Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
wanita rubah


__ADS_3

Setelah berkeliling cukup lama untuk mencari letak dimensi keduanya, akhirnya Lenora berhasil menemukannya meskipun sedikit lebih lama karena tidak bisa di lihat oleh mata terbuka, butuh bantuan mata suci nya. Awalnya Lenora tidak ingin terlalu mengekspos dirinya di depan para prajurit Yudha, tapi bagaimana lagi... Mereka harus segera pergi dari gurun tersebut sebelum matahari terbenam.


Hingga akhirnya, kini mereka sudah berada di sebuah hutan yang mereka yakini itu adalah hutan yang ada di kekaisaran Vandoria.


Satu hal yang baru Lenora tahu dari kekaisaran tersebut, di sana semua wanita sangat di hargai dan memiliki kuasa atas laki-laki.


Karena itulah, Lenora menyuruh kedua belas laki-laki itu untuk menyamar menjadi laki-laki penghibur dengan pakaian yang sedikit terbuka.


"Hahaha, tubuh kalian memang sangat bagus." Ucap Lenora dengan sangat puas karena melihat ekspresi mereka yang memerah semuanya, begitu pun dengan Diego yang sangat kesal pada Lenora, kenapa dia juga harus ikut-ikutan?


"Ibu, jangan macam-macam atau yang mulia akan murka." Ucap Ramon dalam benak Lenora, hal itu membuat Lenora meringis karena dia melupakan suami cemburuan nya itu.


"Baiklah baiklah, aku peringatkan kalian untuk tidak mendongakkan kepala saat berhadapan dengan orang-orang. Apa kalian mengerti?" Tanya Lenora.


"Mengerti yang mulia..." Patuh mereka kecuali Diego yang masih terlihat kesal karena dia tidak menyukai pakaian berwarna biru itu.


"Diego!"


"Ya ya, aku paham." Balas nya dengan sedikit enggan.


"Dan lagi, mulai sekarang panggil aku nona. Agar tidak terlalu mencolok..." Ucap Lenora dengan tersenyum.


"Ehh, baik nona." Tunduk mereka.


Lenora mengubah pakaiannya menjadi sedikit terbuka di bagian pundaknya, hal itu membuat Diego menghela nafas berat. Diego berharap Bing datang dan membungkus Lenora sekarang juga, dia benar-benar kesal karena Lenora sudah membuatnya seperti ini!


"Ayo..." Ajak Lenora dengan memasuki kereta kudanya.


Entah dari mana asal kereta kuda mewah itu yang jelas itu datang sendiri, di sana juga sudah ada kusir yang terlihat diam saja dengan tatapan yang kosong, apakah Lenora melakukan trik terhadapnya?


"Mulai sekarang, aku akan menjadi nona muda dari keluarga Shanghai, Giselle Shanghai." Ucap Lenora dengan tersenyum pada mereka semua yang nampak heran.


"Kau, bagaimana bisa kau melakukannya Lenora?" Tanya Diego dengan heran.

__ADS_1


"Suttt, jangan memanggilku seperti itu sayang. Panggil aku Giselle......" Ucap Lenora dengan suara yang lembut, hal itu membuat Diego shock dengan kedua mata yang berkedut, sepertinya Diego benar-benar trauma dengan kondisi saat ini.


Melihat itu Lenora hanya terkekeh geli, apakah segitu menggelikannya sikap dia tadi? hingga membuat Diego shock seperti ini?


"Aku sudah mencari tahu tentang wanita itu, dia akan datang ke kekaisaran ini. Dia merupakan wanita yang di kenal sebagai wanita nakal yang memiliki banyak laki-laki di sampingnya, dia juga menjadi tamu terhormat di sini." Ucap Lenora.


"Lalu, di mana dia sekarang?" Tanya Yudha penasaran.


"Mereka sudah aku amankan, kalian tenang saja..." Ucap Lenora dengan memakai cadarnya, sejauh ini tidak ada yang mengetahui wajah asli Giselle karena selalu menggunakan topeng rubah.


"Aku lupa, siapa di antara kalian yang bisa membuat topeng rubah?" Tanya Lenora, dia tidak mungkin menggunakan cadar bukan? atau mereka akan aneh karena Giselle di kenal sebagai wanita rubah.


"Saya bisa nona, dulu saya pernah membuatnya untuk adik saya." Ucap salah seorang prajurit bawahan Yudha dengan antusias.


