
"BING!!"
Lenora terbangun dari tidurnya, tubuhnya berkeringat sangat banyak. Wajahnya terlihat pucat, ekspresinya benar-benar buruk. Mimpi yang membuatnya terasa nyata, di mana dia melihat sosok Bing yang tengah di rantai oleh rantai emas dengan tubuh yang di penuhi dengan luka cambuk, setelah itu di rendam pada kolam yang sudah di berikan banyak sekali garam, ekspresi kesakitan dari wajahnya teringat jelas oleh Lenora.
Dia tahu, bahwa saat ini Bing sedang tidak baik-baik saja. Tanpa sadar matanya berkaca-kaca, Lenora menelungkup kan wajahnya di antara kedua lututnya yang ia tekuk. Dia benar-benar takut, takut tidak bisa bertemu lagi dengan Bing, atau bahkan.... Sebelum itu terjadi dia sudah mati dalam perjalanan.
"Lenora!!" Panggil mereka yang langsung masuk kedalam ruangan Lenora yang memang kecil namun terasa sangat nyaman, mereka melihat kondisi Lenora yang sedang tidak baik-baik saja.
"Ada apa?" Tanya Simon karena dia mendengar teriakkan Lenora yang menyebutkan nama Bing dengan lantang.
"Tidak apa-apa, kalian kembali lah tidur...." Ucap Lenora dengan bangkit dari duduknya.
"Lenora..."
"Aku hanya ingin sendiri." Balas Lenora dengan pergi ke luar, Lenora berdiri di depan kapal dengan kedua tangan yang ia lipat di atas perut, rambutnya yang berantakan terlihat berkibar indah, terlebih berwarna perak sehingga membuat nya terlihat menyala terang di gelapnya malam saat ini.
Tatapan mata Lenora terlihat kosong, dia masih memikirkan apakah dia bisa bertemu dengan Bing?
"Aku harap kau baik-baik saja..." Gumam Lenora dengan memejamkan matanya, dadanya terasa sesak saat ini, entah karena merindukan Bing atau karena mimpi tersebut yang membuatnya takut.
Raja Envios yang berdiri di atas kapal dapat melihat dengan jelas ekspresi Lenora yang terlihat merindukan seseorang, dia baru tahu dari anak buahnya yang mengatakan bahwa Lenora sudah memiliki suami, Envios merasa bahwa suami dari Lenora pasti sangat beruntung karena bisa memiliki wanita seperti Lenora.
"Yang mulia, udara sangat dingin. Sebaiknya kita masuk..."
"Hm.."
•••••
"Hah!! Hah!! Hah!!"
Bing membuka matanya, nafasnya terdengar memburu. Kenapa dia selalu gagal untuk mengembalikan kekuatannya yang entah hilang kemana, namun setelah itu dia merasa suara seseorang yang sangat ia rindukan. Bing tahu, itu adalah suara Lenora yang ternyata sedang menunggunya juga.
"Aku tahu, kau pasti merindukan ku juga. Mari kita sama-sama berjuang....." Gumam Bing dengan tersenyum lebar, dia tidak merasakan sakit pada tubuhnya yang sekarang sedang terluka parah, baginya suara Lenora tadi sudah menjadi obat untuknya.
__ADS_1
••••
1 Minggu berlalu, Lenora dan yang lainnya terlihat bersantai di atas kapal. Mereka sudah kembali pulih berkat obat yang di berikan Lenora sebelumnya, meskipun begitu Lenora selalu memperingati mereka untuk hati-hati dan selalu waspada.
Tak tak tak tak!
Lenora yang semula diam dengan memakan cemilannya, tiba-tiba saja langsung menghentikan kegiatannya. Dia melihat ke sekeliling yang masih asik dengan kegiatannya sendiri, Indra pendengaran nya sangat tajam sehingga dapat mendengar suara sekecil apapun.
Tak tak tak tak!
Lenora bangkit dari duduknya dan memberikan kode pada mereka semua untuk bersiap, melihat ekspresi Lenora yang serius membuat mereka langsung bangkit seketika dari duduknya tadi, mereka melihat sekeliling yang nampak tenang dan damai.
"Ada apa?" Tanya Envios dengan mendekati Lenora yang berjalan ke samping kapal.
Lenora memegang lantai kapal dengan mata yang terpejam, dapat dia rasakan sesuatu yang berbahaya ada di bawah kapal ini. Sesuatu yang menempel namun terlepas kembali...
