Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Rencana berjalan dengan mulus


__ADS_3

Setelah insiden tadi, Lenora terlihat masih kesal pada Archon yang justru nampak biasa saja karena dia sudah menduga hal itu. Saat ini mereka tengah melihat ke tempat yang berbeda lagi, di sana mereka sudah melihat Aeera yang sedang berbincang dengan Bing/Simon.


"Yang mulia, bagaimana jika nona Lenora tahu? saya takut dia menuduh saya tidak tidak....." Tunduk nya dengan malu-malu.


"Tidak akan, Lenora sendiri sudah sangat membosankan. Dia terlalu kaku..." Balas Bing dengan tersenyum kecil.


"Benarkah?" Tanya Aeera dengan ekspresi sumringah nya.


"Hmm, apakah kau bahagia dengan pernikahan mu ini?" Tanya Bing dengan mengelus rambut Aeera.


"I-itu, sebenarnya saya terpaksa melakukannya yang mulia. Anda tahu sendiri bahwa yang pertama harus menikah adalah adik saya, namun karena dia hilang akhirnya saya yang harus menggantikan nya...."


"Kenapa kau menerima nya? bukankah kau bisa menolaknya?"


"Aku tidak bisa, aku tidak ingin mengecewakan ayah dan ibu."


"Aku bisa membantu mu, asalkan kau mau berpisah dengan nya maka hari ini juga aku akan membawa mu ke istana...." Ucap Bing dengan lembut.


"A-apa? Anda jangan main-main yang mulia...." Kaget nya dengan wajah yang sudah memerah.


"Apa aku terlihat main-main?aku sudah terpesona oleh kecantikan mu Aeera, aku pikir kau dan pangeran Steward tidak akan menikah. Namun ternyata...."


"Maaf yang mulia, saya pikir anda tidak menyukai saya. Jika saya tahu dari awal mungkin...."


"Jadi bagaimana sekarang?" Tanya Bing dengan mengelus pipi Aeera.


"Yang mulia, apakah saya bisa menolak permintaan anda?" Balas Aeera dengan tersenyum lembut.


"Aeera, kau memang gadis yang baik." Lembut Bing dengan memegang kepala Aeera yang terlihat memejamkan matanya, melihat itu Bing/ Simon segera berubah wujud dan menggantikan nya dengan seseorang.


Simon sudah memberikan halusinasi pada Aeera, jadi laki-laki yang sedang menyentuhnya sekarang terlihat seperti Bing padahal dia hanyalah laki-laki yang ia bawa dari jalan.


"Puaskan wanita ini, jangan sampai kau melakukannya dengan lembut! buat tubuh nya terlihat seperti baru saja melakukannya..." Ucap Simon pada laki-laki itu.


"Baik tuan."

__ADS_1


Setelah itu, Simon segera bergegas pergi. Namun langkahnya langsung terhenti saat melihat Lenora dan ketiga antek nya yang ada di belakang. Simon menelan ludahnya bulat-bulat, dia tersenyum canggung pada Lenora.


"Aku terlalu kaku? dari mana kau tahu?" Tanya Lenora.


"N-nona, saya..." Simon berkeringat dingin, dia berharap Bing datang dan menyelamatkan nya sekarang.


"Aku masih belum memberikan pelajaran untuk mu! di mana Bing?" Tanya Lenora.


"Yang mulia, ada di tempat yang sudah nona tahu." Balas nya.


"Kalian awasi mereka, aku akan segera kembali..." Pamit Lenora yang pergi begitu saja.


Lenora menghilang bagai di terpa angin, mereka saling pandang dan segera membagi tugasnya. Archon dan Molly, Diego dan Simon.


Untuk Lenora sendiri, dua sudah berada di ruang kerja Bing. Di sana dia melihat Bing yang sedang berbincang serius dengan Kasim, mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu.


"Apakah aku mengganggu?" Tanya Lenora.


"Nona.." Sapa Kasim tersebut dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak Lenora, kemari lah..." Ucap Bing yang membuat Lenora mendekati nya, tanpa di perintahkan Lenora sudah duduk di atas pangkuan Bing.


"Kau sibuk?" Tanya Lenora dengan melihat tumpukan buku di hadapannya.


