Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran

Kehidupan baru sang Dewi Kehancuran
Dimensi lain


__ADS_3

Lenora terus mendekati anak laki-laki itu yang terlihat tengah tersenyum lebar, Lenora memegang pipinya yang sedikit kasar dan...


"MATI KAU JELEK! ANAKKU SANGAT TAMPAN, DIA TIDAK KUCEL SEPERTI MU. Hahahaa kau pikir aku akan tertipu!!" Lenora menarik paksa kepala anak tersebut hingga terputus dari kepalanya, Diego dan yang lainnya terkejut melihat kebrutalan Lenora yang tidak takut pada darah.


Cairan itu tidak berwarna merah, jutsru malah berwarna hitam pekat. Lenora tersenyum puas karena mahluk menjijikkan itu sudah hancur, namun senyumnya itu langsung hilang saat pecahan-pecahan tubuhnya kembali menyatu dan menjadi sosok mahluk yang menyeramkan, dia bukan iblis! tapi mahluk yang tercipta dari kekuatan iblis yang di penuhi dengan kejahatan.


"Hahaha, menarik. Kau terlihat jauh lebih menarik dari yang aku duga selama ini, Lenora!" Senyum mahluk tersebut dengan menatap Lenora.


"Cih! jangan berbasa-basi, mulutmu bau. Cepat katakan, apa yang sudah kau lakukan dengan mengacau disini hah?" Marah Lenora.


"Aku? aku muncul disini karena tercipta dari energi yang penuh dengan kejahatan! kejahatan yang muncul dari orang-orang suci, hingga membuat kekuatan besar seperti para iblis. Bagaimana menurutmu?" Tanyanya dengan menatap Lenora.


"Terserah, aku tidak peduli dengan kisah hidup mu. Yang aku tanya, kenapa kau mengacau disini hah?" Tanya Lenora.


"Tentu saja untuk melenyapkan mu!" Balasnya dengan cepat.


"Kau yakin?"


"Tentu saja."


"Kau serius?"


"Ya!"


"Kau benar ingin melakukannya?"


"Ada apa denganmu? apa kau takut?" Kesal mahluk tersebut yang justru malah membuat Lenora terkekeh.


"Aku punya sesuatu yang di berikan oleh suamiku sebelumnya, tadaaaaa.... Kau tahu apa ini?" Tanya Lenora dengan memperlihatkan sebuah giok berwarna hitam pekat yang terlihat bersinar, itu adalah giok yang di berikan Bing sebelum Lenora meninggalkan nya, giok tersebut berfungsi untuk memberikan kehidupan baru pada mahluk yang tercipta oleh para dewa dan dewi yang sudah menggunakan kekuatan para iblis tanpa persetujuan darinya.


"Kau....?" Kaget mahluk tersebut.

__ADS_1


"Aku bisa membawamu ke tempat yang seharusnya kau datangi, di sana pasti banyak teman-teman mu juga. Kau hanya harus memberitahu ku tentang keberadaan para penduduk desa disini, di mana kau menyembunyikannya?" Tanya Lenora dengan melipat kedua tangannya.


"Itu, aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu, saat aku datang kemari mereka semua sudah tidak ada, aku pikir ini desa terbelangkai." Jelasnya.


"Jangan berbohong padaku!" Marah Lenora.


"Aku berkata yang sejujurnya, tapi aku merasa aneh dengan pohon yang ada di dekat danau. Itu terlihat berbeda dari pohon biasanya..." Jelasnya.


Lenora diam, dia melirik Diego yang hanya mengangguk.


"Aku tidak akan mempercayai mu sebelum kau benar-benar menunjukkan tempatnya, ayo ikut dan antarkan kami kesana." Ajak Lenora dengan menyeret tangan mahluk itu yang terlihat aneh, kenapa Lenora tidak jijik? meskipun tangan Lenora memakai sarung tangan, tetap saja cairan lengket berwarna hitam pekat itu terlihat menjijikkan.


"Ehh tapi..." Herannya, kenapa dia tidak ada martabatnya sama sekali di hadapan Lenora?apa segitu rendahnya dia?


Lenora tidak menjawabnya dan terus menyeretnya, tapi sebelum itu....


"Bisakah kau menghilangkan kabut hitam ini? kau benar-benar pengacau!" Ucap Lenora.


