Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Pamer


__ADS_3

Rombongan Yasha terdiam kaku saat orang-orang Lenora terlihat tidak masalah dengan Lenora yang mengajaknya untuk turun, sepertinya mereka sangat mempercayai Lenora.


Mereka mulai turun satu persatu dengan penuh ke hati-hati an, Lenora juga menyuruh mereka untuk tidak melihat ke bawah jika tidak ingin merasa pusing dan itu akan membuat konsentrasi mereka hilang.


Yasha terkejut karena di dalam jurang itu ada sebuah gua yang terlihat begitu luas namun sangat gelap, mereka mengikuti langkah kaki Lenora yang sedang menyalakan obor. Apakah Lenora tidak takut sama sekali?


"Nona, bagaimana kau tahu jika di jurang ini ada gua?" Tanya Yasha dengan mendekati Lenora yang terlihat santai dan tenang seperti biasa.


"Hanya mengikuti insting saja." Balas Lenora padahal dia tahu dari Ramon hahah...


"Benar-benar menakjubkan insting anda nona." Kagum seorang laki-laki yang ternyata mengikuti mereka kesana, Yasha diam dengan sorot mata yang datar saat melihat pasukan dari kekaisaran Almor, Derrick Almor.


Lenora terdiam saat melihat sosok laki-laki tegap yang sedang masuk kesana, ada satu wanita juga yang nampak berpakaian terbuka. Lenora akui dia tidak secantik istri Oliver yang terlihat sopan dan anggun, wanita ini terlihat seperti wanita penghibur di rumah bordil. Apakah ini wanita yang menggilai kaisar Almor?


"Apa maksud anda kaisar Almor?" Tanya Yasha dengan datar.


"Sudahlah, ayo pergi." Ajak Lenora yang tidak ingin melihat perdebatan di antara mereka, Yasha yang mendengar itu segera pergi mengikuti Lenora meskipun hatinya terasa dongkol karena kedatangan rombongan kaisar Almor.


Mereka menyusuri gua tersebut yang terlihat gelap, tidak ada satupun hewan yang ada di sana. Kenapa demikian? karena itu adalah tempat Ramon hibernasi dulu hahaha.....


"Ehh bukankah ini lautan lava?" Kaget Yudha dengan wajah yang sudah berkeringat karena panas di dalam sana.


"Ya, aster api ada di.............Sana." Tunjuk Lenora pada kumpulan bunga aster api yang terlihat banyak, namun letaknya benar-benar membuat mereka merinding seketika.


Bagaimana bisa bunga aster api terletak di tengah-tengah lava yang jaraknya sangat jauh itu? mereka masih sayang nyawa untuk bisa mengambilnya.


"Aku tidak ingin serakah, aku akan mengambil hanya satu bunga saja." Ucap Lenora pada Yasha yang langsung melotot.


"T-tidak usah nona, ini terlalu berbahaya..." Takutnya, dia tidak ingin Lenora terluka sedikitpun.

__ADS_1


"Kenapa? bukankah kau sangat menginginkan bunga itu?" Heran Lenora dengan tersenyum kecil.


"Tapi keselamatan anda yang paling utama nona." Jujur Yasha yang membuat Lenora terkekeh.


"Tidak apa-apa, aku akan mengambilnya sekarang." Ucap Lenora dengan melangkahkan kakinya menuju lava tersebut, apakah rasanya masih sama seperti dulu?


"Nona!!" Panggil Yasha dengan cemas.


"Hentikan, nona kami tidak akan membahayakan dirinya sendiri." Ucap Yudha dengan menahan Yasha yang hendak menyusul Lenora.


"Dia benar-benar mencari mati, apakah bersikap keren di hadapan kita membuat nya di Kagumi? benar-benar bodoh!" Sinis wanita yang berada di samping Derrick.


"Benarkah? aku rasa kau yang bodoh nona.." Sinis Diego dengan melipatkan kedua tangannya di dada.


Mereka semua terkejut saat melihat Lenora yang turun kedalam lava, namun tidak terjadi apapun pada Lenora. Lenora seperti berjalan di atas air, bahkan Lenora juga masih sempat-sempatnya menghitung banyaknya bunga aster api yang ada di sana.


