Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Anak-anak


__ADS_3

Berita tentang kebaikan Lenora terdengar sampai ke telinga Yasha, kaisar Yasha Yoda Major. Dia terlihat dingin dan datar, istananya begitu bersih karena dia memiliki Mysopobhia. Tidak ada wanita satupun disana, sangat berbeda dengan kaisar Vandoria.


Mendengar itu, Yasha sangat penasaran dan segera pergi ke kota untuk melihat sosok Lenora yang mereka maksud. Kali ini, Lenora memakai sosok dirinya yang asli, hanya saja Lenora memakai cadar.


Bukankah Lenora seperti bunglon? di tempat yang berbeda dengan identitas yang beda juga, sangat lucu jika di ingat ingat.


Pagi ini, Lenora beserta 12 laki-laki di belakangnya terlihat bersemangat sekali karena mereka sudah mengistirahatkan dirinya satu hari satu malam dan itu sudah lebih dari cukup untuk mereka mengembalikan energi nya lagi.


"Jika kalian ingin membeli sesuatu maka beli saja, aku yang akan membayar nya." Ucap Lenora pada mereka yang langsung berhamburan untuk membeli makanan yang menggugah selera mereka, begitu pun dengan Diego yang sudah membeli banyak makanan.


Lenora hanya menggelengkan kepalanya saja dan duduk di salah satu kursi yang ada di bawah pohon, Lenora duduk termenung dengan terus menatap ke arah mereka yang sibuk mencicipi banyak makanan.


"Kakak, bisakah kakak memberikan kami uang? kami sangat lapar...." Ucap seorang anak laki-laki dan perempuan yang sepertinya adik dan kakak karena sangat mirip, hanya saja wanita yang terlihat lebih tua dari adiknya.


"Dimana orang tua kalian?" Tanya Lenora dengan duduk di hadapan mereka untuk menyamakan tinggi mereka berdua.


"Kami tidak punya orang tua, kami sudah terlantar sejak kecil. Kami juga memiliki banyak teman..." Ucapnya dengan menunjuk pada segerombolan anak-anak yang berusia 5 tahun kebawah, bahkan ada yang di gendong oleh seorang anak laki-laki kecil.


"Panggil mereka semua kemari....." Ucap Lenora dengan mengelus kepala mereka berdua yang terlihat begitu kotor, Lenora tidak jijik sedikitpun.


"Baik kakak..." Senang mereka yang langsung berlari ke arah teman-temannya yang langsung menghampiri Lenora, bahkan mereka sampai mengelilingi Lenora yang hanya tersenyum.


"Kalian mau makan?" Tanya Lenora dengan bangkit dari duduknya.


"Iya kak.." Angguk mereka.


"Boleh, tapi sebelum itu kalian mandi dan ganti pakaian terlebih dahulu. Ayo...." Ajak Lenora dengan membawa mereka ke toko baju anak-anak yang terlihat besar itu.

__ADS_1


"Nona, mereka sangat kotor. Kami takut pakaian kami akan tercemar oleh mereka...." Ucap seorang pelayan dengan tidak membiarkan Lenora masuk.


"Saya yang akan tanggung jawab." Balas Lenora dengan yakin.


"Pakaian disini sangat banyak, nona jangan sembarangan bicara. Dan lagi, mereka sangat kumel dan pastinya banyak penyakit yang ada di tubuh mereka, mohon nona untuk tidak mencemarkan nama baik toko kami ini." Ucapnya dengan tegas mengusir Lenora yang langsung berubah ekspresi.


"Kakak, kami tidak apa-apa. Kami hanya ingin makan sepotong roti saja...." Ucap salah satu anak dengan menarik ujung pakaian Lenora.


"Lihatlah, betapa kotor nya tangan mereka. Saya hanya ingin mengingatkan anda untuk berhati-hati, belakangan ini banyak sekali penyakit yang berasal dari mereka." Jelas pelayan tersebut yang tiba-tiba saja langsung melayang dengan menabrak dinding hingga dia muntah darah.


Semua orang yang melihat itu langsung shock dan mulai mengerubungi tempat tersebut, terlihat sorot mata Lenora yang tajam. Apakah pelayan itu sedang merendahkannya?


