
Lenora terus menatap sang putra yang sedang berbincang dengan Diego, bahkan Lenora terus tersenyum sejak kemarin. Jika saja Lenora tidak di ingatkan tentang masalah Vandoria, mungkin dia akan lupa karena terlalu bahagia.
"Ma, biar aku yang pergi. Mama tenang saja..." Ucap Zaphier dengan tersenyum lebar.
"Baiklah, mama tunggu kabar baiknya sayang." Angguk Lenora dengan mengelus rambut Zaphier.
"Tentu." Balas Zaphier dengan membawa Diego dan si kembar Riza Rize juga.
Semua orang sudah tahu jika Zaphier adalah anak dari Lenora, namun semua orang tidak tahu bahwa Lenora adalah ratu di kerajaan Balveron karena tidak ada yang mengenali wajahnya.
Untuk Oliver sendiri, dia menatap kagum pada Zaphier yang terlihat persis seperti Bing. Bahkan, di usianya yang baru 17 tahun ini Zaphier sudah terlihat luar biasa. Saat mereka bertatapan mata dengannya, insting mereka selalu mengatakan untuk tunduk pada Zaphier. Bahkan, mereka tidak ada yang berani berlama-lama menatap Zaphier yang selalu memakai cadar seperti Lenora.
"Nona, setelah urusan disini selesai. Apa yang akan nona lakukan selanjutnya?" Tanya Yudha dengan penasaran, entah kenapa dia ingin selalu mengikuti Lenora kemanapun ia pergi.
"Aku akan memalsukan berita kematian ku ini, dan kau.... Kau akan kembali bersama anggota mu untuk menyebar luaskan berita tersebut di sana." Ucap Lenora dengan tenang.
"Nona...." Kaget mereka karena mereka tidak percaya jika Lenora memang bukan istri dari Envios, pantas saja sikap Envios selalu canggung pada Lenora dan bahkan terlihat sangat menghormati.
"Aku akan kembali dengan anakku, kau lihat? dulu saat aku meninggalkannya dia baru berusia satu minggu. Dan sekarang? bukankah aku sudah terlalu lama berpisah dengan suamiku?" Tanya Lenora yang membuat mereka diam, itu memang benar jika mereka melihat usia Zaphier sudah belasan tahun.
__ADS_1
Padahal mereka masih bisa di sebut sebagai kakak dan adik karena Lenora sendiri masih terlihat muda dan bahkan tidak terlihat jika dia sudah menikah.
"Apakah, apakah kami boleh ikut dengan nona?" Tanya Yudha dengan penuh harap namun justru malah membuat Lenora terkekeh.
"Semakin jauh tempat ku maka semakin banyak bahaya juga di jalannya, kau sudah menjadi panglima kerajaan Balveron. Tidak mungkin kan kau melepaskan tanggung jawab mu itu?" Tanya Lenora dengan tersenyum kecil.
"Tidak, karena kami akan ikut dengan ratu kerajaan Balveron. Bukankah itu sama saja dengan mengabdikan hidup kami?" Balas Yudha dengan tegas.
Lenora menghela nafas berat dan mengangkat tangannya hingga memperlihatkan sebuah gambaran kecil yang memperlihatkan tentang peperangan antara iblis dan manusia, itu adalah rekaman yang di berikan Zaphier padanya.
Zaphier pertama kali mengikuti perang saat dia berusia 5 tahun dan itu artinya dua tahun yang lalu, Zaphier berada di barisan paling depan. Perang tersebut begitu mengerikan karena mereka terkejut jika Zaphier ternyata adalah iblis, apakah Lenora juga seorang iblis? pucat mereka.
Anehnya, mereka tidak melihat laki-laki dewasa disana. Mereka ingin melihat siapa suami Lenora, namun di sana tidak ada sedikit pun yang memperlihatkan sosok laki-laki menawan ataupun gagah yang mereka yakini jika suami Lenora pasti sangat jauh dari bayangan mereka.
