
Setelah kepergian Qilin itu mereka kembali lega dan mulai memperhatikan Lenora yang sedang melakukan penggabungan antara bunga aster api dengan bunga aster salju untuk obat Yasha.
"Nona,bunga aster api harus tetap dalam keadaan panas. Sedangkan disini...." Ucap Yasha namun tidak di hiraukan oleh Lenora karena tangan sebelah kanan Lenora dingin dan tangan sebelum kirinya panas.
Lenora menggabungkan kedua bunga itu secara bersamaan dan mulai menyatukan kekuatannya hingga akhirnya terbentuklah sebuah pil berwarna putih kemerahan yang terlihat seperti kelereng, setelah itu Lenora memberikannya pada Yasha yang terlihat terharu.
"Terimakasih nona, mulai sekarang kekaisaran Yoda Major berada di bawah naungan anda." Ucapnya dengan menundukkan tubuhnya di hadapan Lenora.
"Sesuai perjanjian kita, aku sudah memegang 3 kekaisaran sekarang. Hanya tinggal satu yang belum....." Ucap Lenora dengan santai, untuk Derrick dan bawahannya semuanya sudah tahu bahwa Lenora ingin menghancurkan kekaisaran Vandoria.
"Ayo keluar, jika di itung seharusnya kita sudah pergi selama hampir 3 bulan." Ucap Diego.
"3 bulan?" Gumam Lenora yang kembali teringat dengan keluarganya.
Mereka diam saat melihat ekspresi wajah Lenora yang kini berubah menjadi sendu, Diego yang melihat itu langsung merangkul Lenora dan mengelus punggung nya lembut. Hal itu di lihat oleh Jeje yang nampak memperhatikan sikap Diego yang masih sama seperti dulu, hanya saja sikapnya tidak pernah di tunjukkan padanya.
"Ayo pergi." Ajak Lenora dengan keluar dari gua tersebut untuk kembali ke tempat mereka masuk tadi, namun betapa terkejutnya mereka saat mereka melihat Qilin itu yang masih ada di depan gua dengan tampang nya yang bodoh.
"Kenapa semua temanku tidak ada? apa yang terjadi disini sebelumnya?" Tanya Qilin pada Jeje yang nampak diam.
"Itu, saat aku datang kemari juga keadaan disini sudah seperti ini. Hanya saja, terakhir aku lihat ada..... Ada seorang wanita hebat yang mengambil semua mahluk yang ada disini." Tunduk Jeje.
"Wanita? siapa dia?" Kaget Lenora, kenapa bisa mengambil semua hewan roh?
"Saya tidak ingat dengan jelas karena saat itu saat sudah pergi melarikan diri nona, namun dia memiliki aura yang sangat dingin seperti salju." Jujurnya yang membuat Lenora terdiam.
"Sepertinya dia mengincar itu." Gumam Qilin yang masih dapat di dengar oleh Lenora, Lenora tahu apa itu... Mungkin, telur naga.
"Nona, bolehkah saya ikut?" Tanyanya dengan penuh harap, semua orang yang mendengar itu terkejut. Siapa yang tidak kenal dengan Qilin itu?
"Tidak, aku sudah punya banyak orang yang ikut." Tolak Lenora.
__ADS_1
"Aku tidak akan merepotkan mu."
"Tidak."
"Aku bisa membantu mu membekukan orang-orang."
"Tidak."
"Aku bisa membantu mu membekukan sihir hitam."
"...." Lenora menatap Qilin itu dengan lekat.
"Kau yakin?" Tanya Lenora yang nampak tertarik.
"Tentu saja." Angguk nya.
"Baiklah, kau ikut denganku." Balas Lenora dengan santai.
"Benarkah? nona, kalau begitu segera kontrak saya...." Ucapnya dengan semangat.
Jika saja mereka tahu bahwa Lenora sudah mendapatkan telur naga, mungkin mereka akan berpikir lain lagi mengenai nya.
"Baik nona..." Patuhnya dengan senang, karena dia memang tidak ingin terikat dengan seseorang dan Lenora paham itu.
