
Lenora berjalan ke arah Nina yang sedang menyiapkan ramuan kecantikan untuk dirinya pakai, melihat ke antusias an Nina membuat Lenora tersenyum kecil. Meskipun sikap awal Nina sangat menyebalkan namun Lenora sudah tahu bagaimana sikap wanita yang licik dan picik dengan wanita yang penuh ambisi atau pun dengan taktik yang rumit.
"Ahh nona, syukurlah anda sudah kembali. Ayo duduk...." Ajaknya dengan mempersilahkan Lenora untuk duduk di sana.
"Dimana yang lainnya?" Tanya Lenora dengan melihat ke sekeliling yang terlihat sepi.
"Ahh mereka, mereka sedang berbincang di aula." Balas Nina dengan tersenyum lebar.
Tok tok tok tok tok
"Nona, di aula ada kaisar Oliver yang datang berkunjung." Ucap seseorang yang mengetuk pintu.
Lenora tersenyum lebar dan segera bergegas untuk pergi, dia ingin segera menghampiri Oliver karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.
Di aula, Lenora melihat sosok laki-laki tampan yang terlihat gagah dan bermartabat. Sangat berbeda jauh dengan yang dulu, Lenora segera menghampirinya dan duduk di salah satu kursi yang tersedia disana, tepatnya di samping Envios.
"Kau....?" Heran Oliver pada Lenora.
"Dia, nona Lenora. Ceritanya sangat panjang." Balas Envios yang membuat Oliver terkejut.
"Lenora, apa yang terjadi? lalu, di mana Bing?" Tanya Oliver dengan cepat.
"Aku akan menceritakan semuanya, tapi aku harap kau mau membantu ku setelahnya......" Ucap Lenora yang membuat semuanya diam, Oliver langsung mengangguk tanpa menghiraukan apa kata Lenora selanjutnya.
Akhirnya Lenora menjelaskan semuanya, dari awal mereka pergi hingga sekarang. Oliver terkejut, benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi. Pasalnya, mereka pergi sudah lama bahkan dirinya pun sudah memiliki beberapa anak dan juga selir.
"Astaga, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? aku pasti akan membantumu...." Ucap Oliver dengan yakin.
"Aku, yang harus aku lakukan adalah mengembalikan semua kekuatan ku terlebih dahulu namun aku tidak bisa melakukannya... Envios masih ada, syarat utamanya adalah aku harus menjadi ratu di kerajaan ini." Jelas Lenora yang membuat semuanya diam.
__ADS_1
"Itu memang sulit, kecuali..... Kerajaan ini di ambil alih oleh mu karena ada kekalahan." Ucap Oliver yang membuat semua orang di sana terkejut, bahkan jika Envios mati pun Lenora tidak bisa menjadi ratu kecuali jika dia menikah dengannya.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Envios, dia benar-benar bimbang sekarang.
"Aku akan memikirkannya nanti...." Ucap Lenora dengan bangkit dari tempat duduknya.
"Kau mau kemana?" Tanya Oliver.
"Balas dendam." Santai Lenora dengan memakai cadarnya, Lenora pergi dengan membawa Diego yang hanya menurut itu.
"Sebenarnya, ada satu cara yang membuat Lenora menjadi ratu dan kau..... Tetap bisa memimpin." Ucap Oliver pada Lenora langsung diam di tempat.
"Apa?"
"Beberapa bulan belakangan ini, aku bisa membuat topeng wajah yang sangat mirip. Kau dan Envios bisa menikah, tapi di ganti oleh wanita lain yang akan mengenakan topeng wajah mu. Dengan begitu, kau tetap akan menikah meskipun bukan kau yang mengikuti upacaranya." Jelas Oliver yang membuat Nina terdiam, dia melirik Envios yang hanya diam dan mencerna apa yang di katakan oleh Oliver.
"Apakah para rakyat akan percaya? maksudku, mereka tidak ada yang mengenali ku." Ucap Lenora pada Oliver.
"Kau membuatku memiliki 2 topeng palsu Oliver..."
"Itu jauh lebih baik dari pada melihat wajah aslimu Lenora...." Senyum Oliver.
