Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Pelatihan tertutup


__ADS_3

Molly yang sedang berjaga di luar ruangan kerja Bing nampak heran karena Lenora terus tersenyum-senyum sejak tadi, bahkan para pelayan maupun pelayan juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Lenora saat ini.


"Molly, mulai besok kau tidak perlu ikut dengan ku." Ucap Lenora saat merasakan sudah berada di dalam kereta kuda.


"Nona, apakah saya melakukan kesalahan? maafkan saya jika saya..."


"Tidak, tidak sama sekali. Kau sangat baik Molly, aku akan melakukan latihan tertutup dengan seseorang. Mungkin untuk beberapa bulan ke depan aku tidak akan muncul..." Jelas Lenora dengan tersenyum.


"Nona, anda akan melakukan latihan tertutup dengan siapa?" Heran Molly.


"Menurut mu?"


"Yang mulia Bing? nona! Anda yakin?!" Kaget nya dengan ekspresi yang tak percaya.


"Itu memang benar, tapi jangan sampai kau memberitahu hal ini pada Archon dan Diego. Aku ingin membuktikan pada mereka bahwa aku akan tumbuh dengan kuat agar bisa melindungi mereka, terlebih Diego yang menjadi spirit ku. Sebagai tuan nya, aku tidak pantas mendapatkan nya karena aku begitu lemah!" Ucap Lenora.


"Nona...."


"Tidak apa apa, apakah aku boleh meminta bantuan mu?" Tanya Lenora dengan penuh harap.


"Tentu saja nona, bahkan jika anda meminta nyawa saya sekarang maka saya akan dengan senang hati memberikan nya." Balas Molly dengan yakin.


"Terimakasih Molly, aku hanya ingin kau....."


•••••


Pagi ini, Bing menunggu Lenora di halaman istana dengan sedikit lama. Dia sendiri heran, kenapa dia melakukan hal ini?


"Apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Lenora dengan datang dengan ngos-ngosan.


"Apa yang kau lakukan? kenapa terlambat?" Heran Bing.


"Aku sudah masak dulu untuk mereka, hanya terlambat sedikit saja kenapa harus marah?!" Kesal Lenora.

__ADS_1


"Sudahlah, ayo pergi.." Ajak Bing dengan membawa Lenora ke belakang istana.


Lenora hanya menurut saat Bing membuka sebuah portal ke tempat lain, entah kenapa dia sangat percaya pada Bing yang baru di temui nya beberapa kali ini.


•••••


Pagi ini, Archon dan Diego nampak heran karena tidak menemukan sosok Lenora di rumah. Saat mereka bangun, mereka sudah di hidangkan dengan makanan yang begitu banyak dan tentunya sangat menggugah selera.


"Di mana Lenora? apa dia masih marah? itu sepertinya tidak mungkin..." Ucap Diego dengan duduk di kursi dekat dengan meja makan.


"Nona Lenora sudah pergi." Balas seseorang yang datang dengan membawa bahan makanan yang baru saja di beli nya di pasar.


"Pergi? apa maksudmu?" Tanya Archon dengan datar.


"Nona Lenora tidak mengatakan hendak pergi kemana, dia hanya memberitahu saya bahwa dia akan melakukan pelatihan tertutup. Nona juga menyuruh saya untuk menjaga kalian, dan.... Jangan berpikiran yang aneh-aneh tentang nya. Nona hanya tidak ingin di anggap remeh oleh kalian, nona ingin membuktikan pada kalian bahwa dia bisa menjadi kuat dan akan melindungi kalian berdua di masa depan." Jelas Molly dengan meletakkan bahan-bahan tersebut.


"....." Archon dan Diego langsung diam di tempat, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Bukan ini yang mereka inginkan, mereka tidak ingin di lindungi oleh Lenora, Justru mereka lah yang ingin melindunginya, jika seperti itu lalu apa gunanya mereka?


