Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Rencana balas dendam


__ADS_3

Saat ini, Oliver terus saja merengek pada Bing yang nampak tenang di tempat duduknya. Sudah hampir satu jam Oliver melakukan tingkah yang aneh, dia terus merengek di bawah kaki Bing.


"Bing, ayolah. Aku sangat ikhlas jika kau mau jadi raja disini, aku sudah tidak menginginkan posisi nya lagi....." Rengek nya.


"Tidak Oliver, ucapan ku tidak pernah ku ingkari. Aku akan menyerahkan tahta ini tiga hari lagi, persiapkan dirimu." Datar Bing.


".... Kau mau pergi jauh?" Tanya Oliver dengan penasaran.


"...."


"Bing, jika kau pergi jauh bagaimana dengan Lenora?" Tanya Oliver lagi.


"....."


"Kau tega meninggalkan nya?"


"....."


"Bing."


"Pergilah, aku tidak akan merubah keputusan ku lagi." Ucap Bing dengan tegas.


"Baiklah, aku mengerti." Patuh Oliver dengan menghela nafas panjang.


Bing diam termenung, dia memikirkan bagaimana reaksi Lenora jika dirinya akan pergi ke tempat yang sangat jauh dan tidak bisa Lenora datangi? Tapi, jika dirinya tetap disini maka sesuatu yang buruk akan terjadi pada nya, terlebih dia juga masih memiliki dendam yang belum di bayar di tempat nya dulu.


••••


Archon melirik Diego dan Molly yang terlihat menggelengkan kepalanya saat melihat Lenora cekikikan sejak tadi, entah apa yang terjadi pada Lenora mereka tidak tahu. Namun sepertinya itu bukanlah hal yang baik, mereka sangat kenal bagaimana Lenora.

__ADS_1


"Apakah aku sudah cantik dengan pakaian ini?" Tanya Lenora dengan tersenyum selebar mungkin, Diego dan Archon segera memalingkan wajahnya ke arah samping. Jika terus menerus melihatnya mereka tidak tahu apa yang akan terjadi nanti nya..


"Sudah nona, tidak ada yang bisa menandingi kecantikan anda." Senyum Molly.


"Aku tahu." Santai Lenora yang membuat mereka bertiga jengkel namun mereka tidak bisa melakukan apapun selain diam.


"Pangeran yang baik hati dan lembut terhadap wanita itu begitu di gilai di kerajaan nya sendiri maupun di kerajaan ini, dia bersanding dengan seorang putri yang sama baik hati nya dan selalu berbuat baik pada siapa pun sehingga membuat reputasi nya begitu sempurna hingga mereka di sebut sebagai pasangan yang serasi." Ucap Lenora dengan bersandar pada kereta kuda.


"Cerita tersebut sangat mirip dengan kisah cinta Romeo and Juliet yang akan berakhir bahagia, tapi bagaimana menurutmu jika kejadian awal dari kisah mereka aku tambahkan di akhir cerita sehingga kisah mereka terbalik?" Tanya Lenora dengan tersenyum kecil.


"Semua yang kau rencanakan kami akan menantikan nya.." Balas Archon yang langsung di angguki oleh Diego dan Molly.


"Hmm, aku ingin menjadikan kejadian ini menjadi momen yang tidak akan pernah terlupakan oleh semua orang!" Lenora menatap ke luar jendela, senyum nya yang terhalang cadar semakin mengerikan karena terlihat dari sorot matanya yang berubah dingin seketika.


"Mengenai nona sendiri?" Tanya Molly, dia sudah tahu semua rahasia Lenora yang bukan berasal dari dunia ini dan juga berasal dari kediaman Lou.


"Diego, siapkan satu wanita yang ada di rumah bordil. Pastikan dia memiliki bentuk tubuh yang hampir mirip dengan ku, dia juga harus berambut perak. Tapi jangan, dia harus berambut hitam sedikit pirang karena Ellenora berambut seperti itu." Ucap Lenora.


"Archon, entah bagaimana caranya aku ingin memancing pangeran Steward keluar dan bertemu dengan wanita yang aku siapkan. Tapi sebelum itu, kau beli lah aromaterapi yang mengandung hasrat. Pastikan itu aromaterapi yang sangat ampuh...!" Ucap Lenora.


"Aku mengerti, kau hati-hati lah di sana." Ucap Archon yang turun juga dari kereta.


