
Lenora dan Diego menyelinap ke tempat Yudha dan para prajurit itu berada, mereka terlihat jijik dengan jalan yang mereka lalui. Mungkin, bagi yang lainnya itu sangatlah indah tapi tidak untuk Lenora dan Diego berserta orang-orang Lenora yang melihatnya.
"Diego, kita harus menukar mereka semua setelah itu kita pulang. Maksud ku pergi ke kekaisaran Mayor Yoda, kita harus memberitahunya masalah ini." Ucap Lenora dengan serius.
"Kau benar, tapi bagaimana caranya menukar mereka?" Tanya Diego heran.
"Aku akan menyuruh Ramon untuk membuat mereka berhenti sejenak, setelah itu aku akan langsung membuka dimensi untuk memasukkan mereka semua. Aku tidak bisa menyelamatkan yang lainnya karena takut kekuatan ku akan terekspos..."
"Baiklah, aku mulai mengerti." Angguk Diego.
Lenora segera meminta Ramon untuk melakukannya, setelah itu barulah mereka bergerak dengan cepat dan memasukkan Yudha beserta yang lainnya untuk masuk kedalam ruang dimensi.
"Sudah?" Tanya Lenora.
"Sudah, ayo..." Ajak Diego.
"Tunggu sebentar." Lenora mengeluarkan kekuatannya dengan hati-hati untuk membentuk sebuah manusia jerami, namun di mata mereka itu akan terlihat seperti manusia pada umumnya karena Lenora memberikan nyawa juga sehingga bisa bergerak layaknya manusia.
"Kau baru mempelajarinya?" Tanya Diego dengan kagum.
"Sudah lama, Bing sendiri yang mengajariku." Balas Lenora dengan santai.
"....." Diego benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan, Lenora dan Bing merupakan pasangan yang sangat mengerikan!
"Giselle! apa yang kau lakukan?"
Lenora dan Diego terlonjak dari tempatnya, mereka segera membalikkan tubuhnya dan melihat sosok Bertha yang berdiri di belakang mereka dengan ekspresi yang heran.
"Ahh yang mulia, aku hanya melihat orang-orang ku tadi. Sayang sekali, mereka terlihat tampan.." Ucap Lenora yang justru membuat Bertha tertawa renyah.
__ADS_1
"Kau ini, apa kau tidak puas menikmatinya selama di perjalanan?" Tanya Bertha dengan berdiri di samping Lenora dan membawanya untuk berjalan beriringan.
"Ya, meskipun begitu aku masih belum puas yang mulia." Balas Lenora dengan nada yang sedikit merajuk.
"Baiklah baiklah, setelah ini kau akan pergi ke kerajaan mana lagi?" Tanya Bertha penasaran.
"Aku akan pergi ke kekaisaran Yoda Major." Ucap Lenora yang justru malah membuat Bertha terkejut.
"Kenapa? bukankah kau enggan pergi kesana? kaisar Yoda sangat membenci wanita yang memiliki banyak pria, terlebih dia juga begitu jijik terhadap wanita." Ucapnya.
"Ahh ini, aku hanya ingin mencobanya lagi. Kau tahu bukan, aku ini sangat mengagumkan...." Ucap Lenora dengan sedikit gerakan yang gemulai.
"Kau ini, baiklah aku akan memberikan mu beberapa mantra untuk kau gunakan. Agar kau bisa lolos dengan mudah..."
"Baik, terimakasih yang mulia. Saya akan berangkat malam ini..."
"Tidak yang mulia, saya sudah tidak tahan...." Ucap Lenora dengan sedikit geli dengan perkataannya sendiri.
"Haishh kau ini..."
"....."
Mereka terus berbincang dengan santai hingga akhirnya Bertha memberikan beberapa mantra pada Lenora yang saat itu merasa senang, dengan begitu dia masih bisa meloloskan diri jika terjadi sesuatu pada mereka nanti.
Kereta kuda milik Lenora kembali meninggalkan kekaisaran Vandoria, kini rasa penasaran Lenora sudah terobati karena dia sudah tahu jenis iblis itu. Kini, yang Lenora cari selanjutnya adalah sekutu. Lenora ingin ketiga kaisar itu bersekutu untuk mengalahkan Bertha, meskipun Lenora sendiri bisa melakukannya sendiri namun tetap pada peraturan awal, dia tidak boleh memperlihatkan identitasnya.
