Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Tangisan penyesalan


__ADS_3

Molly dan Archon menggaruk kepala mereka masing-masing saat melihat Lenora datang yang membawa anaknya, Vetter yang nampak polos dan tidak tahu apa-apa.


"Lenora, maafkan aku. Aku lupa mengatakan bahwa Vetter tertidur di ruang keluarga tadi...." Ucap Archon dengan sesekali melirik Bing yang nampak kesal dengan kedua alis yang saling bertautan.


"Cihh..." Cemberut Bing dengan menyandarkan kepalanya di pundak Lenora dan memeluk pinggangnya dari samping, tingkah manjanya membuat Jeje melongo tak percaya. Begitu pun dengan sosok laki-laki yang memiliki rambut biru itu, dia adalah naga salju yang menjadi hewan kontrak Zaphier yang saat itu kebetulan sedang berbincang dengan Jeje.


"Anu, nona. Sebaiknya anda..."


"Ma, aku lapar....." Potong Zaphier dengan memeluk Lenora dari samping lainnya dengan kedua tangan yang ikut memeluk pinggang Lenora, hal itu membuat Bing semakin jengkel dan segera menghempaskan tangan Zaphier dari Lenora.


"Enyah kau bocah! bukankah sudah aku peringatkan untuk tidak mengganggu istriku?" Kesal Bing yang membuat semuanya tersentak.


"Apa maksudmu pa? bukankah sudah aku katakan juga bahwa dia adalah ibuku? jadi, berhentilah bersikap manja pada ibuku!" Balas Zaphier dengan tak kalah sengitnya.


"Hah! kau tidak lihat tubuh mu yang sudah berkembang besar? pergilah cari kekasih agar kau tidak mengganggu kami lagi."


Nampak nya Bing tidak pernah mau mengalah pada Zaphier mengenai Lenora, begitu pun dengan Zaphier yang tidak ingin kalah dari Bing.


"Apa-apaan kalian ini?" Lenora memijat pelipisnya yang terasa berdenyut sakit, apakah Bing dan Zaphier selalu seperti ini?


"Nona, mereka memang sering seperti ini..." Bisik Molly dengan pelan namun dapat semuanya dengar.


"Ma..." Rengek Zaphier dengan menempelkan dagu nya di pundak Lenora, bibirnya terlihat mengkerut lucu sehingga membuat Lenora gemas, namun tidak dengan Bing yang terlihat jijik.


"Singkirkan eskpresi menjijikkan mu itu, ingat umur!" Ucap Bing dengan ekspresi yang jijik.

__ADS_1


"Kenapa? bilang saja jika papa iri..." Ejek Zaphier dengan menjulurkan lidahnya.


"Kau!! lihatlah sayang, dia sangat kurang ajar pada suamimu ini....Beri aku keadilan." Manja Bing yang justru membuat mereka ingin sekali menggeplak Bing, bukankah Bing sendiri yang mengatakan untuk ingat umur? lantas bagaimana dengan dirinya yang masih merengek pada Lenora?


"Aku bingung, sebenarnya aku memiliki suami atau hanya memiliki dua anak?" Jujur Lenora dengan berjalan ke arah sofa dan segera duduk di sana.


••••••


Setelah memenuhi keinginan Zaphier yang ingin makan hasil masakannya sendiri, Bing pergi begitu saja kedalam kamar. Nampaknya Bing sedang cemburu karena lagi dan lagi Lenora memilih Zaphier dari pada dirinya, bukankah itu hal yang wajar? bagaimana pun, Lenora ingin mencurahkan seluruh kasih sayangnya yang selama ini tidak ia berikan pada Zaphier.


Namun nampaknya Bing tidak berpikir kesana, tapi Lenora juga tidak bisa menyalahkan Bing yang memang memiliki sikap cemburu yang sangat besar. Bing juga sangat posesif pada dirinya...


Lenora membuka pintu kamarnya dengan tangan yang membawa nampan berisi makanan, melihat Bing yang sedang duduk di dekat jendela dengan membaca buku membuat nya terlihat semakin tampan dan bersinar karena tersorot sinar rembulan.


"Sayang...." Panggil Lenora dengan meletakkan makanan tersebut di meja dan menatap Bing yang masih tak bergeming dari tempatnya.


Ucapan Lenora langsung terhenti saat Bing merebahkan kepalanya di atas paha Lenora dengan mata yang terpejam, terlihat ekspresi lelah dari wajah Bing yang sedang terpejam.


"Maaf, lagi-lagi aku egois." Ucap Bing lembut.


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Bukankah dengan begitu aku jadi tahu bahwa kau memang benar-benar mencintai ku?" Lenora mengelus rambut Bing yang nampak halus dan lembut.