TENTAKEL!!!
"Gurita? apa yang perlu di takutkan pada hewan bertentakel itu?" Heran Nina dengan tetap santai.
"Lenora.." Panggil Archon dengan memberikan sebuah kode.
"Oke." Angguk Lenora yang beralih ke tempat yang berada di ujung, untuk masalah seperti ini Archon juga sangat sensitif karena dia sudah terbiasa berada di air sehingga dia tahu seberapa besar guncangan dari hewan yang di timbulkannya.
"Usahakan untuk tidak terguncang, pegang apa saja yang menurut kalian kuat!" Ucap Archon pada Diego, Simon dan Molly. Untuk selebihnya dia pun tidak menghiraukannya, sama seperti Lenora.
Dengan cepat mereka semua segera memegang tihang ataupun alat lainnya yang di rasa mereka sangat kuat, Molly dan Diego memegang ujung kapal dengan kuat, Simon sendiri dia memegang tangki besar yang lumayan kuat untuk menyangga tubuhnya.
Mendengar ucapan Archon tadi, semua orang yang ada di kapal langsung mencari tempat aman dan tepat, mereka tidak mau salah melangkah lagi seperti kemarin kemarin.
"Bagaimana?" Tanya Lenora pada Archon.
"Dia berada di bawah kapal ini, ukurannya 10x kali lebih besar dari besarnya kapal ini." Balas Archon dengan melihat gelombang air yang nampak tenang namun terlihat menyeramkan.
__ADS_1
"Apa? 10X lebih besar?!" Kaget mereka dengan wajah yang pucat, sebesar apa itu?
"Pegangan yang erat!" Ucap Lenora pada Molly yang langsung mengangguk cepat.
Lenora menatap Archon yang langsung mengangguk, Archon melompat kedalam air yang membuat semua orang terkejut, bahkan ada yang tidak percaya bahwa Archon begitu menurut pada Lenora.
Saat Archon masuk kedalam air, Lenora sibuk mengeluarkan beberapa peralatannya dari dalam tas, setelah menemukan sesuatu yang ia cari barulah Lenora mengeluarkan dan memasukkannya kedalam kantong dan mengikatnya lumayan kuat.
"DUGHHH!!!"
"Akhhhhhhhhhh!!!"
Mereka memekik ketakutan saat kapal tersebut mulai bergerak kesana-kemari, hingga akhirnya mereka bisa melihat sebuah tentakel yang begitu besar itu muncul ke permukaan, melihat ujungnya saja yang begitu besar mereka sudah menyerah, bagaimana cara melawannya?
"Ukhukk Ukhukk Ukhukk..... Lenora... Dia sangat ganas, dia bukan pemakan daging. Dia merasa keberadaan kita ini membuatnya terancam." Jelas Archon yang muncul di permukaan dengan tenang, sepertinya menyelam bukanlah hal yang besar bagi Archon.
"Aku mengerti..."
"Tapi, ada sesuatu yang marah dan mengamuk." Ucap Archon dengan serius.
"Tunggu sebentar.." Lenora mengikat rambutnya dan membuka mantelnya sehingga memperlihatkan pundak dan lehernya yang begitu indah.
Setelah itu, Lenora turun ke air dengan cara melompat. Mereka sangat penasaran dan segera melihat ke sana, di sana mereka bisa melihat Archon yang sedang mengatakan sesuatu pada Lenora dengan ekspresi yang serius.
"Simon, tolong jaga Molly dan Diego. Aku percaya padamu....." Ucap Lenora dengan suara yang lantang.
"Nona, biarkan saya ikut dengan anda..." Ucap Simon namun tidak di hiraukan oleh Lenora yang sudah menyelam dengan Archon.
"Astaga, mereka sangat berani." Ucap salah satu dari mereka dengan ekspresi yang benar-benar tidak bisa di percaya, bagaimana bisa Lenora dan Archon nampak santai dengan keberadaan gurita tersebut?
Untuk Lenora dan Archon, mereka segera menyelam ke dasar lautan. Di sana mereka melihat kepala gurita yang sangat besar, bahkan matanya saja begitu menyeramkan. Namun, kondisinya sedang tidak baik-baik saja, hanya tentakelnya saja yang bisa bergerak bebas.
Untuk kepalanya? entah, Lenora tidak tahu kenapa bisa seperti itu?
__ADS_1