"Jumlahnya seratus, jika aku ambil satu maka tersisa 99." Ucap Lenora dengan mengambil bunga aster api itu yang membuat semua orang menahan nafas, bagaimana pun bunga itu sangatlah penting untuk menaikkan level kekuatan mereka, tidak hanya menyembuhkan semua penyakit apapun..


"Ini...." Kagum mereka saat Lenora memasukkan bunga itu kedalam dimensinya, udara bunga itu harus tetap panas.


"Jadi, ini semua hanya ilusi? hahah..." Tawa seorang wanita yang sejak tadi sangat penasaran dengan Lenora, wanita itu langsung bergegas untuk menghampiri lava itu. Lenora hanya menggelengkan kepalanya saja dan tidak berbicara sedikit pun, orang yang serakah pasti akan celaka!


"Akhhhhhhhhhh!!!! kaki ku.....!!!" Tangis wanita tersebut dengan terduduk di sana, kakinya langsung melebur bahkan terlihat menghitam.


"Riona!" Kaget kaisar Derrick yang langsung menghampirinya, dia terkejut melihat kaki Riona yang terlihat busuk.


"Sakit...." Tangisnya dengan begitu mengerikan.


"Hhhh... Bodoh!" Ucap Lenora yang masih terdengar jelas oleh mereka semua, Lenora menyuruh anggota nya untuk kembali melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Semua orang masih shock dengan keadaan kaku Riona yang terlihat mengerikan, tapi melihat sosok Lenora? mereka akhirnya tahu bahwa Lenora bukanlah orang sembarangan.


"Nona.... Saya mohon, tolong bantu sembuhkan adik saya. Saya, saya akan memberikan banyak uang untuk anda..." Ucap Derrick dengan menunduk di hadapan Lenora.


"Aku tidak kekurangan uang sepeser pun, aku juga tidak kekurangan obat apapun, bahkan.... Aku juga tidak membutuhkan nyawa mu juga." Datar Lenora yang membuat semua orang terkejut.


"Lalu... Silahkan anda bilang, apa yang anda inginkan nona. Saya akan mengabulkannya." Ucapnya dengan serius.


"....." Lenora tersenyum sinis.


"Lencana kekaisaran mu." Ucap Lenora dengan sorot mata yang tegas.


"Ehh apa?" Kaget Derrick dengan wajah terkejutnya.


"Kenapa? tidak mau kan?" Senyum Lenora dengan kembali melanjutkan perjalanannya, tidak hanya Derrick yang terkejut bahkan Yudha dan Yasha pun sangat terkejut.


"Baik! saya akan memberikannya!" Ucap Derrick dengan yakin, meskipun dia tidak menyukai sikap Riona tapi bagaimana pun, kedua orang tuanya sudah menitipkan wanita tersebut untuk ia jaga dan lindungi.


Derrick memberikan lencana kekaisarannya pada Lenora dengan sedikit tak rela, namun dia harus melakukannya demi Riona.


"Senang bekerja sama dengan mu, Derrick!" Ucap Lenora dengan mengambil lencana tersebut dan mulai menghampiri Riona yang terlihat berkeringat dingin dengan wajah yang pucat, kakinya memang sudah sangat parah hingga memperlihatkan tulang jari nya.


Lenora mengeluarkan cairan dalam dimensinya dan segera meneteskannya pada kedua kaki Riona yang saat itu langsung berteriak histeris, namun detik demi detik jari-jari kakinya mulai terbentuk kembali seperti sebelumnya.


"Ehh... Obat apakah itu nona?" Tanya mereka terkejut, mereka begitu kagum dengan air itu.


"Jika pun kalian tahu,kalian tidak bisa mendapatkannya." Balas Lenora dengan santai, Lenora membagikan air tersebut pada Yudha dan anggotanya.


"Minum, bukankah kalian haus?" Tanya Lenora dengan santai.

__ADS_1


Shock! semua orang sangat shock, bagaimana bisa dua tetes air itu di samakan dengan sebuah kekaisaran? sedangkan untuk anggota nya, mereka diam kaku, bahkan itu bisa untuk 3 kali minum. Apakah Lenora sedang pamer kekayaannya? atau sengaja memberitahu mereka bahwa satu kekaisaran tidak lah sulit untuk dia dapatkan.


__ADS_2