"Oke, kau pergilah sekarang. Kau akan di temani oleh Diego..." Ucap Lenora dengan santai.


"Tapi nona...." Takutnya, mereka benar-benar tergantung pada Lenora saat ini.


"Tidak apa-apa, kalian tidak akan terlihat oleh mereka untuk sementara waktu. Jadi, kembalilah sebelum waktunya habis...." Ucap Lenora.


"Nona, bagaimana jika mereka dalam bahaya?" Cemas Yudha, bagaimana pun nyawa mereka ada pada nya.


"Tenang saja, aku dan Diego memiliki kontak batin." Santai Lenora dengan memejamkan matanya untuk istirahat sejenak.


"....."


Mereka semua diam, karena takut mengganggu istirahat Lenora yang sedang tertidur. Padahal, Lenora pergi ke ruang dimensi nya untuk melakukan persiapan nanti, dia tidak mau melakukan kesalahan apapun. Semuanya harus berjalan sesuai dengan rencananya, Lenora benar-benar penasaran dengan apa yang ada di kekaisaran Vandoria ini.


Herannya, kenapa semua warga yang berjenis kelamin wanita di perbolehkan untuk memiliki banyak sekali laki-laki sedangkan kaisar mereka? tidak memiliki satu orang pun laki-laki di sampingnya, kecuali hanya prajurit dan para bawahannya saja yang dia rasa kuat.


Lagi dan lagi, Bing membawa Zaphier kedalam dimensinya saat merasakan kehadiran Lenora disana, Zaphier tentu saja sangat senang dan segera memperhatikan sosok ibunya yang sedang membaca buku di bawah pohon apel itu.


"Memiliki 11 laki-laki di samping ku tidak buruk juga..." Ucap Lenora dengan santai, tanpa tahu bahwa Bing mendengar semuanya.

__ADS_1


"Hahahaha... mama tidak tertarik pada pria lain selain papa, tapi bukan berarti mama tidak memiliki banyak laki-laki di sampingnya hahaha.." Tawa Zaphier yang membuat Bing semakin murka.


"Apa kau begitu senang mendengarnya?" Tanya Bing dengan menatap tajam Zaphier yang terlihat tidak takut sama sekali.


"Selagi mama senang, aku juga akan senang pa.." Cengir nya yang membuat Bing semakin jengkel di buatnya.


"Tapi meskipun begitu, suamiku tetaplah yang sempurna. Ahhh... Bing, aku merindukanmu. Aku ingin memelukmu dan mengatakan bahwa aku begitu mencintaimu." Ucap Lenora dengan memakan apel nya.


Ekspresi wajah Bing langsung berubah seketika, entah kenapa dia menjadi malu sekarang bahkan Zaphier bisa melihat kedua telinga Bing yang memerah, apa-apaan itu? bukannya papa nya sudah tua?


"Stop! papa terlihat aneh dengan ekspresi yang seperti itu, sangat tidak cocok untuk ekspresi wajah papa yang sangar!" Ucap Zaphier.


"Kenapa? kau iri? cepatlah dewasa dan menikah agar kau bisa merasakannya juga..." Ejek Bing membuat Zaphier melotot.


"Tidak, aku tidak mau menikah. Aku ingin bersama mama saja." Tolaknya dengan sungguh-sungguh.


"Cihh, jangan mengganggu istriku. Dia milikku seorang, ganggu lah wanita lain saja." Kesal Bing.


"Kita lihat saja nanti, apakah mama akan memilih papa atau memilihku. Jika waktunya sudah tiba, aku harap papa tidak menangis....." Ejek Zaphier.


"Kau! apa kau berniat memisahkan aku dengan istriku hah?!" Marah Bing.


"Jangan lupa pa, dia juga ibu ku."


"Tapi aku yang berhak atas dirinya!"


"Aku juga sangat berhak."


"Aku tidak setuju."


"Memangnya siapa yang meminta persetujuan papa?"


"Zaphier!!"

__ADS_1


"Aku tidak takut, sebaiknya papa rawat diri papa agar tidak terlihat tua saat bertemu mama nanti." Zaphier pergi karena Lenora juga sudah menghilang dari sana.


Bing yang melihat itu hanya menggerutu tak senang, kenapa Zaphier sangat pintar bersilat lidah? hingga akhirnya Bing sadar, sifatnya itu menurun 100% dari Lenora yang sangat pintar melawan.


__ADS_2