Mereka segera bergegas ke tempat semula dan segera keluar dari sana, keadaan di gua itu terasa panas dan menyengat hingga membuat Qilin itu segera menyejukkan tempat itu.
"Kau masuk saja kedalam ruang dimensi keduaku, karena kau tidak bisa masuk kedalam yang utama." Ucap Lenora dengan memasukkan Qilin itu dengan cepat agar tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang yang mungkin saja akan datang.
Dan benar saja, saat mereka keluar.... Mereka sudah di kepung oleh banyaknya orang-orang yang datang dengan membawa banyak sekali hewan roh yang terlihat menyeramkan namun tidak untuk Lenora.
"Hahahaha!! lihatlah mereka, sepertinya mereka mendapatkan mangsa yang bagus." Ucap seorang laki-laki yang tengah duduk di atas kuda nya.
__ADS_1
"Apa maksudmu kaisar Olympus?" Tanya Yasha pada Albion, yang merupakan Kaisar Olympus.
"Aku tahu kalian lelah karena sudah melakukan perjalanan jauh, karena itulah sebaiknya kalian menyerah saja!! serahkan semua hasil buruan kalian....!!" Ucapnya dengan tegas.
"Kau!" Marah Derrick yang tidak percaya bahwa Albion akan seperti itu.
"Kalian belum mendapatkan hewan roh bukan?" Tanya Lenora pada semua orang yang ada di belakangnya, mereka semua mengangguk kecuali Riza yang memang sudah mendapatkan nya dari Lenora.
Lenora menghela nafas berat dan segera melafalkan sebuah mantra hingga membuat suasana menjadi hening seketika, mereka tidak ada yang bisa berbicara maupun bergerak saat Lenora memejamkan matanya disana.
"Pilih saja mana yang cocok untuk kalian, jangan serakah jika tidak ingin mati." Ucap Lenora yang menyingkir dari sana dan memilih untuk duduk di tempat yang tak jauh dari sana dengan Diego, Jeje, Riza dan Rize.
Mereka semua tidak paham dengan apa yang di maksud kan oleh Lenora, sebelum akhirnya suara dengungan dan memburu dari arah gurun terdengar begitu jelas. Asap mulai mengepul di sana sebelum akhirnya memperlihatkan rombongan hewan roh yang nampak banyak dan macam-macam jenisnya, mereka yang melihat itu langsung menganga tak percaya.
Apakah Lenora benar-benar memanggilnya? jika iya, bukankah itu berarti semuanya sudah berada dalam perintahnya?dan itu artinya Lenora.....
"Kakak, aku ingin itu..." Tunjuk Rize pada seekor kuda yang sepertinya itu adalah kuda biasa.
"Tidak, itu tidak cocok untuk mu. Tunggu sebentar lagi...." Ucap Lenora pada Rize yang hanya mengangguk.
"Tidak apa-apa kan?" Tanya Lenora lagi.
"Tidak kak." Senyumnya.
"Baiklah, sebaiknya kita makan. Ayo..." Ajak Lenora yang melihat Diego sudah menyusun makanannya disana.
Disaat semuanya bertarung demi mendapatkan hewan roh terbaik, Lenora dan teman-temannya malah asik makan. Yudha dan anggotanya ikut menaklukkan hewan roh itu karena mereka juga ingin mendapatkan nya dan Lenora mempersilahkan nya karena itu juga untuk mereka sendiri nantinya.
Lenora duduk santai dengan tangan yang memakan kuaci, dia terlihat seperti penonton yang baik. Bahkan, Lenora tertawa saat melihat mereka yang serakah mati karena berusaha mendapatkan hewan lainnya, bukankah sudah Lenora katakan? jika serakah mereka akan mati.
"Nona, kami sudah mendapatkan nya...." Ucap Yudha dengan nafas yang ngos-ngosan, begitu pun dengan sepuluh anggotanya yang langsung tergoletak di tanah dengan nafas yang memburu.
__ADS_1
"Makanlah..." Ucap Lenora.
"Baik nona." Senangnya yang langsung ikut gabung dengan Lenora, mereka memang di permudah oleh Lenora karena melihat kegigihan serta kesetiaan mereka saat salah satu dari mereka hampir terbunuh.