Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Berburu


__ADS_3

Sepulang dari istana, Diego tak henti-hentinya tertawa. Bahkan di dalam kereta kuda pun Diego terus tertawa terbahak-bahak karena teringat perkataan kaisar Yasha yang nampak polos saat mengatakan hal tersebut.


"Diam Diego!" Kesal Lenora dengan memijat pelipisnya yang terasa pusing, Lenora pun merasa lucu dengan perkataan Yasha yang akan memberikan tubuhnya pada Lenora? memangnya, Lenora terlihat seperti wanita nakal yang menyukai laki-laki tampan? memang iya sih, tapi kan..... Sudahlah.


"Jadi, nona akan pergi ke istana lagi?" Tanya Yudha dengan hati-hati.


"Hhhh... Ya, aku merasakan firasat baik mengenai hal ini." Angguk Lenora.


Mereka saling tatap dan hanya diam, mereka akan selalu mengikuti kemana pun Lenora pergi termasuk si kembar Riza dan Rize yang terlihat senang karena akhirnya mereka bisa ikut berkelana dengan Lenora dan orang-orang hebat lainnya.


•••••••


1 Bulan berlalu, tidak ada hal spesial yang di lakukan Lenora selain duduk manis di setiap tempat, mereka akan pergi berpetualang jauh sekarang karena itulah mereka membutuhkan waktu untuk istirahat dan juga berlatih.


Jika di hitung, Lenora sudah hampir 4 bulan pergi. Lenora menghela nafas berat, bagaimana keadaan Zaphier sekarang? apakah dia tumbuh dengan baik?


Tapi, Lenora percaya pada Bing yang tidak akan mengecewakan nya. Jika saja Bing mendengar kata hati Lenora, mungkin dia akan merengek dan mengadu pada Lenora bahwa selama ini Zaphier selalu membuatnya kesal bahkan hampir setiap saat.


Mungkin, Lenora akan beranggapan bahwa kedua anak dan ayah itu memiliki sikap yang terbalik.


•••••


Derap langkah kaki kuda yang terdengar begitu memburu di lapangan milik Kekaisaran Yoda Major yang begitu luas, Lenora yang datang dengan santai tidak terlalu buru-buru hingga akhirnya dia saling bertatap muka dengan Oliver yang datang dengan membawa beberapa selir dan permaisurinya yang terlihat cantik dan lembut itu.


Oliver langsung menghampirinya dan tersenyum pada Lenora yang hanya diam, apa Oliver sakit jiwa?


"Lenora, gabung lah dengan tim kami. Aku mohon...." Ucap Oliver dengan ekspresi yang memelas, padahal usia dan wajahnya sudah tidak muda lagi meskipun masih terlihat tampan dan gagah.


"Tidak, aku masuk kedalam tim kaisar Yasha. Bukan karena apa-apa, tapi karena ada sesuatu yang aku tuju Oliver." Balas Lenora dengan serius.

__ADS_1


"Hhh.... Baiklah, aku mengerti. Ayo, aku kenalkan kau dengan istriku." Ajaknya yang di balas anggukan oleh Lenora.


"Salam yang mulia, saya Vlo." Sapa nya dengan menundukkan kepalanya,hal itu langsung di cegah Lenora.


"Apa yang kau lakukan? cepat bangun!" Kesal Lenora, dia tidak ingin semua orang salah paham dan salah mengenali nya, siapa yang tidak tahu permaisuri Vlo?


"Maafkan saya yang mulia, tapi yang mulia Oliver selalu membicarakan anda. Anda dan suami anda sangat berperan penting di kekaisaran kami ini..


" Ucapnya dengan tersenyum kecil.


"Hhhh... Bukan apa-apa, apa kau akan ikut dengan suamimu?" Tanya Lenora.


"Saya akan ikut menemani yang mulia..." Senyumnya.


"..... Oliver! kau sengaja membuat istri cantik mu ini terluka ya? di sana pasti akan sangat berbahaya.....!" Heran Lenora pada Oliver yang langsung menggaruk tengkuknya.


"Maaf yang mulia, ini saya sendiri yang berinisiatif untuk mengikuti nya." Senyum Vlo.


"Tunggu sebentar, kau.... Jangan sampai tertarik padanya Lenora. Ingat, kau sudah bersuami." Ucap Oliver dengan serius.


