Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Selamat datang baby Bing


__ADS_3

Bing tidak tahu apa yang mereka katakan,dan Bing dibuat heran dengan Molly yang mengeluarkan banyak pisau kecil dan juga gunting dari balik kotak. Molly memakai kain tipis yang tahan air untuk mensterilkan tangannya karena takut membuat Lenora terinfeksi, Molly diam dengan melihat perut Lenora yang terus bergerak sejak tadi.


"Apa yang kau lakukan?!" Marah Bing pada Molly yang tidak mendengarkan nya itu, Molly sibuk mengolesi obat yang sebelumnya sudah di berikan oleh Lenora.


"JANGAN MACAM-MACAM!!!" Marah Bing dengan suara lantangnya, suaranya terdengar sampai keluar. Mereka terkejut mendengar itu namun mereka tidak bisa masuk, padahal Archon dan Diego ingin masuk.


Untuk Molly, dia tidak mendengar apa yang Bing katakan. Molly sibuk memeriksa dimana letak bayi nya itu, hingga akhirnya Molly menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia menusuk pisau itu di kulit perut Lenora hingga membuat Lenora semakin mencengkram erat tangan Bing.


Molly terus melakukan apa yang sebelumnya di ajarkan oleh Lenora, hingga akhirnya Molly bisa melihat bayi kecil merah yang terlihat lucu. Dengan cepat Molly mengeluarkannya dan segera memberikannya pada para tabib itu yang menerimanya dengan tangan yang bergetar, bagaimana pun bayi itu merupakan penerus raja mereka.


"Laki-laki...." Ucap Molly dengan tersenyum haru pada Lenora yang tengah memperhatikan anaknya yang sedang di mandikan.


"..... Terimakasih." Ucap Lenora dengan menutup matanya, terlihat air mata yang keluar dari kedua ujung matanya.


"Lenora? sayang.... Jangan membuat ku takut....." Ucap Bing dengan mengecup kening Lenora berkali-kali.


"Yang mulia, nona Lenora bilang dia akan tertidur karena ada obat tidur dalam cairan ini." Jelas Molly yang terlihat sedang menjahit perut Lenora, padahal dia bisa saja menutupnya menggunakan kekuatan tapi apalah daya, Lenora lebih tinggi kekuatannya sehingga itu tidak akan mempan.


Bayi laki-laki itu terlihat menangis saat di serahkan pada Bing, sosoknya yang terlihat mirip dengan Bing membuat Bing yakin bahwa anaknya akan memiliki sikap yang sama sepertinya.


"Yang mulia, simpan dulu di dada nona Lenora...." Ucap sang tabib itu dengan mengambil kembali bayi laki-laki tersebut yang langsung di letakan di atas dada Lenora yang tertidur, bayi itu terlihat menggerakkan kepalanya karena merasa hangat berada dalam gendongan sang ibu.


"Dia....!" Ucap Bing karena melihat anaknya yang tengah membuka matanya dan menatapnya dengan tatapan yang membuat Bing kesal.


"Yang mulia, dia putra anda sendiri...." Ucap mereka mengingatkan, ternyata Bing cemburu pada anaknya sendiri?


Seluruh bangsa iblis yang mendengar bahwa Bing telah memiliki penerus pun langsung bersorak gembira meskipun keadaan di luar sangat buruk, tapi perlahan-lahan cuaca di sana mulai kembali normal.


Mereka merayakan pesta atas kelahiran putra mahkota kerajaan iblis, begitu pun dengan pelayan di istana yang nampak mempersiapkan sebuah jamuan untuk mereka semua yang terlihat bahagia dan antusias, hanya Tarra saja yang nampak tidak peduli, dia terlihat licik dan jahat!


"Aku tidak menyangka, Lenora sudah memiliki anak." Ucap Diego.

__ADS_1


"Tapi, bukankah nona Lenora dan yang mulia belum menikah?" Heran Molly.


"Untuk bangsa iblis pernikahan bisa di lakukan saat mereka melakukan hubungan intim, itu juga sudah termasuk pernikahan. Tapi untuk Lenora, dia seorang Dewi jadi masalah pernikahan itu tidak terlalu di perhatikan. Jika mereka memiliki anak, mereka bisa membawanya ke tempat suci sehingga itu sudah menjadi saksi pernikahan mereka." Jelas Archon.


"Aku mengerti." Angguk Molly.


