
"Apakah dia wanita yang sedang di perbincangkan orang-orang?"
"Benar yang mulia, dialah orangnya."
"...."
"Yang mulia, bagaimana menurut anda? apakah dia bisa menolong anda?"
"Kita lihat saja nanti."
••••
Diego tidak bisa melakukan apapun saat Lenora membawa kedua bocah itu ke penginapan dan masuk kedalam kamar Lenora, padahal didalam Lenora sibuk memberikan mereka pelatihan khusus agar semakin kuat untuk membela dirinya sendiri.
"Kak, maaf karena kami selalu merepotkan mu." Ucap mereka dengan sedikit sedih.
"Tidak apa-apa, jika ingin membalas Budi padaku jadilah kuat! aku sangat suka laki-laki yang kuat." Senyum Lenora dengan memberikan buku tersebut pada mereka untuk di pelajari.
"Kami akan melakukannya kak..."
"Kalian fokus saja pada pelatihan kalian, aku akan tidur." Ucap Lenora dengan berbaring di ranjangnya, sedangkan mereka? duduk di lantai dengan posisi lotus untuk mulai mempelajari buku yang di berikan Lenora padanya.
Lenora tidak tidur,dia pergi ke ruang dimensinya. Di sana Lenora segera berjalan ke danau dan segera merendam tubuhnya tanpa membuka pakaiannya, Lenora tertidur disana dengan keringat yang membasahi wajahnya yang tergolek di atas batu.
Bing yang melihat itu ingin sekali memeluk Lenora, dia tahu bahwa saat ini Lenora sedang tidak baik-baik saja karena wajah Lenora terlihat pucat. Bing ingin sekali mendatangi para dewa itu untuk membalaskan dendam nya, namun dia tidak bisa melakukannya karena Lenora sudah melarangnya.
Karena itulah, Bing selalu menghabiskan waktunya di ruangan dimensi untuk menunggu kedatangan Lenora.
Seperti kali ini, dia melihat sang istri yang tertidur dengan kondisi yang buruk.
__ADS_1
"Ramon, katakan pada Diego untuk menemani Lenora disini. Aku takut terjadi sesuatu padanya..." Ucap Bing dengan mengepalkan tangannya.
"Baik yang mulia..."
Diego yang sedang berbincang dengan Yudha di kejutkan sejumlah kemunculan seekor naga kecil yang muncul disana secara tiba-tiba, Ramon tidak peduli pada sosok Yudha yang terlihat begitu shock itu.
"Ada apa?" Tanya Diego dengan santai.
"Ibu sedang sakit, dia ada di kolam yang ada didalam dimensinya." Ucap Ramon yang membuat Diego terkejut dan segera berlari ke arah kamar Lenora, disana dia melihat si kembar Riza dan Rize sedang berlatih, tapi bukan itu yang menjadi sosok utama nya, Diego berjalan ke arah Lenora dan memegang keningnya yang terasa hangat dan wajah Lenora pun sangat pucat.
"Lenora.... Jangan membuatku takut Lenora..." Ucap Diego dengan cemas, dia menggenggam tangan Lenora dengan begitu khawatir.
"Masuk saja kedalam dimensi ibu, kau sudah mendapatkan akses untuk masuk." Ucap Ramon yang di angguki oleh Diego.
"Yudha, tolong jaga tubuh kami. Aku akan menemani Lenora dulu..." Ucap Diego yang mulai duduk di lantai dengan tangan yang memegang Lenora, sebelum akhirnya Diego terlelap.
Yudha yang melihat itu hanya diam dan segera menjaga tempat tersebut bersama anggotanya, mereka tidak ingin terjadi sesuatu pada Lenora dan juga Diego.
•••••
Dengan sedikit sakit di pinggang nya, Diego segera bangun dari tidurnya dan melihat sekeliling yang nampak ramai, mereka berdua terlonjak kaget saat melihat Yudha dan para anggotanya terlihat memerah karena habis menangis.
"Apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Lenora dengan bangkit dari tidurnya.
"Nona? syukurlah.... Kami sangat takut, kalian sudah hampir dia minggu tidak bangun juga. Kami takut kalian.... Kalian..." Yudha tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi.
