Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Bom


__ADS_3

Molly, Diego dan Simon terlihat cemas dan khawatir karena sudah hampir 3 jam Lenora dan Archon tidak muncul kepermukaan, apakah keduanya bisa hidup di air? kenapa mereka tidak mengambil nafas dulu? dengan begitu mereka bisa memastikan bahwa keduanya masih ada.


"Tuan, bagaimana ini?" Cemas Molly pada Simon.


"Aku, aku ingin turun untuk memastikannya namun nona Lenora sudah memberikan amanat nya, jika aku menolak dan melanggarnya maka...." Simon terdiam beberapa saat, bagi seorang iblis jika sudah di berikan amanat mereka akan menepatinya, jika melanggar mereka akan terkena musibah.


"Apakah dia sudah mati? baguslah..." Ucap Nina dengan santai dan tenang, setidaknya Lenora yang menjadi korbannya.


"Kau!!" Marah Molly dengan menghampiri Nina dan segera menendang perutnya dengan enteng hingga membuat wanita itu jatuh dengan kencang.


"Ukhukk Ukhukk Ukhukk...!!" Batuknya dengan mengeluarkan darah.


Molly sudah cukup diam selama ini, namun sepertinya wanita di hadapannya benar-benar tidak tahu balas budi! bagaimana bisa ada orang sepertinya?


"Jika kau berkata-kata buruk tentangnya lagi, jangan harap kau bisa melihat dunia lagi!" Datar Molly dengan aura penuh pembunuhan.


"...." Nina terdiam, dia pikir Molly hanya wanita biasa yang menjelma sebagai dayang rendahan, namun sepertinya dugaannya salah.


Tidak ada satupun yang membela Nina, karena mereka saat ini sedang bergantung hidup pada Lenora dan kawan-kawannya.


"Ukhukk...." Lenora naik ke atas kapal, dengan tangan yang sibuk mencari-cari sesuatu di dalam tasnya, setelah berhasil menemukan apa yang ia cari Lenora menatap mereka semua.


"Bawa kapal ini ke jarak yang lumayan jauh dan......" Lenora berjalan mendekati Molly dan Diego yang tengah menatapnya, wajah Lenora terlihat pucat karena terlalu lama berada di dalam air.


"Lenora..." Ucap Diego.


Tangan Lenora terlihat memar dan penuh dengan luka, bahkan di kepalanya pun terlihat bekas luka.

__ADS_1


"Tolong, jangan pernah turun dari kapal ini jika terjadi sesuatu. Apa kau mengerti? untuk kau, jaga mereka, jangan sampai mereka turun!" Ucap Lenora pada Simon yang hanya diam.


"Aku percaya pada kalian." Ucap Lenora dengan tersenyum.


Lenora kembali melangkah pergi setelah membungkus sesuatu yang ia bawa dengan plastik, sebelum Lenora kembali turun, para pengawal milik Envios dengan kompak memberikan semangat pada Lenora.


"Nona Lenora, hati-hati... Kami masih membutuhkan sosok anda untuk memimpin kami." Ucap mereka dengan ekspresi yang penuh dengan harapan.


Lenora hanya tersenyum dan segera melompat kedalam air, mereka segera melanjutkan perjalanan nya kembali dan menunggu Lenora dalam jarak yang lumayan jauh.


Untuk Lenora sendiri, dia awalnya ingin membius gurita raksasa tersebut dan membunuhnya saat dalam keadaan tak sadar, namun melihat Archon tidak tidak tegaan itu, akhirnya Lenora membantunya.


Kepala gurita itu tertimpa batu besar yang sulit untuk lepaskan, bahkan sudah berkali-kali Lenora menembakkan pistol pada batu tersebut agar hancur namun hanya hancur sedikit yang mengakibatkan luka pada tangan dan kepalanya.


Begitu pun dengan Archon yang nampak memindahkan batu yang menimpa gurita tersebut, tentakel gurita itu terlihat terluka parah mungkin karena sudah berusaha untuk memindahkan batu tersebut namun tetap tidak bisa, hingga membuatnya putus asa seperti sekarang ini.


"...." Lenora memberikan kode pada Archon untuk sedikit menjauh, namun Archon hanya menggelengkan kepalanya saja. Namun berkat paksaan dari Lenora, akhirnya Archon mulai menjauh dan muncul di permukaan dekat dengan kapal. Mereka yang melihat keberadaan Archon terlihat panik karena tidak menemukan sosok Lenora.


