Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Wabah


__ADS_3

Jabatan Lenora sebagai ratu di kerajaan Balveron sudah tersebar luas hingga ke dunia para dewa dan dewi yang nampak tidak percaya karena Lenora bisa dengan mudah menikah lagi, mereka pikir Lenora akan setia pada Bing tapi ternyata tidak.


Berita tersebut juga sudah sampai di telinga Bing yang nampak tenang dan biasa saja, dia malah terlihat acuh tak acuh hingga membuat para dewa dan dewi itu sangat keheranan, apakah cinta mereka berdua sudah hilang karena seringnya perpisahan yang terjadi di antara mereka berdua?


Yang jelas, Bing sudah tahu dari Ramon bahwa Lenora tidak benar-benar menikah dengannya. Ramon tidak mengatakan keberadaan Lenora sekarang karena itu bersifat rahasia, begitu pun saat dia mengatakan hal tersebut dengan sangat hati-hati agar tidak di ketahui yang lainnya.


"Papa...." Panggil seseorang yang datang dengan menarik paksa seorang laki-laki yang usianya di bawah satu tahun dengannya, laki-laki itu nampak pasrah saat Zaphier menyeretnya padahal dia sedikit kesusahan untuk berjalan.


"Ada apa?"


"Pa, aku dengar mama menikah lagi. Benarkah itu?" Tanya Zaphier dengan mengeryit heran, eskpresi nya yang seperti itu membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan.


"Tidak, itu hanya rumor. Mama mu sangat mencintai papa nak, dan lagi tidak ada yang lebih tampan dari papa mu ini. Kau tenang saja...." Santai Bing dengan mengelus pundak Zaphier yang justru malah berdecak.


"Apa papa lupa? dunia yang mama tempati sekarang berjalan jauh lebih lambat dari dunia kita, itu berarti mama akan tetap muda dan papa semakin tua!" Ejeknya yang justru malah membuat Bing melotot, dari mana anaknya itu belajar kata-kata tersebut?


"Zaphier, apa menurut mu papa terlihat tua?" Tanya Bing dengan memegang wajahnya sendiri, terlihat ekspresi panik dalam dirinya.


"Tentu saja...." Angguk Zaphier dengan antusias.

__ADS_1


"SIMON, AKU AKAN MELAKUKAN LATIHAN TERTUTUP! JAGA ZAPHIER....!!" Teriak Bing yang langsung pergi secepat kilat, Zaphier yang melihat itu langsung tertawa terbahak-bahak, bahkan dia sampai tergolek di lantai.


"Kau mengisengi papa mu lagi heh?" Ucap Simon dengan menggelengkan kepalanya saja, ayah dan anak itu sepertinya sangat suka untuk menjahili satu sama lain.


"Wajah papa terlihat panik, meskipun begitu papa masih sama seperti dulu. Tetap tampan dan berwibawa, bagaimana bisa mama akan berpaling darinya?" Santai Zaphier dengan menyilangkan kedua tangannya di dada dan tatapan yang terlihat gagah.


"Singkirkan sikap dewasa mu itu, ingat kau baru berusia 4 tahun!" Ejek Simon yang justru malah membuat Zaphier mendecak kesal.


"Aku sudah dewasa paman, yang masih kecil itu dia!" Tunjuk Zaphier pada seorang anak laki-laki yang sejak tadi hanya diam dengan tampang bodohnya, dia anak dari Archon dan Molly.


"Haishhh kau ini..." Simon hanya menggelengkan kepalanya saja, bagaimana bisa dia terus mengasuh anak-anak padahal dirinya sendiri tidak punya wanita? apakah dunia ini hanya untuk orang-orang yang tampan dan cantik? Simon rasa, dia tidak terlalu buruk.


••••••


"Envios, kumpulkan semua orang di aula. Ada sesuatu yang ingin aku jelaskan...." Ucap Lenora dengan tegas, dia sudah terbiasa melihat Nina dan Envios yang terus bermesraan di sana. Itu terjadi saat mereka hanya berdua, jika tidak akan muncul rumor yang tidak mengenakkan.


