
Tidak ada yang berani berbicara satu pun saat melihat Bing yang memperlihatkan keromantisan nya secara terang-terangan di hadapan semua orang yang ada di pesta, mereka menatap iri pada Lenora karena bisa menarik perhatian Bing yang selalu mengatakan untuk tidak menikah dan memiliki wanita di sampingnya.
"Bing, aku mohon...." Pinta Lenora dengan suara yang pelan.
"Tidak Lenora! kau boleh melakukan apapun tapi tidak dengan cara seperti ini.." Balas Bing dengan tegas.
"Kau memang tidak penurut Bing! aku membenci mu, cepat singkirkan tangan mu!" Kesal Lenora dengan terus berontak agar pindah duduknya.
"Lenora, aku tidak tahu apa rencana mu tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa menyentuh wanita selain kau, aku..."
"Memangnya siapa yang menyuruh mu menyentuh wanita lain?! jika kau melakukannya aku tidak akan segan membunuh mu Bing!" Dingin Lenora.
"Bukankah kau mengatakan nya untuk .."
"Aku menyuruh mu membuat tiruan dirimu sendiri, bukan kau sendiri yang melakukan nya! aku pikir kau tidak sepintar yang aku duga!"
"....." Bing terdiam, itu memang benar. Kenapa dia jadi bodoh?
"Baiklah, kembali lah duduk di samping ku." Ucap Bing dengan bergeser sedikit.
"Hm." Lenora berdehem dan kembali duduk di samping Bing.
Padahal acara hari ini mengenai pernikahan Aeera dan pangeran Steward, namun mereka semua malah fokus pada Lenora dan Bing yang terlihat seperti pengantin nya.
"Pangeran Steward dari kerajaan Blister datang bersama yang mulia raja dan ratu nya...."
Semua orang langsung menengok ke arah belakang di sana terlihat pangeran Steward yang memang terlihat tampan, namun jika di bandingkan dengan Bing dia tidak lah ada apa-apa nya.
Tatapan mata Steward dan Lenora saling bertabrakan, Lenora mengedipkan sebelah matanya pada Steward yang tersentak tiba-tiba. Dia menelan ludahnya bulat-bulat sebelum akhirnya dia kembali melanjutkan langkahnya, entah kenapa tubuh nya menjadi bergetar karena sangat tertarik dengan Lenora yang memang memiliki paras yang sangat cantik itu.
__ADS_1
Bing yang sadar akan hal itu segera menatap tajam Lenora yang justru hanya acuh tak acuh saja, namun di belakang tubuh Bing Lenora sibuk mencubit kecil punggung Bing.
"Lenora, aku akan meminta bayaran lebih pada mu atas semua ini!" Bisik Bing dengan mencium sedikit pipi Lenora yang terhalang cadar.
"Aku sangat miskin, bukankah kau tahu itu? tapi kau tenang saja, aku akan menyicil nya." Balas Lenora dengan santai, padahal Lenora tahu apa yang di maksud oleh Bing mengenai bayaran itu.
"Aku tidak akan mengampuni mu Lenora! temui aku setelah ini...." Ucap nya dengan mencium kening Lenora dan pergi begitu saja.
Semua orang nampak heran namun tidak ada yang berani untuk bertanya kemana perginya Bing, Kenapa tidak membawa Lenora?
Setelah beberapa saat Lenora pun pergi menyusul Bing yang entah pergi kemana, Lenora mencari keberadaan Diego yang ternyata ada di belakang taman dengan Archon dan Molly yang sudah ada di sana.
"Lenora, wanita ini sudah aku beri sihir sehingga dia akan menuruti semua perkataan kita." Ucap Diego dengan memperlihatkan seorang wanita yang memiliki bentuk tubuh yang sama seperti Lenora.
"Aku mengerti..." Ucap Lenora dengan menghampiri wanita tersebut yang nampak diam tak mengeluarkan suaranya, Lenora menyentuh kening nya dan menggumamkan sebuah mantra rahasia hingga detik berikutnya wanita itu sangat mirip dengan Ellenora yang dulu.