"....." Lenora menatap mata gurita itu yang terlihat menyedihkan, dia seakan-akan memberitahu Lenora untuk tidak melakukannya karena takut menyakiti nya kembali, namun Lenora hanya tersenyum dan mengangguk untuk mempercayakan semuanya pada Lenora.


Setelah di rasa cukup, Lenora memencet tombol bom tersebut dalam hitungan waktu yang dekat, hanya 30 detik dan Lenora segera bergegas dari sana.


Mereka semua yang melihat keadaan air yang tenang menjadi diam, mereka fokus melihat pada tempat terkahir kali Lenora menyelam.


DUARRRRRRRR!!!!!!


Kapal yang mereka naiki nampak goyang, bahkan Archon saja yang sudah berada jauh langsung terhempas dan menabrak bawah kapal yang membuatnya terluka, untung saja dari mereka langsung turun untuk menolongnya dan membawanya naik ke atas kapal.

__ADS_1


Ledakan itu benar-benar mengerikan, bahkan membuat burung-burung yang berada di hutan langsung berterbangan karena saking besarnya ledakan tersebut, Archon, Simon, Diego dan Molly diam membisu. Ledakan tersebut begitu besar, apakah Lenora baik-baik saja? itulah yang terlintas dalam benak mereka.


"L-lenora....!" Gumam Archon dengan bangkit dari duduknya, meskipun tubuhnya terluka parah namun dia tidak peduli, Archon hendak turun kembali ke air namun langsung di cegah oleh Simon, dia tidak mau melanggar amanat dari Lenora untuk tidak membiarkan mereka turun saat terjadi sesuatu di sana, meskipun dalam hati Simon ingin sekali menyusul Lenora.


Hening, semuanya hening. Tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya, genangan air tersebut berubah menjadi darah. Wajah Molly langsung berubah menjadi pucat pasi, darah tersebut semakin banyak dan bahkan seperti lautan darah.


"Lenora...." Gumam Diego dengan tatapan yang kosong.


Genangan air tersebut berubah menjadi guncangan kecil, mereka langsung siap siaga saat sosok gurita itu muncul dengan begitu besarnya, bahkan mereka terlihat begitu kecil di mata gurita itu.


"Berhenti!!" Tegas Archon saat dari mereka hendak menyerang gurita tersebut, mereka mendadak diam dan mendengarkan apa kata Archon.


Gurita itu semakin mendekat dan mendekat hingga salah satu tentakelnya terulur, mereka langsung mundur dan terkejut saat melihat sosok Lenora yang sudah tak sadarkan diri disana.


Molly segera berlari untuk memeriksa Lenora yang masih bernafas, dia bernafas lega dan tersenyum haru. Gurita itu hanya diam dengan menatap Archon yang terlihat penuh dengan luka, setelah itu Gurita tersebut memberikan sesuatu pada Archon. Sebuah mutiara yang ada di keningnya, mutiara tersebut terlihat pecah dan hancur.


"Ini..." Heran Acrhon.


"Itu adalah inti kehidupannya, jika pecah maka itu artinya dia sudah tidak bisa bertahan lebih lama. Tapi, kenapa hanya ada satu bagian?" Heran Envios.


"Karena, sebelah lagi sudah ada pada Lenora." Balas Molly yang melihat kening Lenora bercahaya, aura yang di pancarkan Lenora terlihat berbeda.


"Terimakasih..." Ucap Archon dengan menerimanya, sebelum itu dia menyempatkan untuk mengelusnya dulu. Sebelum akhirnya gurita itu pergi, sepertinya ada sesuatu yang sudah di bicarakan pada Lenora namun Archon tidak tahu itu.


Archon berjalan mendekati Lenora dan menempelkan separuhnya lagi di kening Lenora, mereka yang melihat itu sangat terkejut. Apakah Archon tidak membutuhkannya? padahal itu sangat luar biasa!!


Tapi, bagi Molly dan Simon sudah tidak heran lagi karena Archon dan Diego pasti akan melakukan hal yang sama, semuanya merupakan lakukan hanya untuk Lenora.

__ADS_1


"Aku akan istirahat sebentar, katakan pada Lenora bahwa aku baik-baik saja." Ucap Archon dengan berbaring di samping Lenora sebelum akhirnya tertidur dengan lelap.


"Archon? jangan membuatku takut!" Ucap Diego dengan menepuk nepuk pipi Archon yang tidak lagi membuka matanya, air mata Diego mengalir lagi. Dia menundukkan kepalanya di antara tubuh Lenora dan Archon yang sedang terbaring lemah, apakah hanya dirinya yang tidak berguna? sehingga Lenora tidak pernah melibatkannya?


__ADS_2