
Kini, di ruang makan. Semuanya nampak antusias karena menu makanan pagi ini sangat spesial, namun anehnya mereka tidak menemukan sosok Lenka maupun Bing di sana. Bukankah kebidanan sendiri yang merekomendasikan semua masakan itu? tapi kenapa sekarang tidak ada?
"Dimana mama dan papa? tidak biasanya mereka terlambat bangun." Heran Zaphier.
"Ahh itu, mungkin saja mereka sibuk sehingga tidur larut malam." Ucap Molly dengan tersenyum.
"Benarkah? aku rasa tidak, karena kemarin aku melihat nona dan yang mulia sibuk bermesraan di taman belakang, mungkin saat ini keduanya sedang memadu kas....Hmfffff" Diego segera membungkam mulut Jeje yang memang tidak bisa di kontrol.
"Diam! apa kau tidak melihat jika disini banyak anak anak?"Kesal Diego.
"Aku hanya mengatakan yang sejujurnya.." Cemberut Jeje.
"Aku mengerti."Ucap Zaphier tiba-tiba.
"Apa yang kau mengerti?" Tanya seseorang yang datang dengan aura tegas nya, mereka langsung terdiam saat melihat sosok Bing yang datang dengan pakaian lengkapnya.
"Papa? dimana mama?" Tanya Zaphier.
"Mama mu masih istirahat, aku hanya ingin bilang.... Bawakan makanan kami ke kamar dan jangan ganggu kami sampai makan siang." Ucap Bing sebelum akhirnya pergi, namun Bing kembali lagi dan mendekati Zaphier.
"Siang nanti, kita diskusikan masalah kemarin. Papa harap kau sudah mendapatkan petunjuknya..." Tegas Zaphier dengan mengelus rambut Zaphier yang langsung berdecak tak senang.
"Papa! aku sudah dewasa, jangan memperlakukan aku seperti anak kecil lagi." Kesalnya, jika Lenora yang melakukannya mungkin dia akan senang.
"Baiklah baiklah, kau memang sudah dewasa. Jadi, lakukan tugas yang papa berikan kemarin. Jika kau masih belum bisa menemukan titik terangnya, kau bisa meminta bantuan pamanmu." Ucap Bing dengan pergi bersama para pelayan yang sudah selesai menyiapkan semua nya untuk di bawa kedalam kamar.
"Hhh..." Zaphier menghela nafas kesal dan menatap Archon dan Simon yang tengah menatapnya juga.
"Buntu lagi?" Tanya Archon.
"Tidak paman, hanya saja ada sedikit keanehan yang masih belum pasti. Karena itulah, setelah selesai makan ini aku akan pergi dengan paman Simon." Balas Zaphier.
"Baiklah, jika ada sesuatu katakan saja pada paman." Ucap Archon.
"Baik paman." Angguk Zaphier.
__ADS_1
•••••
Lenora diam dengan ekspresi bodohnya, rambutnya benar-benar kusut dan juga.... Tubuhnya terasa sangat sakit.
"Terimakasih, kalian boleh keluar." Ucap Bing setelah para pelayan itu menyusun makanan di atas meja.
Bing menghampiri Lenora yang nampak menatapnya sengit, melihat itu Bing hanya terkekeh dan mulai mendekati Lenora sebelum akhirnya mengecup keningnya lembut.
"Selamat pagi sayang, maafkan aku karena terlalu bersemangat." Lembut nya dengan ekspresi yang bersinar, sangat berbeda dengan Lenora yang terlihat kusam dan kelelahan.
"Hmmm..." Angguk Lenora dengan membungkus tubuhnya menggunakan selimut dan mulai turun dari ranjang, meskipun sedikit kesusahan karena sakit namun Lenora tetap beranjak dari sana.
"Sepertinya Zaphier masih belum menemukan titik terangnya." Ucap Bing dengan memberikan lauk pauk pada piring Lenora.
"Aku tahu, itu semua pasti tidak semudah yang kita kira." Angguk Lenora dengan memakan makanan tersebut dengan lahap, entah kenapa dia sangat lapar sekarang.
"Tidak, awalnya aku ingin turun tangan sendiri tapi Zaphier melarang ku untuk melakukannya. Dia bilang, dia ingin belajar untuk membantu mu."
"Dia memang putraku yang bisa di andalkan." Senyum Lenora dengan bangga.
"Maksud mu, aku suami yang tidak bisa di andalkan?" Kesal Bing.
