Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Melemahnya Lenora


__ADS_3

Semua orang yang ada disana sangat antusias untuk memakan buah itu, kecuali Lenora yang hanya diam dengan tubuh yang menghitam. Archon dan Diego sejak tadi terus tertawa terbahak-bahak, bahkan sekarang sudah tidak ada suaranya sedikit pun karena terus menerus tertawa.


Lenora duduk manis di atas batu dengan wajah polosnya, tubuhnya benar-benar hitam seperti arang. Hanya mata dan giginya saja yang terlihat jika Lenora berbicara, kali ini Lenora benar-benar patuh pada Simon yang sudah kelelahan menjaganya.


"Itu, apakah warna hitam di tubuh Lenora akan bertahan lama?" Tanya Envios yang berusaha untuk tidak tertawa, bagaimana pun Lenora terlihat sangat lucu sekali.


"Entahlah, mungkin kurang lebih 3 hari." Balas Simon dengan memijat pelipisnya yang terasa pusing itu.


"Lenora, kau.... Hahhaa...." Diego tak henti-hentinya menertawakan Lenora yang memilih untuk diam.


"Sudah puas kah tertawanya? aku ingin mandi Simon, kau tahu di mana letak sumber air disini?" Tanya Lenora dengan bangkit dari duduknya dengan tangan yang mengelus perutnya yang sudah membuncit.


"Untuk apa mandi? kau akan tetap hitam seperti itu!" Kesal Simon yang membuat Lenora kembali cemberut.


"Hahaha kau cocok seperti itu Lenora!" Tawa Archon dengan memegang perutnya yang terasa keram, hanya Archon dan Diego yang berani menertawakan Lenora secara terang-terangan seperti ini, yang lainnya? hanya berusaha menahannya.


"Aku hanya ingin mandi!" Kesal Lenora dengan kembali duduk seperti semula dengan posisi sila.


"Lenora, sebentar lagi langit akan gelap. Kau jangan jauh-jauh dariku, atau nanti kau tidak akan kelihatan." Ucap Archon yang membuat orang-orang di sana menutup mulutnya untuk menahan tawanya.


"Aku tahu..." Santai Lenora dengan memejamkan matanya.


Semuanya nampak segar kembali setelah memakan buah dewa kehidupan, mereka sudah tidak sabar untuk keluar dari tempat tersebut karena ingin segera menerobos ke tingkat yang lebih tinggi.


"Nona, kita ada disini sudah hampir 1 bulan. Itu berarti sama dengan 5 bulan di dunia luar..." Jelas Simon.


"5 bulan? jika di hitung, itu berarti sudah setengah tahun Bing berpisah denganku." Ucap Lenora dengan pelan.


"Benar nona, mungkin karena itu juga usia kandungan nona semakin membesar sekarang." Angguk Simon dengan melirik perut Lenora yang sudah besar.


"Aku tahu."


"Tugas kita sekarang yaitu mencari jalan keluarnya, ayo...." Ajak Archon dengan bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Benar, aku sudah ingin cepat pulang." Setuju Nina yang terlihat lebih bersemangat itu.


"Hmm baiklah, tapi aku ingin mandi dulu.... Kita cari air dulu." Ucap Lenora yang mau tidak mau mereka hanya menurut saja.


Mereka kembali melanjutkan perjalanannya, kali ini jalan yang mereka tuju tidak terlalu berbahaya karena mereka sudah berhasil menemukan buah dewa kehidupan itu.


Seekor burung kenari berwarna emas datang menghampiri Lenora dan menuntunnya ke suatu tempat. Lenora yang merasa ada sesuatu itu pun langsung mengikutinya, dan ternyata benar saja.... Di sana ada sebuah air terjun yang terlihat segar dan indah.


"Wahh, air terjun!" Senang Archon yang langsung menghampiri air terjun itu, dengan cepat dia menceburkan dirinya di sana.


Lenora pun ikut menyusulnya dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, Molly dengan setia membantu Lenora mandi meskipun awalnya Lenora terus menolak.


Tanpa terasa, warna hitam di tubuh Lenora mulai pudar dengan seiring waktu. Kulit putih bersih nya semakin terlihat indah, bahkan jauh lebih segar dari sebelumnya.


"Nona, anda sudah kembali seperti semula." Senang Molly dengan tersenyum lebar.


"Aku tahu..." Angguk nya dengan terus memberikan dirinya.


"Ughhh!" Lenora meringis kesakitan karena perutnya terasa sakit lagi, apa yang terjadi sebenarnya?


