Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Sebuah konspirasi


__ADS_3

Lenora tidak menghiraukan hal itu, dia menghampiri Zitao dan menyuruhnya untuk masuk kedalam giok tersebut dan menyamarkan giok tersebut dengan energi dewi nya sehingga mereka tidak akan tahu, kecuali kekuatan mereka melebihi dirinya, bukankah itu sangat mustahil?


"Ayo masuk." Ajak Lenora dengan masuk lebih awal kedalam cahaya tersebut.


Mereka segera menyusul Lenora dan di kejutkan dengan tempat yang begitu luas, Padang pasir itu terasa panas dan menyengat. Lenora memakai topeng yang di berikan Oliver sebelumnya agar dirinya tidak terlalu mencolok, Lenora juga menutup wajahnya seperti memakai jilbab dan cadar hingga yang terlihat hanya kedua matanya saja. Begitu pun dengan teman lainnya...


"Yang mulia, kita tidak bisa terus berjalan di Padang pasir yang tandus ini. Padang pasir ini terkenal dengan tanah kematian karena tidak ada yang berani melewati tempat ini...." Jelas Yudha.


"Aku tahu, tapi bagaimana orang-orang yang ada di hutan tadi bisa masuk kemari? sepertinya ada sebuah konspirasi yang besar disini, aku sangat penasaran...." Senang Lenora karena jiwa agen nya kembali terbuka, dia paling senang menelusuri hal-hal yang begitu di rahasiakan.


Lenora melirik Diego yang sudah kembali ke tubuh aslinya, Lenora tidak membawa topeng untuk Diego karena lupa. Apakah wajah Diego tidak akan mempengaruhi perjalanan mereka? bagaimana pun, Diego tidak bisa di katakan jelek.


"Lenora, aku tahu jika aku tampan. Tapi aku tidak bisa melawan yang mulia Bing..." Ucap Diego dengan tersenyum tidak jelas, namun bukannya mendapat pujian, Diego malah mendapatkan geplakan dari Lenora.


"Memangnya siapa yang tertarik pada wajah abstrak mu itu? bahkan, ketampanan mu tidak bisa di bandingkan dengan ujung kuku nya sekalipun." Kesal Lenora.


"Aku tahu, karena itulah aku sadar diri." Cemberut Diego dengan mengelus kepalanya yang terasa sakit akibat geplakan yang di berikan Lenora padanya.


"......" Semua prajurit hanya diam dengan terus bertanya-tanya, siapa lagi orang itu? sepertinya itu adalah suami yang di katakan Lenora sebelumnya.


Mereka kembali melanjutkan perjalanannya lagi hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah gua yang ada di tengah-tengah gurun tersebut, mereka sangat kehausan tapi tidak dengan Lenora dan Diego yang nampak biasa saja.


"...... Makanlah." Ucap Lenora dengan memberikan mereka satu buah apel yang terlihat begitu menggoda.


"Yang mulia, ini...." Kaget mereka, tangan mereka bergetar saat menerima buah apel tersebut. Mereka baru pertama kali melihat sebuah apel dengan corak pelangi di kulitnya dan mereka tahu buah apel apa itu.

__ADS_1


"Makan saja, aku sengaja memungutnya di dalam dimensi ku. Tidak perlu merasa tersanjung, anggap saja aku membuang sampah pada tempatnya." Santai Lenora yang membuat mereka ingin menangis darah rasanya.


Bagaimana bisa Lenora menyamakan buah apel yang berbuah selama seribu tahun sekali itu sebagai sampah? meskipun begitu, mereka sangat rela menjadi tong sampahnya.


"Lenora, kemari sebentar dan lihat ini...." Ucap Diego dengan jongkok di dekat batu besar yang ada di dalam gua itu.


Lenora segera menghampirinya dan mengeryit heran, ada bekas api yang sepertinya baru di nyalakan semalam. Apakah ada penghuni lainnya disini?


"Ini terasa masih baru, aku bisa mencium aroma api yang ada pada hewan spiritual tingkat langka. Meskipun tidak begitu kuat, namun di dunia ini spirit dalam tingkat langka sangat di hormati, menurut mu jenis spirit apa ini?" Tanya Lenora pada Diego.


"Ini seperti burung Hong api." Ucap Diego dengan yakin, dia bisa mencium jejaknya di sana.


"Burung Hong? itu hanya dimiliki oleh kaisar Vendoria." Ucap Yudha dengan yakin.