"Ini tidak bisa di hilangkan, asap ini menunjukkan identitas ku. Tapi.... Bagaimana kalian bisa kemari dalam keadaan baik-baik saja? apakah racunnya sudah tidak berfungsi?" Herannya.


Benar saja, sepertinya mahluk itu benar-benar di anggap bodoh oleh Lenora. Padahal mahluk tersebut tidak bisa di katakan lemah, karena itulah dia nampak heran, melihat kekuatan Lenora yang tersembunyi membuat nya sangat penasaran.


Mereka berjalan kearah danau yang terlihat sepi dan mencekam, air danau tersebut terlihat berwarna hitam bahkan tumbuhan disana juga terlihat layu dan di kelilingi asap hitam.


"Ini ulahmu?" Tanya Lenora dengan ekspresi yang mengeryit heran.


"T-tidak, aku tidak tahu. Aku hanya ingin menunjukkan tempat itu, bukankah itu seperti dimensi lain?" Tanyanya dengan menunjuk sebuah cahaya yang ada di dekat pohon, Lenora dan yang lainnya yang melihat itu langsung terkejut karena itu memang dimensi lain.


"Apakah semua warga masuk kedalam sana?" Tanya Yudha pada Lenora yang sudah melangkah masuk.


Lenora memejamkan matanya untuk berbicara dengan Ramon, Lenora sangat penasaran dengan tempat tersebut. Lenora pikir, Ramon tahu mengenai hal ini namun nyatanya Ramon juga tidak tahu apa-apa mengenai tempat tersebut karena ini juga pertama kalinya untuk dia.

__ADS_1


"Yang mulia, biar saya yang memeriksanya...." Ucap Yudha yang bersiap untuk masuk namun segera di hadang oleh Lenora.


"Tunggu sebentar..." Ucap Lenora dengan memasukkan kepalanya saja, hal itu membuat Diego terkejut bersama yang lainnya juga.


"Lenora!" Kaget Diego yang langsung menariknya hingga membuat Lenora terkejut.


"Apa yang kau lakukan?!" Kaget Lenora.


"Harusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan? kepala mu akan terpotong jika melakukan hal bodoh itu lagi!" Kesal Diego, kenapa Lenora masih sangat ceroboh?


"Ehh benarkah? aku tidak tahu..." Cengir nya, dia pikir hal itu sama saja dengan yang ada di film kartun kucing itu, bukankah itu sama? pintu kemana saja....


"Lenora, bisakah kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh lagi?" Tanya Diego dengan memijat pelipisnya, pantas saja dia melihat Archon yang selalu memijat pelipisnya saat melihat Lenora berulah, ternyata memang benar.... Itu sangat melelahkan.


"Aku tidak janji Diego, tapi aku melihat sekilas tempat yang ada di dalam." Jujur Lenora dengan serius.


"Apa yang kau lihat?" Tanya Diego.


"Gurun pasir..." Jujur Lenora.


"Ehh apa?" Kaget yang lainnya.


"Kenapa? apa kalian tahu di mana tempat yang ada gurun pasir nya? bisa saja ini tersambung ke sana..." Ucap Lenora dengan penasaran.


"Yang mulia, setahu saya gurun pasir yang ada di kerajaan kita ini tidak ada. Itu semua ada di kekaisaran Yoda, Yoda Major." Jelasnya yang membuat Lenora mengeryit heran, dia tidak tahu daerah kekuasaan di dunia tersebut. Yang ia tahu hanyalah kekaisaran Luminos dengan 5 kerajaan di bawah kuasanya, apakah ada kekaisaran lainnya?


"Coba jelaskan, ada berapa kekaisaran di dunia ini?" Tanya Lenora dengan duduk di rumput, dia tahu bahwa itu sangat panjang ceritanya karena itulah Lenora mencari tempat yang nyaman.


Memang salahnya sendiri yang tidak mempelajari dan mencari tahu seluk beluk tempatnya ini, Lenora terlalu ceroboh.


"Yang mulia, dunia yang anda maksudkan apakah dunia yang kita tempati ini?" Heran mereka, apakah Lenora memiliki dunia lain?

__ADS_1


"Tentu saja, cepat jelaskan. Aku ingin tahu semuanya..."


"Ehh baik yang mulia..."


__ADS_2