"Perutku terasa sakit lagi...." Balas Lenora dengan wajah yang pucat, bahkan bibirnya terlihat berwarna ungu.


"Nona...." Panik Molly dengan memegang tubuh Lenora.


"Ukhukk!!" Lenora terbatuk-batuk dengan mengeluarkan cairan hitam dari dalam mulutnya, bahkan perutnya terlihat sedikit gelap.


"Archon!!! Diego!!!" Teriak Molly setelah berhasil memakaikan baju untuk Lenora.


"Ada apa?" Tanya Archon yang datang dan langsung menatap Lenora yang terlihat seperti keracunan.


"Lenora!" Pekiknya dan segera menggendong tubuh Lenora dan membawanya ke darat, mereka yang semula bersenang-senang kini berubah menjadi terkejut dan penasaran dengan apa yang terjadi pada Lenora.


"Simon, cepat periksa Lenora!" Ucap Archon.

__ADS_1


Tanpa mengatakan apapun lagi, Simon segera memeriksa kondisi Lenora yang terlihat memburuk.


"Bayi yang ada dalam perut nona Lenora terus memakan energinya hingga membuat nona kelelahan dan seperti ini..." Jelas Simon yang sudah menduganya.


"Lalu bagaimana?" Tanya Molly dengan cemas.


"Kita harus secepatnya mencari pintu keluar,agar aku bisa mentransfer energi ku padanya." Ucap Simon, dia dari bangsa iblis jadi dia bisa memberikan energi nya untuk Lenora.


"Baik." Angguk Diego yang langsung menggendong tubuh Lenora, mereka kembali melanjutkan perjalanannya hingga tiba waktu malam namun mereka masih belum menemukannya juga.


Kondisi Lenora benar-benar semakin memburuk, Hal itu membuat yang lainnya ikut cemas. Bagaimana pun selama di jalan Lenora lah yang sudah menolong dan melindungi mereka semua.


"Tunggu sebentar...." Ucap Nina yang datang dan mendekati Lenora, Nina diam beberapa saat sebelum akhirnya melepaskan cincinnya dan memakaikannya pada Lenora.


"Ini..." Heran mereka.


"A-aku... Aku tahu bahwa suami Lenora bukan manusia biasa, k-kau tenang saja aku bisa menjaga rahasia. Itu adalah cincin pemberian dari kakek ku, cincin itu mengandung energi iblis yang kuat untuk menjaga ku dari kelompok iblis yang datang.... Aku memberikannya karena, karena dia sudah menolongku." Jujurnya dengan menundukkan kepalanya.


"Kau benar, ini memang cincin yang mengandung banyak energi hitam. Kenapa kau baru memberikannya sekarang?" Tanya Simon dengan sedikit geram.


"Aku masih belum yakin dengan kondisi tubuhnya, namun setelah di lihat dan di teliti dengan baik, kondisinya hampir sama seperti nenek." Jujurnya lagi yang tidak berani menatap Simon yang terlihat kesal itu.


"Sudahlah, terimakasih karena sudah menolong Lenora. Kondisinya sudah jauh lebih baik sekarang..." Ucap Archon yang melihat wajah Lenora, terlihat segar kembali meskipun tidak sesegar sebelumnya.


"Hhhh.... Pasti yang mulia sudah tidak bisa melakukan apapun sekarang." Gumam Simon dengan kepala yang tertunduk.


"Apa maksudmu?" Tanya Diego.


"Bayi yang ada dalam perut nona Lenora menghisap habis kekuatan yang mulia, karena sekarang sudah menyerap tubuh nona Lenora itu kemungkinan kekuatan yang mulia sudah sangat lemah." Jelas Simon yang membuat semuanya diam.


"Dia... Dari bangsa iblis?" Tanya Envios tanpa sadar.


"Ya, raja iblis. Bing Raider!" Balas Simon dengan mengepalkan kedua tangannya, Simon sangat tahu bagaimana kehidupan Bing selama ini. Suka dan duka nya dia sangat tahu, jadi saat Bing bahagia karena memiliki Lenora dia merasa bahagia karena itu, namun sekarang? dia bingung.....

__ADS_1


Envios dan pasukannya langsung terduduk seketika, mereka tahu siapa Bing itu. Meskipun tidak pernah melihatnya, namun mereka mengakui kehebatannya itu, mereka menatap Simon yang berarti Simon itu adalah bawahan setia nya Bing.


Mereka tidak percaya akan ikut berkumpul dengan orang-orang hebat seperti mereka, apakah ini takdir?


__ADS_2