"Kau pikir dia pantas di samakan dengan suamiku?" Ucap Lenora dengan menyeringai, meskipun tidak terlihat namun Oliver tahu bagaimana ekspresi Lenora saat ini.


"Tentu saja tidak.."


Lenora tersenyum dan pergi dari sana, Oliver menatap kepergian Lenora dengan perasaan lega karena ternyata Lenora hidup dengan baik disini. Lenora benar-benar wanita kuat!


Kedekatan Lenora dengan Oliver membuat semua orang sangat penasaran dengan sosoknya, apakah Lenora orang Oliver? tapi mereka tidak perlu takut, Oliver tidak pernah mau memulai peperangan sebelum ada yang menantangnya terlebih dahulu dan semua orang tahu bahwa Oliver adalah kaisar yang memang patut di hormati karena memiliki sikap acuh tak acuh pada wilayah yang selalu mereka perebutkan.


Bagi Oliver, semua yang sudah di dapat Bing sudah lebih dari cukup. Dia tidak ingin ikut campur yang nantinya akan menyebabkan kerugian bagi rakyatnya, itulah yang selalu di ajarkan oleh Bing untuk tidak bersikap serakah.

__ADS_1


Langkah kaki Lenora berhenti di rombongan Yasha yang tengah menatapnya penasaran, mungkin Yasha sangat penasaran dengan hubungan Lenora dan Oliver.


"Tidak perlu banyak tanya, jika aku mendapatkan aster api dan aster salju kau harus mau menjadi sekutu ku untuk menggulingkan..... Kekaisaran Vandoria!" Bisik Lenora.


Yasha mundur seketika saat mencium aroma Lenora yang benar-benar memabukkan, ada apa ini sebenarnya? kenapa di setiap mereka berdekatan, Yasha selalu merasa resah dan jantung nya pun berdegup kencang.


"Hmm ya..." Angguk Yasha dengan memalingkan wajahnya, hal itu di lihat baik oleh anggota Lenora yang hanya menggelengkan kepalanya saja. Padahal Lenora sedang memakai cadar, namun kecantikannya masih saja menguar dengan jelas.


"ACARA PEMBURUAN DI MULAI!!!"


Mereka semua langsung bergegas dengan terburu-buru, tapi tidak untuk Lenora yang masih duduk manis di atas kudanya. Hal itu membuat semua orang heran, apakah Lenora mengurungkan niatnya untuk ikut perlombaan?


"Bukankah kau sendiri yang bilang, kau tidak masalah jika tidak menang dalam perlombaan bukan? asalkan mendapatkan kedua bunga itu saja sudah cukup." Ucap Lenora pada Yasha yang hanya mengangguk.


"Tunggu semua orang pergi baru kita berangkat." Ucap Lenora.


Semua orang terlihat berebut arah, hanya Lenora saja yang nampak santai dan tenang. Setelah itu barulah mereka pergi setelah di rasa sepi dan tidak ada kelompok lainnya, Lenora menunggangi kuda dengan begitu anggun. Rambut panjangnya ia ikat tinggi sehingga memperlihatkan belakang lehernya yang cantik, bahkan sesekali cadarnya juga berkibar namun tidak pernah terlepas dari wajahnya.


Sorot mata yang tenang namun tajam membuat pasukan Yasha merinding, mereka sangat penasaran dari mana Yasha mendapatkan wanita mengerikan seperti Lenora? meskipun terlihat anggun namun di lihat dari sorot matanya merah sudah tahu bahwa Lenora bukan wanita sembarangan.


"Pergi ke arah timur!" Ucap Lenora yang mulai membelokkan arahnya, mereka tidak banyak tanya dan terus mengikuti Lenora yang nampaknya sudah tahu arah.


Hingga akhirnya mereka berhenti di ujung tebing yang terlihat menjulang tinggi, semua orang menghela nafas lelah.


"Istirahat dulu."Ucap Lenora dengan turun dari kudanya dan berjalan mendekati ujung jurang yang terlihat begitu gelap.


"Nona, itu adalah jurang tanpa ujung." Ucap Yasha.


"Aku tahu." Angguk Lenora dengan mengambil tali tambang yang ada di tas Diego, tas tersebut terlihat kecil namun terdapat banyak barang di dalamnya dan terasa sangat ringan juga.

__ADS_1


"Jangan bilang jika kau mau membawa kami turun?"


__ADS_2