"Aku tidak masalah.." Ucap Envios yang membuat Nina terdiam dengan menundukkan kepalanya.
"Tapi, di waktu yang bersamaan juga aku akan menikahi Nina. Jadi, nona Lenora akan bertukar dengan Nina. Selir tidak akan melakukan upacara jika ada seorang ratu..." Ucap Envios yang membuat Nina menatap Envios.
"Itu jauh lebih bagus, jadi saat aku pergi nanti kau bisa langsung mengangkat Nina jadi ratu mu. Bukankah begitu?" Ucap Lenora dengan menepuk pundak Nina yang terlihat sangat malu.
"Hmm..." Angguk Envios, dia sudah mempertimbangkan hal ini dan bukankah itu jauh lebih baik? kerajaannya akan di pimpin oleh seorang Dewi?
__ADS_1
"Baik, rencana sudah di tentukan. Jadi, aku harus membuat 3 topeng untuk mu dan nona Nina. Aku akan kembali ke negaraku dengan membawa mu Lenora, aku akan membuat alibi bahwa aku menemukan mu di jalan." Ucap Oliver.
"Aku setuju saja, tapi aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu terhadap pemilik tubuh ini dan aku juga ingin kembali ke wajah asliku, terlalu banyak memakai topeng membuat ku terlihat buruk!" Ucap Lenora dengan sedikit kesal.
"Oke, aku akan memberikan mu waktu satu minggu... Anggap saja kedatangan ku kali ini sebagai undangan untuk kerajaan mu, Envios. Buatlah pesta besok, aku ingin melihat keluarga mana yang ingin kau beri pelajaran itu." Ucap Oliver yang terlihat begitu penasaran.
"Oke, lihat saja besok." Senyum Lenora yang benar-benar pergi dari sana, tapi setelah itu Lenora kembali lagi dan mengulurkan tangannya pada Oliver yang terlihat heran.
"Ada apa?" Herannya.
"Minta uang, ahh maksud ku minta koin emas. Aku ingin membeli pakaian dan juga membayar seseorang untuk melakukan sesuatu." Jelas Lenora yang lagi-lagi membuat semua orang terkejut, Lenora sangat berani. Tapi jika mereka mengetahui status Lenora yang sebenarnya, mungkin mereka akan shock.
"Berikan Lenora lencana ku." Ucap Oliver pada bawahannya yang hanya mengangguk dan segera memberikannya pada Lenora.
"Kau bisa menggunakan itu untuk membeli semua kebutuhan mu Lenora."
"Ini, bagus juga. Tapi aku butuh cash... Ahh maksud ku yang asli. Cepat..." Ucap Lenora dengan kembali mengulurkan tangannya lagi, Diego terbatuk-batuk karena dia teringat kejadian mereka dulu saat bersama Archon.
"Lenora, kau bisa memintanya pada Ramon." Bisik Diego yang membuat Lenora mengeryit kan dahi nya sebelum akhirnya Lenora tertawa terbahak-bahak.
"Aku lupa jika aku kaya, ini aku kembalikan, seharusnya yang harus di kasihani itu kau Oliver. Ayo pergi...." Tawanya dengan begitu puas, setelah itu Lenora memberikannya lagi lencana tersebut pada Oliver yang hanya menganga tak percaya, apakah Lenora sedang menghinanya?
"Astaga, dia benar-benar!!" Geram Oliver dengan menggelengkan kepalanya saja.
Semua orang nampak tertawa melihat sikap Lenora yang terkadang terlihat seperti anak-anak padahal dia sendiri sudah memiliki anak.
"Ngomong-ngomong tentang anak, aku yakin usianya sekarang sudah hampir 2 tahun. Bing pernah menjelaskannya dulu, dunia yang ia tampati sekarang memiliki waktu yang jauh lebih cepat dari dunia kita." Ucap Oliver dengan serius.
"Aku sangat kasihan pada nona Lenora, dia baru sepekan bersama anaknya. Nona Lenora juga tidak bisa merawat dan membesarkan tuan Zaphier...." Ucap Nina.
__ADS_1
"Ujian mereka benar-benar luar biasa, semoga mereka selalu bersama sampai akhir hayat."