"Hhh... Aku hanya ingin istirahat total, aku sudah menghabiskan banyak energi saat berada di kekaisaran Vandoria kemarin." Ucap Lenora dengan meregangkan otot tubuhnya, hingga tanpa sadar Lenora bertatapan dengan Riza dan Rize yang tengah menatapnya juga.
"Bagus! kalian berkembang sangat pesat! haha... Lihatlah, aku memiliki bibit unggul Diego." Senang Lenora.
__ADS_1
"Aku tahu." Balas Diego dengan sedikit enggan, dia tidak suka perhatian Lenora terbagi-bagi. Sudah cukup dengan keberadaan Bing dan Zaphier, sekarang nambah lagi?
"Oh ya nona, yang mulia kaisar... Dia mengundang anda untuk pergi ke istana. Dia menyampaikannya satu minggu yang lalu..." Jelas Yudha dengan memberikan sebuah kartu undangan pada mereka.
"Kaisar? kau yakin?" Tanya Lenora dengan membaca surat tersebut, memang benar karena disana ada Sempel kekaisaran Yoda Major.
"Kita pergi sekarang, bersiaplah...." Ucap Lenora dengan tersenyum lebar, ternyata dia tidak harus bergerak untuk bisa masuk kesana.
•••••
Disini, Lenora berdiri di hadapan kaisar Yasha yang terlihat tampan memang, namun bagi Lenora suaminya lah yang paling tampan. Jadi, Lenora tidak tertarik sedikit pun, biasanya para wanita akan langsung merelakan dirinya di hadapan Yasha tapi tidak untuk Lenora yang terlihat tenang dan santai.
"Kau, siapa nama mu?" Tanyanya dengan suara yang berat, itu memang terdengar seksi seperti suara Bing saat bangun tidur. Entah kenapa, Lenora merindukan sosok suaminya di saat seperti ini, benar-benar menyebalkan!
"Berbohong pun tidak ada gunanya...." Ucap Lenora yang mulai menjelaskan semuanya dari awal, bahkan menceritakan bahwa dirinya menyamar menjadi Giselle sekarang. Tapi, Lenora tidak mengatakan bahwa dirinya sudah menikah dengan Envios, Lenora hanya mengatakan bahwa dirinya di utus dari kekaisaran Luminos.
"Bagaimana aku bisa percaya pada ucapan mu itu?" Tanya Yasha dengan bangkit dari duduknya dan tanpa sadar berjalan ke arah Lenora hingga berdiri di depannya.
"Terserah, aku tidak meminta mu untuk percaya padaku dan.... Mundur sedikit, aku tidak suka berbagi oksigen dengan orang lain." Ucap Lenora dengan mendorong dada Yasha menggunakan jari telunjuknya.
Yasha terdiam saat merasakan tangan Lenora yang menyentuh dirinya meskipun tidak langsung, namun entah kenapa Yasha sangat menyukai aroma tubuh Lenora yang terasa memabukkan, bahkan dia tidak sadar bahwa dirinya sudah menegang di bawah sana. Apakah Lenora memakai obat perangsang? tapi, jika begitu pasti semua laki-laki yang ada di sana juga akan merasakan nya bukan?
"Aku memang sudah menyelediki kasus tentang hilangnya para laki-laki yang ada di desa, entah kemana mereka pergi yang jelas semua jejaknya menghilang." Ucap Yasha yang kembali duduk di tempatnya dan menatap Lenora yang sedang duduk santai di salah satu kursi.
"Bodoh!" Ucap Lenora dengan terkekeh.
"Apa maksudmu?" Heran Yasha dengan tak senang.
"Kau bodoh. Kau dengar? aku mengatakan jika kau sangat bodoh, Yasha! kenapa kau selalu menyelidiki nya tanpa mencari solusi? kau selalu jalan di tempat sehingga membuat orang-orang mu mulai menghilang." Ucap Lenora yang membuat Yasha terdiam, entah kenapa dia tidak berani membantah perkataan Lenora yang terasa berat, seperti ada sesuatu yang menekannya untuk tidak membantah.
__ADS_1
"Akan ada perlombaan setiap 5 tahun sekali yang akan di adakan di wilayah kekaisaran ku, bisakah kau membantuku mendapatkan bunga aster api dan aster salju? jika iya.... Aku, aku bisa membayar mu dengan sangat mahal termasuk.... Memberikan tubuhku untuk mu, nona."