
Aeera berjalan mendekati Lenora dan tertawa renyah, dia menatap Lenora penuh kepuasan. Namun, tingkah nya itu justru membuat semua orang menatapnya heran.
"Kenapa kau masih saja angkuh? bahkan di saat yang mulia sudah meninggalkan mu, apa kau tidak punya rasa malu?!" Sinis Aeera dengan begitu lantang agar dapat di dengar oleh semua tamu.
"Jangan mengatakan sesuatu yang buruk tentang Lenora ku! yang seharusnya malu itu kau!!" Marah Steward dengan menarik paksa tangan Aeera hingga mundur dan terjatuh dengan begitu memalukan.
Melihat reaksi Steward yang begitu membela nya Lenora merasa puas, namun hal itu segera ia urungkan saat merasakan tangan kekar Bing menariknya dan mengajaknya untuk duduk di kursi yang sudah tersedia di sana.
"Nona.." Ucap Molly dengan memberikan popcorn pada Lenora yang langsung menatap Molly dengan penuh kegembiraan.
"Kau memang yang terbaik Molly!" Senangnya dan segera memakan popcorn tersebut yang terasa sangat enak di makan pada waktu sekarang.
Melihat anaknya di permalukan, bangsawan Lou segera membantu Aeera yang terlihat memerah karena malu dan marah.
"Apa yang kau lakukan? kenapa kalian berdua menjadi seperti ini? sebenarnya apa yang sudah terjadi!!" Marah bangsawan Lou.
"Tuan Lou! Putri anda sangat tidak menghormati Steward. Bukankah anda bilang bahwa dia sangat berpendidikan dan memiliki sikap sopan santun? lantas kenapa sekarang berbeda?" Tanya raja Blister dengan tak senang.
"Apakah yang mulia tidak melihat juga jika putra anda pangeran Steward memperlakukan putri saya seperti ini?" Balik tanya bangsawan Lou dengan ekspresi penuh kemarahan.
"Ayah tenanglah, yang mulia sudah berjanji akan membawa ku ke istana." Ucap Aeera dengan menahan bangsawan Lou yang begitu marah dan menggebu-gebu.
"Aeera! jangan bercanda! semua orang tahu bahwa yang mulia begitu menyayangi nona Lenora, ada apa dengan mu sebenarnya? kenapa kau mempermalukan diri sendiri hah?!" Marah bangsawan Lou dengan membentak Aeera.
"Ayah aku tidak bercanda!!aku dan yang mulia memang memiliki hubungan yang di rahasiakan!" Keukeuh nya.
"Kalian dengar?! dia bahkan sudah memberikan tubuhnya pada laki-laki lain padahal dia sendiri sudah memiliki suami!" Sinis pangeran Steward.
"...." Semua yang mendengar itu membenarkan ucapan Steward, bukankah sikap Aeera begitu buruk?
"Hahaha! kau pikir aku tidak tahu? kau sendiri pun sudah melakukan nya dengan nona Lenora! lihatlah semua tanda yang ada di tubuh mu, terlihat sangat menjijikkan!!" Balas marah Aeera dengan sengaja menarik kerah baju Steward hingga memperlihatkan bekas kemerahan di sana yang terlihat sangat banyak.
__ADS_1
"Aku dan Lenora saling menyukai! memang nya apa masalah mu hah!!" Sinis Steward dengan menghempaskan tangan Aeera yang lagi-lagi di buat terjatuh.
"DIAM!"
Suara bariton milik Bing begitu menggelegar di sana, sorot mata Bing langsung menyalang. Dia tidak suka mendengar nama Lenora di sebut oleh mereka, dia juga membenci saat wanita lain menggunakan nama nya.
"Yang mulia, aku tahu kau menyayangiku. Balas kan dendam ku untuk nya, aku ingin kerajaan mereka hancur!!!" Ucap Aeera dengan menatap Bing penuh perasaan.
"Lenora, kembali lah. Aku akan menerima mu dengan tangan terbuka...." Lembut Steward dengan tersenyum lebar pada Lenora.
"Sebenarnya, apa yang terjadi pada kalian? aku dan Bing sungguh tidak mengerti...." Tanya Lenora dengan tampang yang membingungkan.
"Jangan berlagak sok polos kau! jika sudah di buang maka segeralah sadar diri!" Sinis Aeera.
"Sadar diri? bukankah yang seharusnya sadar diri itu anda nona? aku dengar, sejak tadi kau terus menerus mengatakan bahwa kau memiliki hubungan dengan Bing. Kapan kau memiliki hubungan dengannya?" Tanya Lenora dengan berdiri di depan Aeera.
