
"Master mana yang sudah berbaik hati mengajari mu Lenora? katakan padaku, aku juga ingin di latih oleh nya..." Ucap Diego dengan terus merengek sejak tadi.
"Master? tidak ada master, aku hanya meminta bantuan pada Bing. Dia menyetujui nya dan juga menemani aku di sana." Jujur Lenora.
"Bing? maksud mu yang mulia Bing?!" Kaget Archon dan Diego secara bersamaan, Molly sendiri hanya diam karena dia sudah tahu.
"Benar, tapi meskipun begitu.... Aku tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan dia." Cemberut Lenora.
"Nona, itu karena..... Karena.... Yang mulia bukan manusia biasa." Jujur Molly dengan menundukkan kepalanya.
"Aku tahu." Santai Lenora.
"Apa maksudmu? siapa yang bukan manusia biasa? apa dia siluman atau iblis?" Tanya Diego.
"Aku tidak tahu, yang aku tahu yang mulia bukanlah manusia biasa." Balas Molly dengan bersungguh-sungguh.
"Aku tahu tapi aku tidak bisa memberitahu kalian, yang jelas dia sangat jauh berbeda dengan kita yang biasa ini." Tambah Lenora.
"Ya, untuk manusia seperti kita memang bukan lah sesuatu yang besar untuk sosok nya yang begitu mulia. Mungkin, bagi kita berada dalam tingkat abadi adalah tingkat tertinggi dalam kultivasi, padahal masih banyak tingkatan lain yang jauh lebih tinggi dan kuat hanya saja kita tidak mengetahui nya." Ucap Archon.
"Itu memang benar." Angguk Lenora.
"Ngomong-ngomong, kenapa hubungan mu dengan dia sangat dekat? bahkan.... Aku samar-samar mencium aromanya dalam dirimu saat memeluk mu tadi?" Heran Archon yang membuat Lenora melotot, apakah sejelas itu?
"Benar, aku pun merasakan nya." Tambah Diego.
"Tidak perlu di pikirkan, ngomong-ngomong untuk latihan kemarin benar-benar mengerikan!!" Jelas Lenora dengan bercerita tentang yang ia rasakan saat tubuhnya terkoyak habis oleh api.
Diego yang mendengar itu merinding, bahkan Molly juga sudah tak mau mendengar nya lagi saking mengerikan nya juga. Untuk Archon, dia sudah menebak hal tersebut akan terjadi.
•••••
"Kau sudah kembali? syukurlah...." Lega Oliver dengan menatap Bing yang datang dengan eskpresi yang baik.
"Hmm.." Dehem Bing.
"Kau tahu? saat kau menghilang, aku juga tidak menemukan sosok Lenora. Sepertinya dia sudah pergi lagi ke hutan...." Jelas Oliver dengan serius.
__ADS_1
"Tuan, yang mulia pergi dengan nona Oliver..." Celetuk Simon.
"Apa?!" Kagetnya dan menatap Bing dari atas hingga bawah, benarkah itu? tapi melihat sikap Bing yang nampak berbeda akhirnya dia paham dan mengerti itu.
"Bing! kau benar-benar sangat jauh berbeda dengan sikap asli mu...!" Jujur Oliver namun tidak di tanggapi oleh sosok nya.
"Aku ada urusan." Ucap Bing dengan menghilang begitu saja.
"Pasti yang mulia akan pergi menemui nona Lenora." Ucap Simon.
"Apakah hubungan mereka sangat dekat?" Heran Oliver.
"Sangat, bahkan tidak terhalang kain sedikit pun." Balas Simon namun hal itu tidak di mengerti oleh nya yang hanya diam dengan polos.
Untuk Bing sendiri,dia masuk kedalam kamar Lenora dan melihat sosok nya yang tengah tertidur dengan pulas. Bahkan Lenora tidak merasa was-was sedikit pun saat dirinya naik ke atas ranjang, Apakah karena terlalu lelah?
"Aku tahu itu kau, karena itu lah aku diam." Balas Lenora tanpa membuka matanya.
"Aku tahu."
Bing segera merebahkan tubuhnya di samping Lenora dan menatap nya dengan posisi yang menyamping, di perhatikan nya secara terus menerus wajah Lenora yang begitu cantik dan menawan itu.