"Lancang!" Tegas Lenora dengan tangan yang mengepal.


"Nona!" Panggil Yudha yang langsung menghampiri Lenora dan berdiri di sampingnya, satu persatu mereka mulai menghampiri Lenora dan berdiri di sekeliling anak-anak yang terlihat ketakutan itu.


"Ada apa ini?" Tanya seorang wanita yang terlihat begitu ramah.


Wanita yang di panggil nyonya itu langsung menatap Lenora yang terlihat murka, detik berikutnya dia langsung bersujud di bawah Lenora. Hal itu membuat semua orang terkejut, tapi tidak untuk Lenora yang langsung memalingkan wajahnya.


"Kita pergi, toko ini benar-benar buruk!" Datar Lenora dengan melangkah pergi dari sana.


"Nona yang terhormat, mohon ampuni pelayan saya yang tidak tahu diri ini. Sebagai balasan,saya akan memberikan beberapa set pakaian secara gratis untuk nona." Ucapnya dengan terus menahan Lenora, jika Lenora pergi maka tokonya akan terlihat buruk karena pelayanan nya.


"Tidak perlu, saya tidak kekurangan uang sedikit pun." Datar Lenora yang membuat mereka semakin takut dan pucat.


"Nona...." Panggil mereka.

__ADS_1


Semua orang langsung menyingkir dari jalan Lenora yang menuju toko kedua, mereka segera masuk karena pelayan disana langsung menyambutnya tanpa memperhatikan keadaan mereka.


"Tolong bantu mereka untuk membersihkan tubuhnya, lalu pilihkan beberapa set pakaian yang mahal untuk mereka. Untuk masalah uang, aku tidak akan mempermasalahkan nya berapa pun itu. Dan.... Siapa yang pelayanan nya paling baik maka saya akan memberikan bonus tambahan untuk kalian juga." Ucap Lenora dengan memijat pelipisnya.


"Baik nona." Angguk mereka yang terlihat bersemangat.


"Nona...." Panggil Yudha.


"Tidak apa-apa, uang ku tidak akan pernah habis. Kalian lanjutkan saja berbelanja nya...... Aku membutuhkan waktu sendiri." Ucap Lenora dengan tersenyum, mereka mengangguk paham dan mulai berbelanja kembali. Karena baru kali ini mereka bebas berbelanja tanpa di kejar waktu dan juga tanpa menghiraukan uang, meskipun begitu mereka tidak terlalu menghabiskan banyak uang Lenora, mereka cukup tahu diri untuk melakukan nya.


Hingga akhirnya Lenora melirik dua orang laki-laki kembar yang terlihat duduk dengan salah satu sedang menggendong bayi, Lenora menghampiri mereka yang terlihat lebih besar dari yang lainnya. Mungkin, sekitar 10 tahunan.


"Kenapa tidak gabung?" Tanya Lenora.


"Ahh tidak kak, saya akan menunggu saja." Balas laki-laki itu dengan tersenyum kecil.


"Tidak apa-apa, pergilah. Biar kakak yang menggendong bayi nya...." Ucap Lenora lagi dengan mengambil alih bayi tersebut yang awalnya enggan untuk mereka berikan.


Terlihat sosok bayi wanita yang sangat cantik dengan rambut pirang dan mata emas nya, Lenora mengeryit kaget karena bayi tersebut terlihat bersinar di antara mereka yang terlihat kucel dan kotor.


"Apakah ini adik kalian?" Tanya Lenora.


"Bukan kak, dia baru kami temukan semalam di dekat jembatan." Balasnya dengan menundukkan kepalanya.


"Dia sangat cantik, kalian harus menjaganya dengan baik." Ucap Lenora yang di balas anggukan oleh mereka.


"Oke sekarang pergilah, ganti pakaian kalian."

__ADS_1


"Baik kak."


Lenora keluar dari toko baju itu dan kembali duduk di bawah pohon yang jaraknya tidak terlalu jauh, meskipun begitu Lenora sudah membayar semua upah mereka dengan biaya yang sangat besar hingga membuat mereka sangat senang dan akan melakukan pelayanan yang terbaik untuk anak-anak itu.


__ADS_2