"Kami bertemu siang tadi hingga sore menjelang malam, kenapa? apa kau lupa? bukankah saat itu juga kau sedang bersama laki-laki menjijikkan ini!" Tanya Aeera dengan menunjuk Steward yang hendak membantah ini namun segera di hentikan oleh Lenora.
"Itu memang benar, meskipun nona tidak pulang bersama yang mulia namun nona segera menyusulnya setelah beberapa saat." Balas sang Kasim dengan tegas.
"APA? Bagaimana mungkin! kalian jangan membohongi ku!" Marah Aeera dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
"Lalu kau, sejak kapan kita berbincang? apakah kita dekat?" Tanya Lenora pada Steward.
"Lenora, aku tidak suka bercanda! bukankah kau yang memohon untuk bisa bersama ku? aku sudah mengabulkan permintaan mu untuk menceraikan nya..." Balas Steward dengan sungguh-sungguh.
"Sebaiknya anda jangan mencemarkan nama baik yang mulia dan juga nona Lenora! apa kalian tidak tahu hukuman apa yang pantas karena sudah berani menjelekkan anggota kerajaan?" Datar Simon.
"Tidak!! Tidak!!! yang mulia, jangan seperti ini.... Saya sudah memberikan mahkota saya untuk anda, saya.." Tangis Aeera dengan begitu prustasi, namun ucapan nya langsung segera dihentikan oleh Steward.
"Hahah mahkota? bukankah kau sudah sering melakukannya dengan ku?!" Ejek Steward yang membuat Aeera diam seketika.
__ADS_1
"Apa maksudmu!"
"Aku tidak peduli lagi pada Aeera! yang aku pedulikan sekarang hanyalah Lenora, Lenora ayo kembali bersama ku.... Aku akan membuat hidup mu jauh lebih baik." Tegas Steward.
"Tuan Steward, apakah urat malu anda sudah putus? saya sendiri bahkan tidak mengenal mu, dan lagi..... Apa hak mu berbicara seperti itu padaku? kau pikir kau siapa?" Tanya Lenora dengan datar.
"Lenora kau....!" Benci Steward.
"Pangeran, apakah anda lupa bahwa saya sudah menjadi milik anda." Ucap seseorang yang datang dengan kondisi tubuh yang begitu menjijikkan karena banyak sekali tanda di tubuhnya.
"Kau!!" Kaget Steward, dia ingat bahwa dia sudah memberikan tanda di pergelangan tangan Lenora sebelumnya dan tanda itu sangat pas dengan wanita tersebut.
"Nona, kenapa anda meninggalkan saya? saya tidak tahu jalan disini...." Ucap seorang laki-laki juga yang terlihat kurus kering itu.
"Kalian?!!" Kaget Aeera.
"Tidak! ini tidak mungkin!!! bagaimana bisa aku seperti ini! aku tahu kau yang sudah menyihir ku Lenora! kau sengaja melakukannya bukan?" Marah Aeera dengan menatap Lenora tajam.
"Aku rasa, wanita itu mirip seseorang..." Ucap Lenora dengan menunjuk wanita yang mendekati Steward itu.
"ELLE??!!" Pekik Aeera, bangsawan Lou dan nyonya Lou juga dengan ekspresi yang ketakutan.
"TIDAK!! Kau tidak mungkin Elle!! Aeera dan Steward sudah membunuh mu dan membuang nya ke dalam hutan!!!" Ucap bangsawan Lou dengan begitu lantang hingga lagi-lagi mengejutkan semua orang.
"Ayah! apa yang ayah katakan!!!" Marah Aeera.
"Bukankah itu benar, kau ingin merebut tunangan adik mu sendiri sehingga kau berencana untuk menyingkirkan nya dengan pangeran Steward yang sudah lama menjalin hubungan dengan mu!!" Ucap bangsawan Lou tanpa sadar, dia sendiri tidak tahu kenapa mulut nya berbicara sendiri.
"Meskipun begitu kami juga ikut senang karena akhirnya anak tidak berguna itu mati!!" Sambung nyonya Lou.
Diam, semuanya diam. Rahasia keluarga Lou yang selama ini di sembunyikan terbongkar sudah, bahkan tidak ada yang mempercayai hal tersebut. Mereka begitu mudah tertipu oleh sikap palsu mereka selama ini, justru sebenarnya mereka tidak lebih dari seorang sampah yang menjijikan!
__ADS_1