"Nona, anda merencanakan sudah sejauh mana?" Penasaran Molly.


"Sangat mulus sehingga akan menjadi pertunjukan yang sangat menyenangkan!" Senyum Lenora.


"Nona, anda benar-benar luar biasa!" Kagum Molly yang justru malah membuat Lenora tertawa renyah.


Mereka terus berbincang hingga sampai di tempat yang mereka tuju, semua pengawal yang melihat kereta kuda mewah dan sangat besar itu segera menyambut nya. Tidak hanya pengawal, tapi tamu undangan yang baru tiba pun ikut memperhatikan kereta kuda milik Lenora, lebih tepatnya milik Archon.

__ADS_1


Molly turun lebih awal dan mengulurkan tangannya pada Lenora hingga membuat Lenora muncul, sepasang tangan yang seperti giok itu di lihat oleh mereka. Rambut perak yang sedikit ke biru biru an membuat mereka menginginkan warna tersebut, terlebih aura yang di keluarkan Lenora begitu anggun dan lembut meskipun terhalang cadar namun mereka tahu bahwa di balik cadar tersebut tersimpan kecantikan yang mematikan.


"Nona, mari..." Ajak ketua pelayan yang di tugas kan untuk menyambut tamu itu.


"Mari nona." Ajak Molly dengan menggandeng tangan Lenora, entah kenapa Molly sedikit bergetar dan gugup berjalan di samping Lenora sekarang. Seperti ada sesuatu yang membuat nya harus tunduk pada Lenora, aura yang di keluarkan Lenora benar-benar berbeda dari sebelumnya.


"Apakah nona cantik ini nona Lenora?" Tanya bangsawan Lou dengan menatap Lenora penuh kebahagiaan, bukankah dengan begitu keluarga mereka akan semakin terkenal?


"Ya." Balas Molly.


"Mari nona..." Ajak nya dan hendak menuntun Lenora namun segera di tepis oleh Molly yang langsung mengeluarkan pedang nya, semua yang melihat itu mendadak bungkam seketika. Mereka sangat tahu seberapa ganas nya Molly jika sudah mengeluarkan pedangnya, itu berada sebagai peringatan untuk mereka yang membuat masalah dengan nya.


"Singkirkan tangan kotor anda dari nona saya!" Datar Molly dengan sorot mata yang tajam.


"Maafkan saya nona, saya tidak sengaja karena terlalu bahagia...." Gugup bangsawan Lou dengan meneguk ludahnya bulat-bulat.


"Cih!" Molly mendecak kesal, dia menatap Lenora yang hanya diam dengan tenang.


"YANG MULIA SUDAH TIBA...!!" Teriak seseorang yang begitu menggelegar di sana, semua yang mendengar itu sontak langsung menundukkan tubuhnya di bawah. Hanya Lenora dan Molly saja yang berdiri, Molly melakukan itu karena perintah Lenora agar tidak tunduk pada siapapun.


"Y-yang mulia? suatu kebahagiaan yang di berikan langit untuk keluarga Lou, terimakasih atas kedatangannya yang mulia." Senang bangsawan Lou dengan sedikit angkuh.


Bing tidak menghiraukan ucapan nya dan justru malah berjalan menghampiri Lenora yang masih berdiri di tempatnya, Bing memegang puncak kepala Lenora dengan sangat lembut.


"Kenapa tidak menunggu ku?" Tanya Bing.


"Kau sangat lama! sudahlah, ayo cari tempat duduk. Kaki ku sudah pegal..." Balas Lenora dengan menyingkirkan tangan Bing.


"Biarkan aku yang menggendong mu." Ucap Bing yang langsung mengangkat tubuh Lenora dan membawanya masuk kedalam, semua orang yang melihat keromantisan mereka berdua berhenti bernafas seketika karena masih tidak percaya jika sosok Bing bisa bersikap manis seperti ini.

__ADS_1


"Bing, turunkan aku! aku bukan orang yang pincang atau pun lumpuh!" Pekik Lenora namun Bing tak menghiraukan nya, justru Bing malah membiarkan Lenora duduk di pangkuan nya. Hingga membuat Lenora meneguk ludahnya bulat-bulat, kenapa Bing sangat aneh? dia merasa jika Bing akan pergi jauh......


__ADS_2