
Satu pekan itu Lenora habiskan untuk berkumpul bersama mereka, bahkan Lenora tidak pernah meninggalkan Bing dan Zaphier sedikit pun hingga akhirnya waktu yang telah di tentukan sudah selesai. Lenora memeluk Bing yang nampak tidak tidur semalaman karena takut jika dia terbangun, Lenora sudah tidak ada di sampingnya.
"Ada apa?" Tanya Lenora dengan menatap Bing yang langsung mencium bibirnya lembut, Lenora yang merasakan itu segera menerimanya dan membalas ciuman yang di berikan Bing.
Tangan Bing sudah menjalar kemana-mana hingga membuat Lenora berusaha untuk tidak mengeluarkan suaranya, Lenora mendorong tubuh Bing pelan dan menatap wajahnya yang memerah karena gairah.
"J-jangan disini..." Ucap Lenora dengan melirik Zaphier yang masih tertidur.
Bing mengangguk paham sebelum akhirnya menggendong tubuh Lenora dan membawanya kedalam ruang kerja yang ada didalam kamarnya, Lenora di letakan di atas meja dengan perlahan-lahan sebelum akhirnya Bing kembali mencium nya.
Lenora sedikit kewalahan karena Bing benar-benar kasar melakukannya, seluruh pakaian mereka sudah berantakan dibawah. Dan dengan cepat Bing memasukan miliknya setelah memegang kedua paha Lenora dan melebarkan nya kesamping.
"Ughhh...." Lenora meredam suaranya dengan membenamkan wajahnya di dada bidang Bing yang terus menusuk milik Lenora dengan cepat, hingga terdengar bunyi meja yang nyaring.
"L-lenora.... Sayang... Aku pasti akan merindukanmu..." Bisik Bing dengan menciumi telinga Lenora yang nampak kewalahan itu.
"Shhh.... J-jangan pernah melakukannya dengan wanita lain, jika tidak ingin... M-mati...!" Balas Lenora dengan mencengkeram rambut Bing karena Bing sedang menyesap dadanya yang tidak pernah lagi di minum oleh Zaphier, entah kenapa mereka tidak tahu. Hanya pertama kali saja Zaphier melakukannya, itu pun saat pertama kali lahir.
"Hanya kau yang membuat ku tergoda sayang...." Balas Bing dengan membenamkan miliknya dalam-dalam saat pelepasan itu mulai datang, Lenora menggigit pundak Bing untuk melampiaskan rasa nikmat tersebut, milik Bing benar-benar terasa hingga perut Lenora.
Lenora pikir Bing akan berhenti melakukannya, namun ternyata dugaannya salah. Bing menurunkan nya dan membalikkan badannya hingga membelakangi Bing, setelah itu Lenora di buat kaget dengan Bing yang memasuki nya dari belakang. Sekuat tenaga Lenora membungkam mulutnya agar tidak terdengar hingga keluar, Bing memegang pinggang Lenora dan melakukannya secara intens.
"Ahhh... Cepathhh... A-aku dengar Zaphier menangis...." Ucap Lenora dengan menelungkup kan wajahnya di atas meja.
"Untuk pagi ini, kau hanya milikku Lenora!" Balas Bing dengan melepaskan penyatuan mereka dan membawa Lenora ke tempat duduk, setelah itu Bing duduk di sana dan menyuruh Lenora untuk duduk di atasnya.
__ADS_1
"Aku ingin kau yang melakukannya..." Ucap Bing dengan ekspresi yang bergairah.
Lenora diam dengan menatap milik Bing yang kini sudah berdiri tegak, dengan perlahan Lenora memegang dan mulai memasukkan kedalam miliknya. Dengan posisi yang seperti itu Lenora bisa merasakan betapa dalamnya milik Bing yang tertanam di tubuhnya, Lenora tak kuasa untuk bergerak karena posisi tersebut benar-benar menyiksanya.
Hingga akhirnya Bing yang mulai menggerakkan tubuh Lenora dengan cara mengangkat pinggang Lenora dengan kedua tangannya, Lenora di buat kalang kabut dan hanya bisa pasrah menerima semua tindakan yang dilakukan oleh Bing padanya.
Entah berapa kali Bing melakukannya, yang jelas dia benar-benar lelah.
•••••
Istana Bing di hebohkan oleh kemunculan para dewa dan dewi yang akan menghakimi Lenora siang ini, mereka terlihat puas karena melihat Bing akan kembali terpisah. Terlebih mereka juga melihat bahwa Lenora sudah memiliki anak, kesedihan seorang ibu yang sangat mendalam karena harus berpisah dari anak dan suaminya yang baru mereka temui kala itu.