Para menteri yang mendengar hal tersebut segera datang berbondong-bondong, mereka sangat penasaran dengan apa yang ingin Lenora katakan. Karena sampai saat ini mereka belum juga menemukan solusi untuk desa gunung tersebut.


"Semuanya sudah aku putuskan bahwa aku sendiri yang akan pergi untuk memastikan tempat tersebut, Envios... Maksud ku, raja Envios dia akan tetap tinggal disini untuk menjaga kerajaan." Ucap Lenora yang membuat semua orang terkejut bukan main, mereka nampak tak setuju hingga membuat ramai aula tersebut.

__ADS_1


"Yang mulia, kami tidak setuju. Biar para prajurit yang memeriksa, anda tidak di perbolehkan kesana karena itu terlalu berbahaya." Ucap mereka dengan cemas.


"Benar yang mulia, bagaimana pun anda adalah matahari di kerajaan ini setelah yang mulia Envios."


"Hhhh... Aku sendiri sudah merundingkan hal ini dengan nya, dia menyetujui nya karena dia tahu bahwa aku sudah lama berkelana di dunia luar yang jauh lebih berbahaya, dan lagi ini juga demi rakyatku." Ucap Lenora yang membuat Envios melotot, sejak kapan Lenora mengatakannya?


"Tapi yang mulia, meskipun begitu ini bukan sembarang bahaya biasa. Wabah ini menyebar dengan cepat, bahkan udara di sana sudah tercemar buruk!" Ucap salah seorang prajurit dengan tegas.


"Aku tahu, jika ini tidak bahaya mana mungkin masalahnya tidak selesai-selesai! Panglima Yudha, persiapkan beberapa anggota mu. Pastikan mereka memiliki daya tahan tubuh yang kuat! kita akan berangkat malam nanti....!" Tegas Lenora yang pergi begitu saja, mereka hanya diam dan langsung protes pada Envios yang bingung harus mengatakan apa pada mereka yang nampak tidak setuju dengan kepribadian Lenora, mereka begitu sangat menyayangi Lenora padahal Lenora baru satu bulan kenal dengan mereka, tapi sosoknya sudah melekat kuat di hati para rakyat.


Lagi dan lagi, berita tentang Lenora yang akan pergi ke desa gunung itu sudah menyebar luas. Para warga langsung heboh dan terus mengatakan ketidaksetujuan mereka, bagaimana pun Lenora adalah seorang wanita.


Tapi apa yang Lenora pikirkan? dia tersenyum miring karena ternyata ini adalah bagian dari tantangan para dewa dan dewi yang dulu di katakan, desa yang penuh dengan wabah dan tidak akan sembuh selama beberapa belas tahun.


"Lenora, kau yakin akan pergi?" Tanya Diego dengan memakai baju zirah nya, meskipun dia terlihat kecil namun semua orang mengakui tentang kelincahan dan kehebatannya, terlebih mereka juga tahu bahwa Diego adalah tangan kanan Lenora yang paling dekat.


"Tentu saja, jika tidak pergi aku akan terus mengulur waktu. Aku ingin cepat bertemu dengan keluargaku, mungkin sekarang Zaphier sudah berusia 4 tahun. Aku ingin melihat bagaimana lucunya dia saat ini...." Lenora tersenyum lirih dengan kepala yang menunduk, bagi Lenora dia berada di dunia ini baru dua bulan, tapi di dunia Bing sudah 4 tahun. Perbedaan yang sangat jauh bukan? itulah kenapa, orang-orang di atas berusaha ribuan tahun, atau bahkan ratusan ribu tahun.


"Lenora, aku sangat mengerti apa yang telah terjadi selama ini. Tapi,aku ingin kau baik-baik saja...." Ucap Diego dengan lembut.

__ADS_1


"Aku akan baik-baik saja, masih ada mereka yang menunggu ku Diego..." Senyum Lenora yang membuat Diego ikut tersenyum, dia salut dengan sikap Lenora yang mampu mengesampingkan perasaan sedihnya itu.


Author mau baperan dulu guys, jangan lupa follow yaa hihii


__ADS_2