kau mau? kau yakin? bahkan, aku sendiri tidak percaya jika dia bisa membuka nya. Padahal, jika kau tidak kuat menahan kekuatan nya kau akan hancur saat itu juga." Datar Bing dengan memainkan jari-jari tangannya di samping kursi kebesaran nya.


"Apa maksudmu?" Heran nya.


"Pedang Almor sendiri yang memberontak dan tidak mau diam saat melihat nya, aku pikir itu hanya kebetulan namun saat dia membuka nya dengan mudah.... Tidak terjadi apapun pada nya, itu berarti pedang Almor menyukai nya." Jelas Bing.


"Aku yakin kau dan dia saling berhubungan Bing, Tapi....... AKU SUDAH MENGATAKAN NYA LEBIH AWAL BAHWA AKU MENYUKAI NYA BING!! KENAPA KAU MEREBUT NYA....." Rengek nya dengan memegang kaki Bing yang hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Oliver! apa yang kau lakukan?" Tanya seseorang yang datang dengan eskpresi heran nya saat melihat putra semata wayangnya tengah bertingkah seperti anak kecil itu.


"Ayah, tidak apa-apa..." Cengir nya yang kembali bangkit dari duduknya.


"Jangan mengganggu yang mulia Oliver, mau sampai kapan kau bertingkah seperti ini?" Tanya raja Luminos dengan menatap Oliver yang hanya menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sudahlah, bagaimana acara tadi yang mulia? apakah ada sesuatu yang aneh?" Tanya ibu suri Luminos dengan menatap Bing.


"Dia menari dengan seseorang Bu, bahkan dia juga di cium oleh nya." Ucap Oliver dengan mencibir Bing.


"Apakah itu benar yang mulia? jika iya, biarkan dia di gantung hidup-hidup di alun-alun kota!!" Tegas raja Luminos dengan ekspresi penuh kemarahan.


"Tidak perlu ayah, Bing sendiri menyukai nya. Padahal aku sudah bilang lebih awal bahwa aku yang pertama menyukai nya, namun sepertinya wanita itu lebih menyukai Bing...." Cemberut Oliver.


"Siapa wanita itu?"


"Lenora."


•••••


Pagi ini Lenora bersiap-siap untuk pergi berbelanja kebutuhan dapur dengan Molly, Diego tidak menemani karena ada urusan di hutan dan juga ingin menangkap beberapa hewan untuk di masak oleh Lenora. Archon sendiri masih tidur dan sudah mengizinkan Lenora pergi dengan Molly, Archon akui jika Molly bisa melindungi Lenora saat tidak bersama nya.


"Nona, kenapa anda repot-repot memasak? jika ingin, saya akan membawakan pelayan untuk melayani anda di rumah." Ucap Molly dengan tak percaya saat melihat Lenora yang memilih milih bumbu makanan.


"...." Molly tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, karena menurutnya Lenora sangatlah baik dan dia beruntung karena menjadi bawahan nya. Dia tidak tahu bagaimana jadi nya jika dia jatuh ke tangan wanita seperti Aeera, mungkin dia sudah di suruh melakukan hal-hal yang aneh dan buruk!


"Molly, kau bisa berkuda?" Tanya Lenora dengan menatap Molly yang terlihat siap siaga itu.


"Bisa nona, apakah anda membutuhkan sesuatu?"


"Tidak, aku ingin saat ke istana nanti kita menunggang kuda. Aku bosan naik kereta kuda terus menerus...." Gerutu Lenora.


"Baik nona." Patuh nya.


Mereka kembali berkeliling hingga setelah beberapa saat barulah mereka berhenti di restoran bebek kemarin, Lenora membawa Molly kesana.


"Tamu yang terhormat, kami akan menyiapkan tempat khusus untuk anda." Ucap mereka dengan menundukkan kepalanya saat melihat Lenora dan Molly, mereka kenal siapa Molly dan juga siapa Lenora sekarang.


Mereka percaya jika Lenora kekasih dari Bing! karena tingkah mereka berdua sudah di lihat banyak orang semalam, bahkan saat berjalan tadi mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian orang-orang di sana yang langsung menyingkir dan memberikan ruang untuk mereka berjalan agar tidak terganggu.

__ADS_1


"Tidak perlu, kami akan duduk di sini saja." Balas Lenora yang memilih tempat duduk dekat jendela.


"Baik nona.." Patuh mereka.


"Tidak apa-apa kan?" Tanya Lenora pada Molly.


"Nona, bahkan jika anda membawa saya makan di pinggiran pun saya tidak akan menolak." Balas Molly yang membuat Lenora terkekeh.


"Kalau begitu kapan kapan aku akan membawa mu makan di pinggiran..." Senyum Lenora.


Tingkah keduanya terus menjadi pusat perhatian orang-orang, mereka sibuk membicarakan Lenora yang merupakan kekasih dari Bing. Bukankah itu sama saja dengan calon permaisuri? mendengar kata permaisuri, mereka mendadak merinding.


"Oh lihatlah, bukankah itu rombongan kereta dari kerajaan Sirozuna?! Putri mahkota dari kerajaan itu sangat menggilai yang mulia. Mungkin, dia datang karena mendengar kabar bahwa yang mulia sudah memiliki kekasih...." Heboh orang-orang yang ada di jalan, mereka sibuk membicarakan kedatangan Kerajaan Sirozuna itu.


"Bagaimana ini? aku takut nona Lenora akan mengamuk." Takut mereka.


"Tidak mungkin, nona Lenora sangat tenang dan sangat anggun. Dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu..."


Lenora yang mendengar kata anggun itu langsung tersedak makanan nya sendiri, Diego bilang sikap nya semalam saat bertarung saat buruk!!


"Nona, apakah anda tidak apa-apa?" Kaget Molly dengan memberikan minum pada Lenora.


"Hmm ya... Apa kau bisa menjelaskan tentang kerajaan Sirozuna itu? sepertinya mereka sangat hebat." Penasaran Lenora.


"Nona, meskipun mereka hebat namun jika di bandingkan dengan kerajaan Luminos mereka tidak ada apa-apa nya. Hanya saja, putri mahkota dari kerajaan itu di percayai sebagai titisan Dewi karena memiliki kecantikan dan kekuatan seperti Dewi." Jelas Molly.


"Titisan Dewi? Dewi apa?" Heran nya.


"Menurut rumor, dia titisan dari Dewi takdir. Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya akan benar-benar terjadi..."


"Wahh itu sangat keren!! jika aku menjadi Dewi, aku ingin menjadi Dewi........ Dewi kehancuran!" Senyum Lenora namun justru membuat Molly terkejut seketika, saat Lenora mengatakan hal itu langit berubah menjadi gelap dan suara petir yang menggelegar di langit.


"Nona, ucapan anda di dengar oleh langit." Ucap Molly dengan wajah yang pucat.

__ADS_1


__ADS_2