"Dunia kami jauh lebih keras! anakku pertama kalinya ikut perang saat dia berusia 5 tahun, kedua kalinya saat dia berusia 10 tahun dan terakhir saat dia berusia 15 tahun. Melawan ribuan, ahh tidak... Maksud ku ratusan ribu manusia dan juga hewan roh untuk melenyapkan bangsa iblis yang selalu mereka anggap sebagai bangsa yang jahat dan selalu membuat ulah." Jelas Lenora dengan mengetuk-ngetuk kan jarinya di kursi.
Yudha membenarkan apa kata Lenora, bangsa iblis memang selalu salah di mata para manusia maupun mahluk lainnya. Padahal mereka hanya tidak tahu bahwa bangsa iblis pun tidak akan mengusik jika tidak ada yang memulainya lebih dulu.
"Kemampuan kalian masihlah jauh, kalian tidak akan sanggup berada disana." Ucap Lenora dengan bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
"...." Yudha dan seluruh anggotanya hanya diam dengan menundukkan kepalanya, apa yang Lenora katakan tadi memang benar bahwa kemampuan mereka hanyalah debu bagi Lenora yang tidak apa-apa nya sama sekali.
Untuk Lenora, dia mengatakan seperti itu bukan karena ingin merendahkan ataupun menghina mereka. Tapi Lenora tidak ingin mereka mati sia-sia jika ikut bersamanya, Lenora tidak mau membawa banyak orang untuk kedepannya. Untuk Riza dan Rize juga Lenora akan menitipkannya pada Oliver karena mereka berdua akan menjadi bibit unggul untuk kerajaannya dan Oliver menyetujui nya dengan senang hati, pemberian Lenora maupun Bing selalu ia terima karena di tahu bahwa mereka tidak akan memiliki niat apapun selain membantu kekaisaran nya.
•••••
Zaphier berdiri tegak di atas kuda hitamnya yang sangat ia sukai, di sampingnya ada Diego. Di belakangnya ada kaisar Derrick, kaisar Yasha dan kaisar Albion. Mereka berdiri di depan gerbang besar menuju kekaisaran Vandoria.
"Tuan, kerajaan ini di penuhi oleh kabut hitam. Bagaimana ini?" Cemas mereka pada Zaphier yang nampak tenang dan santai di atas kudanya, melihat itu membuat mereka merasa malu karena wibawa mereka di kalahkan oleh Zaphier yang terlihat lebih agung dari mereka yang notabenenya adalah seorang kaisar.
"Tidak apa-apa." Balas Zaphier dengan maju lebih dulu saat pintu gerbang itu terbuka, pasukan berkuda itu segera melaju ke arah kekaisaran Vandoria yang terlihat banyak rakyat wanita dengan sorot mata yang tajam dan semuanya berwarna hitam seperti tidak ada bola matanya.
Melihat itu merasa sangat terkejut dan semakin yakin bahwa kekaisaran Vandoria memang menggunakan iblis untuk membantunya agar selalu berjaya dan juga terus memakan korban laki-laki yang membuat mereka geram di buatnya, pantas saja rakyat laki-laki mereka selalu berkurang setiap waktunya, mereka hilang tanpa sebab yang jelas dan itu bukan hanya di satu kekaisaran melainkan di semua kekaisaran.
"Selamat datang di wilayah kekuasaan ku, wahai para kerabat ku." Ucap seorang wanita yang datang dengan kereta kuda mewahnya, dia terlihat begitu kejam dengan sorot mata yang tajam dan menusuk.
"Heh, iblis jelek ternyata." Ucap Zaphier yang membuat Bertha langsung menatap kearah nya dengan marah, namun saat matanya bertatapan dengan Zaphier membuat nya takut seketika.
Hanya Zaphier dan Diego yang bisa melihat makhluk tersebut yang berada di atas kereta kuda Bertha, Zaphier menatap ke arah iblis itu yang terlihat hendak melarikan diri. Aura Bing sebagai kaisar iblis dapat ia rasakan pada diri Zaphier, namun Zaphier tidak akan melepaskannya dengan mudah karena saat itu juga Zaphier membongkar sosoknya hingga terlihat oleh semua orang yang ada.
__ADS_1
Mereka terkejut dan takut saat melihat sosok mahluk itu yang terlihat sangat menyeramkan dan juga mengerikan, bagaimana bisa mereka tidak menyadarinya selama ini?