"Ya, aku akan segera lengser dari tahta." Balas Bing.


"Benarkah? Kenapa?" Heran Lenora.


"Karena aku bukan berasal dari sini, aku juga sudah lama tinggal di daratan ini. Lenora, setelah acara peresmian Oliver aku akan pergi...." Jelas Bing.


"Lalu kenapa memangnya? bukannya kau memang harus pulang? aku tahu, kutukan mu sudah hilang sehingga kau bisa kembali lagi ke sana." Balas Lenora.


"Apa kau tidak sedih mendengar aku akan pergi?" Tanya Bing dengan mengeryit tak senang.


"Apa maksudmu? memangnya siapa aku Bing? kau sangat luar biasa, bahkan sangat sangat hebat!!! sedangkan aku? bukankah kau tahu, aku hanya mahluk yang akan terombang-ambing kesana kemari karena aku tidak tahu tujuan aku disini untuk apa." Ucap Lenora dengan bangkit dari duduknya dan berdiri di dekat jendela.

__ADS_1


"Lenora..."


"Bertemu dengan mu saja aku sudah merasa beruntung, kau juga sudah memberikan pelatihan yang luar biasa padaku. Lalu apa lagi yang harus aku minta pada mu? bukankah aku terlalu egois jika menginginkan kau untuk tetap disini? aku...."


Lenora merasakan pelukan Bing di belakang tubuhnya, entah kenapa kedua matanya terasa basah. Lenora benar-benar tidak ingin Bing pergi, namun apa yang bisa ia lakukan?


"Lenora, aku menyukai mu... Sangat sangat menyukai mu, jadi kau berhak atas diriku." Bisik Bing di telinga Lenora yang hanya memejamkan matanya saja.


••••••


Malam ini, kediaman bangsawan Lou sangat ramai karena pesta akan segera di mulai. Terlihat kedua pengantin yang seharusnya bercanda ria kini terlihat saling diam bahkan terlihat asing juga.


"Ada apa dengan kalian? apa telah terjadi sesuatu pada kalian?" Tanya raja Blister.


"Ayah....! aku sudah memikirkan ini matang-matang, aku akan berpisah dengan Aeera sekarang!!" Tegas pangeran Steward yang membuat aula menjadi gempar.


"Apa yang kau katakan anak bodoh!!" Marah Raja Blister.


"Benar paman, aku juga ingin berpisah dengan nya!" Balas Aeera dengan tak kalah sengit nya.


"Kalian.... Bukankah kalian berdua sudah memadu kasih tadi siang? kenapa menjadi seperti ini?" Heran nyonya Lou.


"Tidak! aku tidak menyukai nya, ada seseorang yang aku sukai sekarang! dia juga sudah menyukai ku, ayah dan ibu tenang saja karena dia bukan orang sembarangan." Sombong Aeera.


"Apa maksudmu Aeera? siapa yang kau maksud?!" Marah bangsawan Lou.


Semua orang yang ada di sana nampak tak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang, kenapa pesta nya menjadi berantakan seperti ini? sedangkan dua orang yang masih berada di jalan terlihat santai, mereka bahkan baru menurunkan kaki nya di kediaman Lou.


"Ada apa ini?" Tanya Lenora dengan suara lembutnya.


Semua orang segera menundukkan tubuhnya untuk memberikan hormat pada Bing yang terlihat merangkul pinggang Lenora mesra, bahkan pakaian yang mereka gunakan pun terlihat selaras.


"Lenora.... Aku sudah menceraikan nya, jadi mulai sekarang kita bisa bebas berhubungan." Senyum Steward dengan menghampiri mereka berdua.


"Yang mulia, saya juga sudah menceraikan pangeran Steward. Jadi, mulai sekarang saya sudah menjadi milik anda." Senyum Aeera dengan begitu sumringah.

__ADS_1


Diam, semuanya diam mendengarkan ucapan konyol mereka berdua yang terlihat bodoh dan idiot. Lenora yang berada di samping Bing berusaha menahan tawa nya karena tidak kuat melihat ekspresi mereka berdua yang begitu menggelikan.


"Sayang, kita baru saja sampai disini. Sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi saat kita pergi...." Ucap Lenora dengan terkekeh.


__ADS_2