Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Kebahagiaan sesaat


__ADS_3

Pagi ini, Lenora membawa Zaphier untuk berjemur. Semua orang yang melihat sosok Lenora hanya bisa berandai-andai jika saja mereka menjadi dirinya, memiliki wajah yang cantik, suami yang tampan, kedudukan yang tinggi dan sekarang? sudah memiliki anak.


"Nona Lenora.." Sapa Envios dengan menundukkan kepalanya, terlihat rombongan Envios yang sudah berkumpul disana.


"Ya?" Balas Lenora dengan tersenyum kecil.


"Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada nona, kami tidak tahu bagaimana cara kami membalasnya karena nona sudah memiliki semuanya. Hari ini, kami akan kembali ke kerajaan Balveron." Jelasnya dengan serius.


"Ahh begitu, tidak apa-apa." Angguk Lenora.


"Lenora, biar aku yang menggendongnya." Ucap Diego dengan cepat, dia segera mengambil alih Zaphier dalam gendongan Lenora.


"Aku akan memanggil Bing untuk membuka portal langsung, tunggu sebentar..." Ucap Lenora dengan berjalan pergi dengan langkah yang anggun.


Mereka menatap kepergian Lenora dan melihat sosok Zaphier yang sedang bermain dengan Diego, melihat itu merasa tersenyum karena Diego ternyata sangat akrab dengan anak Lenora. Mungkin karena keterikatannya dengan Lenora sehingga membuat Zaphier bisa merasakannya.


Untuk Lenora sendiri, dia datang ke ruangan kerja Bing. Di sana dia melihat sosok laki-laki tampan yang sedang sibuk dengan tumpukan kertas di hadapannya, sosok tersebut terlihat tegas dan berwibawa, Lenora tidak menyangka bahwa sosok yang di puja-puji para wanita itu kini sudah menjadi seorang ayah, ayah dari anaknya.


"Bing...." Panggil Lenora dan segar menghampirinya, Lenora memeluk leher Bing dari belakang hingga membuat Bing tersenyum dan mengecup pipi Lenora yang berada di sampingnya.


"Ada apa sayang?" Balik tanya Bing dengan memangku tubuh Lenora yang kini sudah duduk di atas pangkuannya.


"Mereka mau pulang, bukalah portal menuju istana Balveron.". Jelas Lenora dengan tersenyum.


"Baiklah..." Angguk Bing dengan mengecup kening Lenora, mereka segera pergi dari sana menuju halaman depan.


Keduanya berjalan seperti sepasang kekasih saja, bahkan tidak akan ada yang percaya bahwa keduanya kini sudah menjadi orang tua.


"Kalian akan pulang?" Tanya Bing dengan tegas.

__ADS_1


"Benar yang mulia, maaf telah merepotkan anda." Ucap Envios dengan menundukkan tubuhnya.


"Tidak masalah, selagi istriku yang memintanya aku akan melakukannya." Balas Bing yang langsung membuka portal tersebut, semuanya menatap kagum kekuatan Bing yang tidak main-main, untuk mereka yang akan melakukan hal tersebut pasti membutuhkan waktu yang lama, tapi tidak dengan Bing.


"Nona, kami pamit. Terimakasih atas bantuannya selama ini......" Ucap mereka dengan menunduk di hadapan Lenora.


"Tidak apa-apa, lain kali aku akan berkunjung ke kerajaan kalian." Ucap Lenora dengan tersenyum.


"Suatu anugrah bagi kerajaan Balveron nona..." Senyum Envios.


Mereka segera masuk kedalam portal tersebut, semuanya tersenyum sebelum akhirnya menghilang dibalik cahaya itu. Lenora tersenyum dan menatap Bing yang tengah bermain dengan Zaphier, Lenora menghampiri mereka namun tiba-tiba saja.....


"Ukhukk!!" Ada seseorang yang menyerang Lenora dari atas, Lenora jatuh terduduk dengan darah yang merembes dari mulutnya.


"Lenora!" Pekik Bing yang langsung menghampiri Lenora, Lenora meringis kesakitan karena dadanya terasa sesak.


"SAMPAH!"