"Kaisar Vendora? Maksud mu, kaisar wanita itu? sangat menarik...." Senyum Lenora dengan begitu mengerikan.


"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi? sepertinya ada konspirasi besar di kekaisaran Yoda Major ini, hahaha.... Benar-benar menyenangkan." Tawa Lenora yang membuat semua orang terdiam, apanya yang menyenangkan? bukankah itu berarti mereka akan terlibat dalam peperangan nanti?


"Pejamkan mata kalian dan jangan membukanya tanpa perintah dariku." Tegas Lenora.


"Baik yang mulia." Patuh mereka dengan takut.


Mereka segera memejamkan matanya dan merasakan hembusan angin yang terasa semakin panas, mereka bisa merasakan aura yang begitu kuat dan menakutkan. Bahkan, mereka juga langsung terduduk lemas di sana dengan mata yang semakin terpejam kuat.


"Ramon, bagaimana menurutmu?" Tanya Lenora pada Ramon yang ada di sana dalam ukuran kecilnya, kecil dalam artian 5 kali lipat dari tubuh Lenora saat ini.

__ADS_1


"Ibu, aku sudah menyelediki nya tadi. Aroma ini memang benar dari burung Hong, ibu tenang saja dia tidak akan berani melukaimu meskipun dia di suruh oleh pemiliknya untuk mencelakai mu Bu." Ucap Ramon dengan manja.


"Aku tidak takut, aku hanya penasaran. Di 5 kekaisaran ini siapa yang memiliki spirit paling hebat?" Tanya Lenora, dia tidak mau bertindak gegabah hanya karena dia merasa paling kuat, meskipun itu memang benar bahwa Lenora kuat namun dia tidak bisa memperlihatkan identitas nya secara langsung dan takut orang-orang juga mengetahui identitas nya tanpa di sengaja.


"Kaisar Yoda Major, dia menyembunyikan spirit utamanya dan hanya memperlihatkan spirit keduanya." Balas Ramon.


"Spirit utama dan kedua? bukankah itu mustahil? mereka seharusnya hanya memiliki satu spiritual saja." Kaget Lenora, dia tahu mengenai hal ini karena dia juga dulu seperti ini dan justru malah menjadi seorang Dewi bukan? apakah Yasha juga sama?


"Tidak ibu, dia tidak sama seperti ini. Dia memiliki dua hewan spirit karena tidak di sengaja, dia sudah menolong spirit itu hingga selalu mengabdi padanya tanpa terikat kontrak." Jelas Ramon yang membuat Lenora menghela nafas lega, dia takut jika Yasha akan mengetahui identitasnya. Bukankah itu akan sangat lebih berbahaya lagi?


"Aku mengerti, lalu hewan apa yang di miliki nya itu?" Tanya Lenora penasaran.


"Maksud ibu spirit nya? dia memiliki seekor Sphinx yang sangat kuat." Balas Ramon.


"Sphinx? maksud mu singa yang memiliki sayap itu?" Kaget Lenora, dia pernah mendengar kata itu di dalam buku yang ia baca dulu.


"Benar Lenora, Sphinx sangat kuat bahkan dia hampir mencapai tahap dewa. Karena itulah dia tidak terikat kontrak, tubuh pemiliknya tidak akan kuat." Jelas Diego.


"Apakah dia sama kuatnya seperti mu?" Tanya Lenora pada Diego.


"Lenora, meskipun dulu aku tidak seperti ini namun sekarang aku sudah mencapai tahap roh, meskipun masih satu tingkat di bawahnya. Kecuali Archon, dia sudah berada di tahap yang sama sepertinya." Ucap Diego.


"Baguslah kalau begitu, kau turunkan dua level lagi kekuatan mu. Aku ingin melihat, bagaimana mereka bertindak." Senyum Lenora dengan terlihat mengerikan.


"Baik." Angguk Diego yang langsung menurunkan dua tingkat kekuatannya.

__ADS_1


"Tapi ibu, kau juga harus menurunkan kembali tingkat kekuatan ibu. Bagaimana pun, Sphinx itu bukan mahluk yang bodoh, dia bisa mengetahui kekuatan ibu." Polos Ramon yang membuat Lenora meringis, kenapa dia juga harus terbawa? sangat merepotkan!


Tau aja aku lagi libur kuliah 😭😭🤣 udh upp yaaaaa kakak May Yadi😅 makasih juga selalu komen di setiap upp🤗


__ADS_2