"Sayang, aku akan segera menemukan mu. Tapi jika tidak...... Akan aku pastikan bahwa Zaphier lah yang akan membawa mu pulang." Ucap Bing dengan mengecup kening Lenora dalam.
"Aku menunggunya Bing, jaga Zaphier dan berikan dia kasih sayang yang penuh. Aku tidak ingin dia hidup karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya." Balas Lenora dengan mencium kedua pipi Bing.
Lenora berjalan ke arah Zaphier yang berada dalam gendongan Diego, Lenora tersenyum karena Zaphier terlihat senyum dan bahagia. Lenora mengecup seluruh wajahnya dengan terkekeh karena terlihat bahwa Zaphier tidak ingin ia cium, ada apa sebenarnya?
"Sayang, mama akan menitipkan papa beserta paman dan bibi mu ya. Tolong jaga dan dilindungi mereka, mama tidak menyesal karena sudah melahirkan mu. Maafkan mama karena tidak bisa merawat mu...." Lenora tersenyum kecil dengan menghapus air matanya.
"Lenora." Ucap Bing dengan menatap Lenora, Lenora yang melihat itu segera memeluknya namun entah kenapa Lenora tidak merasakan bahwa dia akan berpisah dengan Diego.
Setelah itu, Lenora beralih ke arah Archon yang langsung memeluknya tanpa mengucapkan sepatah katapun, dapat Lenora rasakan bahwa Archon menangis, ini pertama kalinya Lenora melihat Archon yang lemah.
"Jaga dirimu baik-baik, aku akan selalu merindukanmu Lenora...." Balas Archon dengan mengecup kening Lenora, Bing hendak marah namun karena mereka sudah lebih dekat dengan Lenora dari pada dirinya akhirnya Bing hanya pasrah.
__ADS_1
"Aku juga, aku harap kau....." Lenora membisikkan sesuatu pada Archon yang membuat Archon melotot seketika.
"Aku mohon..." Pinta Lenora dengan ekspresi yang penuh harap.
"Aku..... Aku akan mengusahakan nya." Pasrah Archon yang membuat senyum Lenora terbit.
"Aku tahu kau tidak terbaik Archon.." Senang Lenora yang beralih ke arah Molly yang sudah menangis sejak tadi.
"Nona, tolong bawa saya.... Apa yang akan saya katakan pada ayah?" Tangisnya dalam pelukan Lenora.
"Aku akan baik-baik saja Molly, kau akan tetap menjaga ku dengan membesarkan Zaphier dan...... Mengurus Archon, ingatkan dia untuk selalu makan karena aku tahu bahwa setelah kepergian ku dia tidak akan pernah makan banyak seperti sebelumnya." Jelas Lenora, dia ingat saat dirinya hilang dulu... Archon tidak pernah memakan apapun karena masih memikirkannya, Archon selalu berfikir apakah Lenora juga makan seperti dirinya?
"Nona..."
"Aku mohon, Archon sudah seperti kakak bagiku. Aku yakin kau bisa menjaganya Molly..." Ucap Lenora dengan memegang kedua pundak Molly.
"B-baiklah..." Angguk Molly dengan menundukkan kepalanya.
"Terimakasih..." Ucap Lenora dengan tersenyum lebar, Lenora menatap mereka semua yang tengah menatapnya. Lenora tersenyum dan melambaikan tangannya saat cahaya putih muncul dan terus menyinari nya, hingga akhirnya sosoknya menghilang dan meninggalkan asap putih yang tercium sangat harum.
••••••
"Dewi kehancuran, Lenora Bertha Adagona! sudah melakukan kesalahan yang besar sehingga akan di jatuhi hukuman pengasingan di dunia bawah, hiduplah tanpa memperlihatkan identitas mu. Jika hal itu sampai terjadi, kau akan di pindahkan ke tempat yang lebih mengerikan dari pada desa yang penuh dengan wabah penyakit itu! jika kau tidak ingin di hukum..... Maka, kau harus membunuh raja iblis. Apa kau sanggup?"
Lenora yang mendengar itu hanya tersenyum kecil, Lenora menundukkan kepalanya dan mengucapkan sesuatu yang membuat mereka terkejut.
__ADS_1
"Saya menerima hukumannya dan jangan berharap bahwa saya akan membunuh suami saya, yang harus saya bunuh adalah kalian semua!"
Kalian, gada niat buat follow aku gitohhhh?😭🤣