"Lenoraaaaaaaa....." Rengek Bing yang justru malah membuat Lenora tertawa terbahak-bahak, sikap Bing masih sama seperti dulu.
"Aku hanya bercanda, kau tahu? meskipun aku memiliki banyak kekayaan dan juga perhiasan di mana-mana tapi, hanya kalian berdua yang merupakan harta berharga ku." Jelas Lenora dengan menatap Bing.
"...." Bing bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Lenora sebelum akhirnya memeluk Lenora lembut.
"Kau tahu? dulu, hidupku sangat hambar dan kesepian. Tapi, berkat dirimu aku jadi tahu makna hidup yang sebenarnya. Terimakasih Lenora..." Lembut Bing dengan mencium puncak kepala Lenora.
"Terimakasih kembali." Senyum Lenora dengan memeluk Zaphier.
•••••
"Tuan, apakah tidak apa-apa jika kita berada disini?" Tanya Simon pada Zaphier yang sedang menyamar, begitupun dengan Simon.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kita tidak akan ketahuan karena aku sudah memiliki aura Dewi dan paman juga sudah memakai kain yang di berikan oleh ku bukan? itu adalah milik mama yang akan menutupi aura iblis paman." Jelas Zaphier.
"Tapi, berada disini membuat ku merinding tuan....." Rengek nya karena mereka berdua sudah berada di tengah-tengah pusat kota para dewa dan dewi, Simon benar-benar tidak menyangka akan melakukan hal seperti ini.
"Diam dan percayalah padaku paman, ayo kita pergi ke pusat informasi terlebih dahulu..." Ucap Zaphier dengan membawa Simon dengan cara menyeretnya pelan.
Mereka segera memasuki tempat makan yang menjadi sumber informasi mereka juga nantinya, tempat tersebut bukan hanya tempat makan. Tapi sebenarnya tempat itu merupakan sebuah rumah judi, di mana orang-orang disana sibuk menghabiskan uang mereka untuk mendapatkan hasil yang belum tentu mereka dapatkan.
"Tuan-tuan, jika kalian berdua ingin masuk kalian harus membayar 2 buah emas sebagai bayaran masuk." Ucap seorang laki-laki bertubuh gempal.
"Ahh ini..." Ucap Zaphier dengan memberikan dua buah emas pada penjaga itu yang langsung menerimanya.
"Baik, terimakasih pelanggan. Semoga harimu beruntung..." Senyumnya.
Mereka segera melanjutkan langkahnya, terlihat ramai dan juga bau alkohol yang menyengat. Bahkan, banyak para wanita yang berpakaian seksi tengah berada di antara kerumunan para laki-laki, Zaphier yang melihat itu hanya bisa menatap jijik, ternyata benar apa kata Lenora.... Dewa dan Dewi hanyalah sebuah julukan bukan berarti menunjukkan sikap asli mereka yang sebenarnya.
"Tamu terhormat, apakah ada sesuatu yang ingin anda taruhkan?" Tanya seorang laki-laki tampan dengan menatap Zaphier penuh ejekan karena mereka berdua memang sedang menyamar menjadi laki-laki biasa yang tidak menarik sedikit pun.
"Apakah disini ada tempat untuk mencari informasi? berapa pun biaya nya aku akan mendatanginya.." Tanya Zaphier dengan memperlihatkan sebuah cincin dimensi yang penuh dengan emas.
"Ahh begitu, baiklah mari saya antarkan kalian. Ayo..." Ajaknya dengan tersenyum kecil.
Zaphier mengikuti langkah kaki laki-laki itu, hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah pintu yang nampak sepi dan tenang.
Tok tok tok tok tok
"Tuan, ada seseorang yang datang."
"Suruh mereka masuk."
"Baik... Masuklah, disana kalian akan mendapatkan semua yang kalian inginkan." Senyumnya.
"Terimakasih tuan." Ucap Zaphier dengan memberikan beberapa buah emas yang membuat laki-laki itu tersenyum senang.
"Semoga harimu menyenangkan."
__ADS_1
Zaphier dan Simon segera masuk kedalam ruangan tersebut hingga akhirnya mereka di kejutkan dengan sosok hewan yang sangat aneh, kaki dan badan seperti singa dan kepala dan tangannya manusia.
"Selamat pagi tuan." Sapa Zaphier dengan tenang, begitu pun dengan Simon yang langsung merubah ekspresi nya menjadi tenang dan santai.