"Di depan pangeran Steward kau harus bersikap seperti aku, goda dia dan lakukan hubungan intim dengannya. Buat dia percaya pada mu, agar dia meninggalkan dan mempermalukan Aeera di aula nanti setelah acara pernikahannya selesai. Tapi, jika kau terlihat oleh Lou dan Istri nya, kau harus bersikap seperti Ellenora yang malang dan sangat mengenaskan, buat mereka membenci mu dan mengungkapkan semua prilaku jahat mereka di hadapan semua orang. Apa kau mengerti?!" Datar Lenora.
"Bagus, aku akan menunggu Bing dulu...." Bingung Lenora karena tidak menemukan sosok Bing.
Setelah beberapa saat, muncullah sosok Bing di samping Molly yang langsung mundur itu.
"Lenora..." Panggil Bing dengan suara lembutnya.
"Jangan main-main, di mana Bing?" Tanya Lenora dengan ketus.
"Kau tahu ini bukan yang mulia? hebat sekali.... Yang mulia pergi, ada urusan sebentar dan mengatakan agar anda bersenang-senang disini." Balas nya, dia Simon yang menyamar menjadi Bing.
"Hmm, aku akan menjelaskan rencana nya. Terserah kau mau melakukannya atau tidak yang jelas apa yang aku ucapkan harus natural, apa kau paham?" Tanya Lenora.
__ADS_1
"Saya mengerti nona." Angguk nya.
"Oke, ayo kembali ke aula." Balas Lenora.
Mereka kembali ke aula dengan Lenora yang menggandeng lengan Simon yang nampak tegang itu, bagaimana pun di sampingnya adalah wanita yang sangat luar biasa. Terlebih, Lenora juga wanita yang di sayangi oleh Bing, dia tidak tahu apa yang terjadi pada nya jika Bing tahu mengenai ini.
Lenora duduk di tempat semula dengan Simon, Archon Molly dan Diego duduk di belakang mereka berdua.
Lenora sadar bahwa sejak tadi pangeran Steward terus menatap ke arah nya, bahkan sudah berkali-kali Lenora pergoki namun Lenora hanya tersenyum kecil sebagai balasan.
"Nona Aeera sang matahari di kediaman Lou memasuki aula...."
Kompak semuanya bertepuk tangan dengan gembira, mereka menyoraki nama Aeera yang muncul dengan pakaian pernikahannya yang terlihat cocok untuk nya. Aeera tersenyum lebar pada semua orang, namun saat dia menatap Bing atau pun Simon dia sangat heran....
Bing baru saja tersenyum pada nya? apakah Bing terpesona oleh kecantikan nya?pikir Aeera dengan wajah yang tersipu.
Lenora yang sadar akan hal itu hanya terkekeh geli, bagaimana bisa kedua pasangan itu sibuk oleh keterpesonaan nya masing-masing?
"Baiklah, acara pernikahan kalian akan segera di mulai. Mari..."
Semua orang memperhatikan acara pernikahan mereka yang terlihat begitu indah, hingga acara pernikahan mereka selesai barulah aula kembali riuh dengan tepuk tangan yang begitu meriah.
Mereka segera berbondong-bondong mengucapkan selamat pada bangsawan Lou karena sudah menjadi bagian dari kerajaan Blister.
"Tuan Lou, selamat karena anda sudah naik pangkat menjadi bangsawan nomor 2 setelah pernikahan ini." Ucap seseorang pada bangsawan Lou yang terlihat tertawa bahagia itu.
"Terimakasih tuan, ini semua berkat putri berbakat saya..." Senyum nya dengan menggandeng lengan Aeera yang hanya tersenyum malu-malu.
"Ngomong-ngomong, apakah putri kedua kalian sudah ditemukan?" Sambung nya lagi, dia adalah Archon yang menyamar menjadi salah satu bangsawan di sana.
__ADS_1
"Itu...." Gugup nya, semua orang sangat penasaran dengan hal itu.
"Apakah pantas wanita rendahan sepertinya di bahas di hari pernikahan nona Aeera yang begitu agung ini?" Ucap Lenora yang membuat semua perhatian semua orang langsung tertuju pada nya.