"Aku ingin melihat bayi Lenora.... Apakah dia mirip denganku?" Ucap Diego dengan antusias, hal itu justru langsung mendapatkan pukulan dari Archon.


"Jangan sampai yang mulia mendengarnya atau kau akan mati!" Ucap Archon dengan menatap tajam pada Diego yang hanya cemberut.


•••••


Lenora terbangun dari tidurnya saat merasakan benda kecil yang terus menyentuh pipinya, dengan perlahan-lahan Lenora mulai membuka matanya dan melihat sepasang tangan yang kecil yang berada di sampingnya.


Senyum Lenora terbit dan menatap wajah anaknya yang terlihat sangat tampan, rambut hitam dan mata merah? Lenora tidak mempermasalahkan hal itu, Lenora justru senang karena putranya itu sangat mirip dengan Bing.


"Sayang...." Seseorang memeluknya dari belakang dan mengecup tengkuk Lenora yang hanya berdehem.


Dengan di bantu oleh Bing, Lenora duduk di ranjang dengan sedikit nyeri di perutnya yang mulai menghilang secara perlahan. Lenora mengangkat bayi tersebut kedalam gendongan, terlihat haus karena terus mengoceh sejak tadi.


"Shhhh!" Sakit, Lenora merasakan sakit di dadanya karena anaknya begitu kuat mengisap nya.


"Apakah sakit?" Tanya Bing.


"Tentu saja bodoh! kau mana tahu rasanya!" Kesal Lenora yang membuat Bing menjadi kikuk.


"Pelan-pelan, kau membuat mama mu kesakitan...." Bisik Bing pada anaknya yang mulai perlahan mengisap asi nya.


"Hmm.. Bing, siapa nama anak kita?" Tanya Lenora penasaran, dia tahu pasti Bing sudah menyiapkan nama untuk putranya.


"Zaphier, Zaphier Aleister Xaverius." Balas Bing dengan mencium bibir Lenora yang sangat ia rindukan, Lenora hendak menolaknya namun dia tidak bisa karena tangannya memegang Zaphier dan tangan satunya di pegang Bing.

__ADS_1


"Hhhh... Kau tidak lihat jika ada anakmu?!" Ucap


Lenora dengan mengelap bibirnya yang terasa basah.


"Tidak apa-apa, dia masih belum paham." Balas Bing dengan santai.


"Kau!" Kesal Lenora namun Bing hanya memeluknya dan menyandarkan kepalanya di pundak Lenora.


"Kau tahu? aku sangat takut melihat mu kemarin, jika bisa di ganti, aku ingin kau tetap baik-baik saja dan aku yang melakukannya. Kau sudah banyak terluka karena diriku...." Ucap Bing dengan menghela nafas lelah.


"Apa yang kau katakan? wanita tidak akan lengkap di katakan sebagai ibu jika belum pernah merasakan bagaimana sakitnya melahirkan." Ucap Lenora dengan mengelus rambut Bing menggunakan sebelah tangannya.


"Tetap saja, aku takut...." Lirihnya, Bing benar-benar sangat takut. Takut menyakiti Lenora lagi....


Namun hal itu justru malah membuat Lenora ingin sekali menghantam kepala Bing! bagaimana tidak? tangan Bing sibuk memainkan dada Lenora yang menganggur, bukankah itu sedang memanfaatkan keadaan?


"Lenora...." Panggil Diego, Archon dan Molly.


"Diam di tempat!" Ucap Bing dengan tegas.


Lenora segera merapikan kembali pakaiannya dan menatap Zaphier yang sedang tersenyum padanya, Lenora bangga sekali memiliki anak yang begitu tampan seperti ini. Dia yakin, jika anaknya sudah besar nanti maka dia akan seperti Bing yang banyak sekali wanita yang mengantri.


"Lenora, bagaimana keadaan mu?" Tanya Archon dengan menatap Zaphier yang sedang memainkan tangan Lenora.


"Astaga, kenapa dia mirip sekali dengannya? aku pikir dia ada sedikit kemiripan dengan ku." Ucap Diego dengan menoel pipi Zaphier yang justru malah tertawa.


"....."


"....."


"....."

__ADS_1


Molly dan Archon saling menatap Diego yang sedang di tatap tajam oleh Bing, bukankah mereka sudah memperingati Diego untuk tidak mengatakan hal tersebut? sepertinya Diego memang memiliki 9 nyawa untuk mencari masalah dengan Bing.


GAMAU TAHU POKOKNYA HARUS KOMENN OKEEE...


__ADS_2