"Lenora, bagaimana jika kita cari kan wanita untuk Zaphier?" Ucap Bing yang membuat senyum Lenora langsung menghilang seketika.


"Kau mau mati hah!" Marah Lenora, dia baru beberapa saat bertemu dengan Zaphier dan Bing ingin memisahkan nya lagi?

__ADS_1


"Sayang, aku tidak bermaksud seperti itu tapi...." Bing tidak melanjutkan perkataannya lagi, dia benar-benar egois memang.


"Maaf..." Lirih Bing dengan mencium tangan Lenora dan menatapnya dari bawah, dia bisa melihat ekspresi kesal dari wajah Lenora.


"Ck! jangan membahas hal itu, aku bukannya tidak ingin Zaphier memiliki wanita. Tapi, dia masih terlalu muda dan..... Aku masih belum cukup memberikan kasih sayangku selama ini, aku ingin menghabiskan waktu dengannya lebih lama lagi sebelum dia benar-benar lepas dari genggaman kita." Jujur Lenora.


"Maafkan aku yang tidak mengerti perasaan mu, aku benar-benar minta maaf."


Bing bangkit dari tidurnya dan menatap Lenora yang sedang memalingkan wajahnya ke arah luar jendela, bisa Bing lihat kedua mata Lenora yang sedang berkaca-kaca. Dia lupa, perasaan seorang ibu sangatlah sensitif jika menyangkut pernikahan anaknya, terlebih Lenora baru beberapa waktu bertemu dengan Zaphier dari pada dirinya yang sudah lama.


"Maaf..." Bing memeluk Lenora lembut dan mengecup kedua pipinya dengan mesra, hingga akhirnya terdengar isakan tangis dari Lenora.


"Kau tidak tahu bagaimana aku disana, aku begitu merindukan kalian. Aku, aku ingin menggendongnya, aku ingin menciumnya, aku ingin melihatnya tumbuh, aku ingin mendengar nya berbicara untuk pertama kali, aku ingin melihatnya berjalan, aku ingin melihatnya mulai tumbuh dewasa, aku ingin mengulang semuanya Bing...... Aku, aku bahkan tidak pantas di panggil mama olehnya, ibu mana yang telah menelantarkan anaknya tanpa kasih sayang seorang ibu? aku.... Aku ingin menebus semuanya Bing....."


Akhirnya, semua perasaan Lenora dia utarakan pada Bing yang nampak terdiam. Tangisan Lenora benar-benar menyayat hati, ternyata Lenora begitu merasa sangat bersalah pada Zaphier.


"Aku mengerti, maafkan aku Lenora. Aku memang sangat egois, aku tidak memikirkan bagaimana perasaan Zaphier yang memang tidak pernah mendapatkan kasih sayang darimu. Aku benar-benar sangat bersalah padanya...." Balas Bing dengan memegang kedua pipi Lenora yang terasa basah karena tangisan Lenora.


Cup


"Aku akan meminta maaf pada Zaphier karena selama ini aku tidak mengerti apa yang dia rasakan, aku terlalu egois atas dirimu Lenora." Bing mengecup kening Lenora lama sebelum akhirnya membawanya kedalam pelukannya lagi.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar percakapan mereka di balik pintu. Zaphier menundukkan kepalanya dengan tangan yang membawa buah segar, dia ingin membawakan buah tersebut karena Lenora lupa untuk membawanya.


Tanpa ia sadari, dia telah mendengar semua ucapan Lenora yang begitu merasa sangat bersalah padanya. Padahal, tak sedikitpun Zaphier menyalahkan Lenora karena tidak ada di sampingnya selama ini, toh ini semua bukan keinginan Lenora sendiri.

__ADS_1


Dan lagi, untuk masalah Bing... Zaphier juga tidak marah, dia sangat mengerti ayahnya melebihi siapapun. Bagi Bing, Lenora adalah satu-satunya sosok yang ada dalam hidup Bing, terbukti saat Lenora pergi Bing selalu menatap lukisan Lenora bahkan Zaphier selalu mendengar suara Bing yang terus bercerita tentang nya pada lukisan Lenora, itu di lakukan hampir setiap hari.


"Aku, aku benar-benar beruntung ada di antara kalian. Aku berjanji akan melakukan apapun demi kebahagiaan kalian, meskipun untuk saat ini aku belum terlalu kuat tapi itu bukan berarti aku akan menyerah! aku akan melenyapkan orang-orang yang sudah membuat kita seperti ini, tunggu dan lihat saja nanti." Tegas Zaphier dengan sorot mata yang memerah.


__ADS_2