"Jangan...." Ucap Lenora dengan pelan, Lenora bukannya meremehkan kekuatan Bing tapi dia tidak ingin Bing kembali terluka. Meskipun Lenora baru beberapa pekan menjadi seorang Dewi tapi dia sudah tahu, bahwa bangsa iblis akan selalu kalah di tangan para Dewa, mereka memiliki kekuatan tersembunyi yang di khususkan untuk membuat para iblis agar mati.


"Cih! Seret sampah itu dan bawa dia ke pengadilan!" Lagi dan lagi sosok laki-laki itu menghina Lenora yang nampak pasrah, kekuatannya benar-benar menyusut karena terbagi oleh Zaphier, begitu pun dengan Bing.


"Lenora!!" Pekik Bing yang marah karena dia tidak bisa melakukan apapun.


"T-tunggu sebentar...." Ucap Lenora dengan tatapan yang penuh permohonan, bagaimana pun dia tahu siapa sosok laki-laki itu. Dia adalah Kasim dari pengadilan tinggi, auranya begitu tinggi. Lalu bagaimana dengan sosok pemimpin mereka?


"A-aku ingin berbicara dengan anakku dulu...." Ucap Lenora dengan tersenyum.


"..... Lepaskan dia."

__ADS_1


Lenora tersenyum, dia tertatih untuk menghampiri Zaphier yang masih berada dalam gendongan Diego. Diego menatap Lenora penuh kesedihan, namun Lenora hanya tersenyum.


Cup


"Sayang, mama pergi dulu ya. Tolong jaga papa dan paman beserta bibi mu ini, mama akan segera kembali....." Ucap Lenora dengan mengecupi seluruh wajah Zaphier yang nampak diam dengan ekspresi dinginnya, Lenora tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dalam mulutnya tanpa sepengetahuan mereka.


Itu adalah inti kehidupannya, dengan begitu Lenora bisa tenang meninggalkan Zaphier disana. Lenora melakukan itu agar Zaphier selalu merasakan kehadirannya, meskipun sebenarnya Lenora tahu bahwa dia tidak akan kembali dalam waktu yang lama.


"Lenora...." Panggil Bing dengan memeluk Lenora.


"Bing, dengarkan aku. Aku, aku sangat menyayangimu, aku juga begitu mencintai mu. Tolong jaga anak kita, buat dia mendapatkan kasih sayang yang lebih darimu. Aku akan segera kembali..... " Ucap Lenora dengan mengecup kening Bing.


"Aku juga sangat mencintai mu Lenora, tunggu aku....." Ucap Bing dengan mata yang berkaca-kaca, dia baru saja berpisah dengan Lenora dan sekarang? bahkan Bing baru merasakan satu hari bagaimana bahagia nya dia memiliki keluarga kecil yang bahagia.


Sepertinya takdir memang selalu ingin bermain-main dengannya, sehingga dia selalu di buat seperti ini dengan Lenora. (Maaf Bing wkk)


"Molly, Archon, Diego.... Jaga anakku dan juga suamiku. Aku percaya pada kalian...." Senyum Lenora sebelum akhirnya dibawa pergi oleh para prajurit itu secara paksa.


"Lenora!!" Pekik Bing dengan mengepalkan tangannya, dia menatap tajam kepulan asap awan yang sudah menghilang itu, dia benar-benar tidak bisa di andalkan!


Diego berjalan mendekati Bing dan memberikan Zaphier padanya, Bing memeluk erat bayi merah tersebut yang hanya diam tanpa ekspresi, hal itu membuat Bing merasa heran dan khawatir, apakah anaknya sakit?


"Sayang, ada apa?" Tanya Bing dengan cemas, sorot mata Zaphier benar-benar mengerikan bahkan di usianya yang masih kecil.


"Yang mulia, Lenora baru saja memberikan inti kehidupannya pada Zaphier sehingga membuat sosoknya seperti ini. Mungkin, Zaphier sudah mengerti bahwa Lenora..... Lenora akan pergi dalam waktu yang lama." Jelas Dilego.


"APA?" Pekik mereka semua termasuk Archon dan Molly, dia benar-benar tidak berguna!


Bing menatap Zaphier yang tengah menatapnya, Bing tersenyum dan mengelus kepala anak nya itu dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Papa yakin, kau akan menghancurkan mereka untuk membalaskan semua ini. Maka dari itu, tumbuhlah kuat agar kau bisa melindungi mama." Ucap Bing dengan tersenyum haru.


__ADS_2