"Tidur saja, jangan hiraukan aku." Balas Bing dengan tersenyum kecil.
"Hm." Lenora membalikkan tubuhnya hingga membelakangi Bing, dia menarik selimutnya sampai leher dan kembali tidur. Namun, sebelum itu Lenora bisa merasakan jika Bing masuk kedalam selimut dan mulai memeluk pinggang nya.
"Tidurlah..." Ucap Bing yang entah kenapa menjadi obat bius untuk Lenora yang langsung tertidur saat itu juga.
Terdengar suara dengkuran halus dari Lenora saat merasakan Lenora yang sudah terlelap, dia pun ikut memejamkan matanya. Ternyata tidur berdua seperti ini jauh lebih menyenangkan dari pada tidur nya selama ini yang terasa membosankan.
••••
Pagi ini, Molly berniat untuk membangunkan Lenora yang katanya ingin pergi ke pasar itu. Lenora ingin melihat perubahan pasar yang sudah lama tak ia kunjungi itu, tanpa rasa curiga sedikitpun Molly langsung masuk begitu saja ke dalam kamar Lenora yang memang tidak dikunci.
Betapa shock dan terkejut nya Molly saat melihat Bing yang ada di atas ranjang Lenora dengan posisi mereka saling berpelukan, saling berhadapan dan.... Keduanya terlihat sangat dekat.
Dengan perlahan-lahan Molly kembali keluar dan menutup pintunya kembali, dia menghela nafas lega sebelum akhirnya dia tersentak karena di tatap oleh Diego yang sedang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Ada apa? kenapa kau sangat aneh begitu? di mana Lenora?" Tanya Diego.
"Itu, nona Lenora masih tidur...." Balas Molly.
"Tidur? biasanya kau akan membangun kan nya, cepat bangunkan dia. Dia sudah berpesan untuk membangunkan nya agar bisa pergi ke pasar pagi ini...." Ucap Diego.
"Nona masih tidur tapi dengan yang mulia." Balas Molly dengan santai dan kembali duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Maksud mu? yang mulia Bing?" Kaget Diego.
"Iya." Angguk Molly.
"Lenora bilang mereka tidak ada hubungan apapun selain hubungan guru dan murid, apa seperti ini juga masih di katakan tidak ada hubungan?" Ucap Diego dengan menggelengkan kepalanya saja.
"Mungkin yang mulia sudah menyukai nona karena sikap berani nya itu..." Balas Molly.
"Bukan, tapi karena Lenora merupakan wanita yang dia cari selama ini." Sambung Archon yang terlihat baru bangun.
"Untuk menyembuhkan kutukannya itu?" Tanya Molly dan Diego.
"Ya." Angguk Archon.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Diego pada Archon.
"Aku tidak mempermasalahkan nya, selagi dia kuat dan dapat bertanggung jawab untuk melindungi Lenora. Terlebih, dia juga sangat hebat dan memiliki kemampuan yang luar biasa." Ucap Archon dengan santai.
"Kau benar..." Setuju Diego meskipun Sebenarnya dia merasa tak rela karena harus melepaskan Lenora mulai sekarang.
•••••
Lenora dan Molly pergi ke pasar di siang hari karena tidur Lenora begitu lelap, Lenora tahu bahwa mereka bertiga sudah tahu bahwa ada Bing di kamar nya.
"Molly, selama aku pergi apakah ada sesuatu hal yang menarik?" Tanya Lenora dengan makan cemilan yang ia beli tadi.
"Banyak nona, tapi yang lebih sering di bicarakan sekarang adalah tentang pernikahan pangeran Steward dari kerajaan tetangga." Jelas Molly.
"Mereka berdua akan menikah?" Lenora mengeryit kan dahi nya penuh ke aneh an.
__ADS_1
"Benar nona, pesta tersebut di gelar dengan sangat mewah. Acara nya akan di lakukan besok di kediaman Lou, beliau juga mengundang anda karena tahu bahwa anda dan kedua teman anda itu merupakan tamu terhormat di kerajaan ini. Saya dan Diego beserta Archon sudah menyiapkan semua keperluan anda, kami tahu bahwa anda sudah lama tidak bermain." Jelas nya dengan tersenyum lebar.
"Aku mengerti Molly, kalian memang bisa di andalkan.." Senang Lenora dengan begitu mengerikan.