Archon dan Diego tahu arti gagal dalam pelatihan tersebut, hal itu berarti Lenora akan hancur dan tidak akan pernah bisa hidup lagi.


•••••


"Ini semua milikmu?" Kagum Lenora, di hadapannya terdapat sebuah kolam yang sangat besar dan juga terlihat bersinar dengan kabut di atas air nya yang terlihat seperti asap.


Di sana juga memiliki pemandangan yang sangat luar biasa indah, ada beberapa hewan juga yang tentu nya bukan hewan sembarangan.


"Pelajari ini, jika ada yang tidak kau mengerti tanyakan saja." Ucap Bing dengan menyentuh kening Lenora menggunakan telunjuknya.


Awalnya Lenora bingung, namun dia merasakan sesuatu yang hangat masuk melalui kening nya itu. Akhirnya, Lenora mulai memejamkan matanya dan meresap semua pembelajaran yang di berikan oleh Bing.


Bing yang melihat Lenora mulai mempelajari nya memilih untuk duduk dengan memakan buah apel segar yang jatuh ke tangannya secara tiba-tiba, di atas nya terdapat pohon apel yang ukuran buah nya sangat besar. Sebesar kepala manusia, bahkan hampir menyerupai buah kelapa.


"Yang mulia...." Sapa seseorang yang terbang dan hinggap di salah satu dahan yang dekat dengan Bing, dia seorang naga yang ukurannya sangat kecil. Itu adalah naga yang di lihat oleh Lenora sebelumnya....

__ADS_1


"Jangan banyak bicara! bagaimana dengan pelatihan mu?" Tegas Bing, sangat jauh berbeda saat dirinya menghadapi Lenora tadi.


"Sudah yang mulia, saya sudah bisa berubah menjadi besar dan memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Mitical." Jelas naga tersebut.


"Lemah!" Datar Bing.


"Maafkan saya yang mulia, saya akan kembali berlatih..." Ucap nya dengan penuh ketakutan.


Bing hanya diam dengan terus memperhatikan Lenora yang terlihat seperti bunga teratai yang nampak bersinar dengan rambut yang berkibar indah, bibir nya yang terlihat berwarna peach begitu menggoda nya.


Hampir satu hari Lenora mempelajari nya, hingga saat dia membuka matanya dia saling bertatapan dengan Bing yang masih setia di tempat duduknya.


"Sudah?" Tanya Bing dengan bangkit dari duduknya.


"Ya, berapa lama aku melakukannya?" Tanya Lenora penasaran karena dia lihat keadaan masih sama seperti sebelumnya.


"Hampir satu hari dan disini tidak ada siang atau pun malam." Balas Bing.


"Pantas saja..." Gumam Lenora yang sudah merasa lapar itu.


"Kau lapar?" Tanya Bing.


"Menurut mu?" Balik tanya Lenora dengan duduk di tempat Lenora tadi, Lenora merentangkan kedua tangannya. Namun, dia di kejutkan dengan jatuh nya buah apel di tangannya.


"Ini...." Lenora menganga karena baru sadar jika di atas nya terdapat pohon apel yang sangat besar ukuran nya, bahkan tidak hanya pohon apel. Semua buah ada di sana, dan itu terlihat seperti taman buah.


"Woahh!!!" Kagum nya yang langsung berlari ke arah pohon anggur, Lenora segera memetik nya dan memakannya. Terasa segar dan manis sekali, dia juga mengambil strawberry kesukaannya yang terasa begitu manis dan ukuran nya sangat besar.


"Apa kau punya keranjang?" Tanya Lenora dengan ekspresi yang gembiranya.


"Keranjang? sepertinya tidak ada..." Balas Bing.


Lenora mengangguk paham, dia segera mengangkat pakaian bawah nya hingga membentuk sebuah kantung. Betis dan kaki nya yang putih bersih kembali terlihat oleh Bing yang hanya menggelengkan kepalanya saja karena Lenora menggunakan baju nya untuk membawa buah yang ia petik.

__ADS_1


__ADS_2