Kenapa hanya 3 kekaisaran? karena Oliver sudah pasti menurut padanya, jika tidak.... Lenora akan benar-benar meledakkan istana yang sudah susah payah suaminya jaga selama ini, bukankah itu berarti dia juga memiliki hak atas istana tersebut? hahaha.....
Kereta yang Lenora tunggangi berhenti di sebuah hutan tempat mereka datang tadi, melihat sekeliling yang ia rasa sudah aman barulah Lenora pergi untuk mencari keberadaan Ramon yang sedang menjaga Yudha dan anggotanya.
__ADS_1
"Lenora, bukankah itu mereka? ada apa dengan mereka?" Heran Diego yang langsung menghampiri Yudha yang terlihat diam mematung dengan wajah shock nya, begitu pun dengan kesepuluh anggota nya juga.
"Apa yang terjadi?" Heran Lenora dengan menepuk pundak Yudha yang langsung sadar seketika.
"Yang mulia.... T-tadi.... Ada mahluk besar, dia...." Gugup Yudha yang membuat Lenora mengeryit, apakah yang di maksud Yudha adalah Ramon? jika iya, bukankah sudah Lenora peringati pada Ramon untuk tidak muncul?
"Ibu, aku hanya mengecek mereka tadi. Karena mereka tidur terlalu lama, aku takut mereka sudah tidak bernyawa...." Balas Ramon yang membuat Lenora menghela nafas berat.
"Abaikan saja, yang penting dia tidak mengganggu kalian. Ayo pergi...." Ajak Lenora dengan membawa mereka untuk masuk kedalam dimensi sebelumnya, mereka akan kembali lagi ke gurun pasir yang ada di wilayah kekaisaran Yoda Major.
Perjalanan yang mereka tempuh sekarang sedikit membutuhkan waktu lama, sekiranya sekitar satu minggu mereka berjalan menyusuri gurun tersebut hingga sampai di desa para penduduk yang terlihat lebih damai dari wilayah Bertha sebelumnya.
Mereka semua menatap Lenora yang sudah tidak memakai topeng lagi, mereka hanya memakai cadar. Semua orang penasaran dengan identitas Lenora yang terlihat lebih berkuasa dan juga memiliki aura pemimpin yang kuat, karena itulah mereka tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya.
"Nyonya, apakah disini ada penginapan?" Tanya Lenora pada seorang wanita tua yang sedang berjualan sayur, namun sayur itu sudah terlihat layu.
"Ada nona, di depan sana dekat dengan restoran ada sebuah penginapan yang mahal. Jika ingin yang murah, dia ada di sana tempatnya." Balasnya dengan sopan.
"Baik terimakasih." Ucap Lenora dengan tersenyum dan sedikit menyentuh sayur tersebut yang membuat wanita tua itu merasa heran, dia pikir Lenora akan membelinya.
"Sama-sama nona." Balasnya dengan tersenyum.
Setelah kepergian Lenora, wanita itu menatap kearah dagangan nya yang sudah berubah menjadi tumpukan emas. Dia berteriak kaget hingga membuat orang-orang langsung berdatangan, mereka terkejut dan kagum saat melihat tumpukan emas disana.
"Nona agung yang terhormat, dia begitu dermawan dan sopan. Semoga dewa selalu memberkati nya....." Ucap mereka dengan tangan yang berdoa untuk Lenora, jika saja Lenora mendengar itu dia tidak akan pernah Sudi mendapatkan berkat dari para dewa itu.
Mereka sangat iri dengan banyaknya emas yang ada pada wanita tua itu, tapi sepertinya wanita itu tidak serakah karena dia juga membagikannya pada mereka dengan adil sehingga masing-masing dari mereka mendapatkan bagiannya meskipun wanita itu yang lebih banyak, tapi setidaknya dia tidak menghabiskan nya seorang diri.
Untuk Lenora sendiri, dia menyewa 7 kamar yang ada. Semuanya dengan fasilitas yang mewah, hanya Lenora yang satu kamar seorang karena hanya dia wanita seorang diri di sana. Untuk Diego dia bersama Yudha, meskipun dia tidak tahu bagaimana mereka jadinya jika di masukan kedalam satu ruangan.
__ADS_1